Posts tagged ‘SR’

Kematian awal larva Patin dan solusinya.

FB Upload -IMG00368-20130625-2109Baik di Indonesia dan Vietnam, pemeliharaan larva Patin mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Karena survival rate (SR) yang didapatkan pembudidaya sangat berragam, dan umumnya SR yang didapat rendah bila tidak memberikan perlakuan khusus pada air sebagai media hidup larva.

Minggu pertama merupakan periode paling kritis bagi larva Patin, dan perilaku kanibalisme disinyalir sebagai penyebab utama rendahnya tingkat kelangsungan hidup.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jojo Subagja, Jacques Slembrouck,Le Thanh Hung dan Marc Legendre, dengan dua macam percobaan dalam rangka untuk lebih memahami evolusi dan penyebab kematian larva Patin, dari menetas 0 hari hingga usia 8 hari. Percobaan dimaksud untuk menemukan langkah-langkah dalam meningkatkan ketahanan hidup bibit Patin.

Halamid DosisHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup larva Patin, tergantung pada kualitas awal larva atau telur dan mortalitas larva itu lebih merupakan konsekuensi dari infeksi patogen dari efek langsung dari kanibalisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup larva secara sistematis meningkat ketika membesarkan dilakukan dalam air yang mengandung antibiotik (oxytetracycline dengan dosis 5 sampai 20 mg/L). Tingkat kelangsungan hidup dan berat badan rata-rata akhir larva lebih tinggi jika menggunakan antibiotik. Hasil yang sama juga dicapai dengan cara mengaplikasikan desinfektan seperti chloramineT dan formalin.

fish onepennysheet dot comDengan demikian para peneliti lebih merekomendasikan penggunaan disinfektan dari pada penggunaan antibiotik untuk memproduksi bibit Patin.

SR tinggi tanpa antibiotik

SR tinggi tanpa antibiotik

Sumber: http://www.sciencedirect.com

Definisi Part Per Million (ppm)

FB Upload -indoor hatchery

Pendederan bibit Patin tahap awal, yaitu memelihara larva Patin yang baru menetas sampai ukuran 3/4″ biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Dengan standarad kelangsungan hidup (SR) menurut FAO berkisar antara 40-50%.

Di Jawa Barat, ada pembudidaya yang mampu meningkatakan SR dikisaran 70%, bahkan kadang mencapai 100% dengan melibatkan zat kimia dalam berbudidaya. Penggunaan obat antibiotik tertentu dengan dosis 3 ppm menurut sebuah penelitian mampu mendapatkan SR dikisaran 83%.

Menjaga dosis obat sesuai peruntukan adalah penting guna menjaga lingkungan tetap mudah dikontrol. Untuk itu perlu diketahui tentang ukuran dosis obat yang biasa diukur dengan satuan ppm (part per million).

Apakah ppm itu.

ppm adalah istilah dalam ilmu kimia singkatan dari part per milion atau dapat diartikan perbandingan konsentrasi zat terlarut dan pelarutnya. Berarti untuk dosis obat mengatakan gunakan 1 ppm, maka gunakan 1 bagian obat itu untuk satu juta bagian pelarutnya misalkan air.

Bila obat itu berbentuk cair dan akan digunakan dalam air, karena sama-sama air yang berat jenis atau BJ=1, maka hitung-hitungannya jadi mudah. Kalau dosis 1 ppm obat cair, artinya gunakan obat tersebut 1 cc untuk 1.000.000 cc air.

chloramine-t-250x250Namun bila tertera dosis 1 mg/L maka akan setara dengan 1.001142303 ppm, sehingga terkadang disebutkan 1 mg/L sama dengan 1 ppm.

Contoh:

Sebuah aquarium ukuran 100cm x 200cm ketinggian air 40cm, maka volume dalam aquarium tersebut adalah 800.000 cm3 sama dengan 800 Liter.

Bila menggunakan Halamid® untuk meningkatkan SR dan bobot larva patin dengan dosis 1.5 ppm dalam satu aquarium 800 Liter air dibutuhkan Halamid® seberat 1.2 gram.

Dengan dosis Halamid® 1.5 ppm dalam sebuah pernelitian mampu mendapatkan SR sebesar 81.1%. Dosis tersebut setara dengan penggunaan Oxytetracycline dengan dosis 10 ppm.

Halamid® diklaim tidak meninggalkan residu pada ikan dan tidak bertentangan dengan MRL (Maximum Residue Limit) yang ditetapkan oleh EMEA (European Medicines Agency). Di Indonesia Halamid® memiliki kandungan zat yang setara dengan Unides produk dari PT Polaris Surya Indonesia

Halamid DosisEmpangQQ dari berbagai sumber.

Produksi Bibit Patin Desember 2013

Bismillahi Ar-Rahmani Ar-RahimProduksi patin periode Desember 2013 untuk mengisi Farm-II

15 Desember 2013:

telah dipijahkan 10 ekor induk ikan patin dengan berat total 34 Kg. Dari 10 ekor indukan, 7 ekor stripping normal, 2 ekor stripping agak keras, 1 ekor mampet sulit mengeluarkan telur. Telur yang sudah dicampur sperma dan dibuahi ditebar kedalam 34 aquarium ukuran 200×100 cm.

Proses Pengeluaran Telur Ikan Patin

Proses Pengeluaran Telur Ikan Patin

16 Desember 2013:

Larva menetas dengan total keseluruhan diperkirakan diatas 2,5 juta ekor.

FAO : seekor induk Patin dewasa dengan bobot 10 Kg dapat mengeluarkan lebih dari 1 juta ekor telur. Dengan demikian per 1 kilogram induk dapat mengeluarkan 100.000 butir telur.

Michael V. McGee, Ph.D. (Caribe Fisheries Inc.): setiap 1 kilogram bobot induk patin dapat mengeluarkan telur sekitar 60.000 butir, dengan HR (Hatching rate) bervariasi antara 20% – 80% tergantung dari kualitas terlur dan FR (Fertilization Rate).

TheFishSite: Induk Patin mengandung 60.000 telur per kilogram berat induk.

iucnredlist.org: Induk Patin berusia diatas 4 tahun dapat menghasilkan 112.000 sampai 138.000 telur per kilogram berat Induk. Induk Patin mencapai tingkat kedewasaan penuh setelah berusia 10 tahun, diperkirakan mencapai tidak lebih dari 2 juta telur per induk (Khanh, 1996).

Dengan demikian apa yang telah Pasir Gaok Fish Farm produksi pada periode Desember ini adalah dengan 9 ekor induk dengan berat total 30.6 Kg induk Patin mendapatkan 2.500.000. Berarti per kilogram induk rata-rata menghasilkan 81.700 ekor larva patin.

Bila diasumsikan HR 80% maka jumlah telur yang dihasilkan 102.125 butir, telur yang tidak menetas 20.425 butir.

Perhitungan diatas didasari dengan asumsi satu sendok makan agak cekung bersisi 10.000 ekor larva. Asumsi ini belum pernah kami uji kebenarannya.

Alhamdulillah atas segala karunia, semoga dimusim penghujan seperti sekarang ini kami dapat mempertahankan SR 55% yang biasa kami capai sampai waktu panen bibit 3/4″ 17 hari kedepan.

Sukses untuk semua ABF.

Bogor, 16 Desember 2013