Posts tagged ‘MRL’

Definisi Part Per Million (ppm)

FB Upload -indoor hatchery

Pendederan bibit Patin tahap awal, yaitu memelihara larva Patin yang baru menetas sampai ukuran 3/4″ biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Dengan standarad kelangsungan hidup (SR) menurut FAO berkisar antara 40-50%.

Di Jawa Barat, ada pembudidaya yang mampu meningkatakan SR dikisaran 70%, bahkan kadang mencapai 100% dengan melibatkan zat kimia dalam berbudidaya. Penggunaan obat antibiotik tertentu dengan dosis 3 ppm menurut sebuah penelitian mampu mendapatkan SR dikisaran 83%.

Menjaga dosis obat sesuai peruntukan adalah penting guna menjaga lingkungan tetap mudah dikontrol. Untuk itu perlu diketahui tentang ukuran dosis obat yang biasa diukur dengan satuan ppm (part per million).

Apakah ppm itu.

ppm adalah istilah dalam ilmu kimia singkatan dari part per milion atau dapat diartikan perbandingan konsentrasi zat terlarut dan pelarutnya. Berarti untuk dosis obat mengatakan gunakan 1 ppm, maka gunakan 1 bagian obat itu untuk satu juta bagian pelarutnya misalkan air.

Bila obat itu berbentuk cair dan akan digunakan dalam air, karena sama-sama air yang berat jenis atau BJ=1, maka hitung-hitungannya jadi mudah. Kalau dosis 1 ppm obat cair, artinya gunakan obat tersebut 1 cc untuk 1.000.000 cc air.

chloramine-t-250x250Namun bila tertera dosis 1 mg/L maka akan setara dengan 1.001142303 ppm, sehingga terkadang disebutkan 1 mg/L sama dengan 1 ppm.

Contoh:

Sebuah aquarium ukuran 100cm x 200cm ketinggian air 40cm, maka volume dalam aquarium tersebut adalah 800.000 cm3 sama dengan 800 Liter.

Bila menggunakan Halamid® untuk meningkatkan SR dan bobot larva patin dengan dosis 1.5 ppm dalam satu aquarium 800 Liter air dibutuhkan Halamid® seberat 1.2 gram.

Dengan dosis Halamid® 1.5 ppm dalam sebuah pernelitian mampu mendapatkan SR sebesar 81.1%. Dosis tersebut setara dengan penggunaan Oxytetracycline dengan dosis 10 ppm.

Halamid® diklaim tidak meninggalkan residu pada ikan dan tidak bertentangan dengan MRL (Maximum Residue Limit) yang ditetapkan oleh EMEA (European Medicines Agency). Di Indonesia Halamid® memiliki kandungan zat yang setara dengan Unides produk dari PT Polaris Surya Indonesia

Halamid DosisEmpangQQ dari berbagai sumber.

Maximum Residue Limit (MRL)

fish onepennysheet dot comAdalah penting bila peternak memperhatikan dampak kelayakan konsumsi bagi produksi yang dihasilkannya. Seperti pembudidaya ikan Patin, yang hasil akhir dari lingkaran produksi adalah daging ikan Patin yang aman dikonsumsi manusia.

Apakah Maximum Residue Limit (MRL)

MRL adalah konsentrasi maksimum residu yang diterima oleh Uni Eropa (UE) dalam produk makanan yang diperoleh dari hewan yang telah menerima perlakuan kedokteran hewan atau yang telah terkena produk biosidal (berkaitan dengan agen yang merusak organisme hidup) untuk digunakan dalam peternakan. Peraturan Uni Eropa mensyaratkan bahan makanan, seperti ikan, daging, susu atau telur, yang diperoleh dari hewan yang diberi obat hewan atau terkena produk biosidal dalam peternakan, harus tidak mengandung residu yang mungkin mebahayakan bagi kesehatan konsumen.

Sebelum kedokteran hewan ditujukan untuk hewan penghasil pangan dapat berwenang di Uni Eropa, keamanan zat yang aktif secara farmakologi dan residu mereka pertama harus dievaluasi.

Demikian pula, penilaian keamanan dilakukan untuk zat aktif yang termasuk dalam produk biosidal untuk digunakan dalam peternakan, tapi evaluasi residu dan pengaturan MRL hanya dipertimbangkan untuk zat aktif yang eksposur konsumen merupakan perhatian khusus. Residu zat ini harus dievaluasi.

Perbedaan dalam pendekatan antara kedua jenis MRL dibenarkan oleh berbagai jenis eksposur bahwa binatang akan menerima dalam setiap kasus: sementara obat hewan diterapkan langsung pada hewan, produk biosidal mungkin tidak.

Untuk kedua jenis substansi, harus dimasukkan sebagai ‘diperbolehkan substansi’ dalam tabel 1 dari lampiran Komisi Regulasi (UE) No 37 / 2010  sebelum produk dapat disahkan.