Posts tagged ‘Enteric Septicemia of Catfish (ESC)’

Vaksin perikanan dari PT Caprifarmindo Laboratories

Bibit Patin Kepadatan Tinggi Rawan Terjangkit Penyakit

Bibit Patin Kepadatan Tinggi Rawan Terjangkit Penyakit

PT Caprifarmindo Laboratories mendapatkan sertifikat Biosavety Level 3 (BSL-3) Vaksin Unggas dari Asia Pasific Biosafety Association (APBA). Anak usaha PT Sanbe Farma tersebut merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas untuk memproduksi vaksin yang berstandar internasional.

Tak tanggung-tanggung, Caprifarmindo telah menggelontorkan dana hingga US$ 15 juta atau setara Rp 148 miliar triliun demi memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa meraih sertifikat pengakuan dari APBA.

“Total untuk memenuhi fasilitas yang standar internasional ini, kami telah menghabiskan dana sekitar US$ 15 juta, sedangkan untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri dananya lebih dari US$ 100 ribu,”ungkap Chairman PT Caprifarmindo Jahja Santoso saat berbincang dengan Liputan6.com. di kompleks pabrik perusahaan di Bandung, Sabtu (15/6/2013).

Jahja menuturkan, pengalokasian yang paling banyak menyerap anggaran yaitu pembangunan gedung dan pengadaan alat-alat yang memiliki teknologi tinggi.

“Kami telah membangun empat gedung pengembangan, dan itu telah berdiri semenjak empat tahun yang lalu.
Jadi memang baru setelah empat tahun, kami baru mengajukan sertifikat itu, karena kami nilai ini memang pantas,” imbuh Jahja.

Mengenai persiapan pengajuan sertifikat, Jahja mengatakan hal itu dilakukan dalam waktu satu tahun. “Jadi selama satu tahun itu kita sering datangkan auditor dari Amerika Serikat yang biayanya juga tidak sedikit,”kata dia.

Diperolehnya sertifikasi oleh Caprifarmindo tersebut dibuktikan dengan berhasilnya perusahaan menciptakan tiga jenis vaksin ikan yang juga merupakan vaksin pertama di Indonesia.

Tiga Vaksin tersebut adalah
– Caprivac AERO-L yang mampu mencegah penyakit Motile Aeromonas Septicaemina (MAS),
– Caprivac VIBRO-L yang mempunyai kemampuan cross protection terhadap serangan penyakit jenis Vibrio sp pada ikan air laut,
– Caprivac ICTA yang melindungi terhadap serangan penyakit Enteric Septicemia of Catfish (ESC) pada ikan air tawar.

(Yas/Ndw)

Berita Terkait:
Kematian Diatas 80% Akibat Bakteri Edward Siella Ictaluri

Sumber berita:
http://bisnis.liputan6.com

JENIS-JENIS PENYAKIT IKAN YANG BERPOTENSI MENJADI WABAH

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

Daftar Penyakit Harus Dikarantina

JENIS-JENIS PENYAKIT IKAN YANG BERPOTENSI MENJADI WABAH

NO PENYEBAB PENYAKIT ORGANISME PENYAKIT NAMA PENYAKIT
1. Virus a. Taura Syndrome Virus Taura Syndrome (TS)
b. White Spot Syndrome Virus White Spot Disease
c. Viral Nervous Necrosis Virus Viral Nervous Necrosis (VNN)
Viral Enchelopathy and Retinophaty (VER)
2. Bakteri a. Aeromonas hydrophilla Bercak Merah/Motile Aeromonas Septicemia
b. Mycobacterium marinum
Mycobacterium chelonei
Mycobacterium fortuitum
Fish Tuberculosis (Fish Mycobacteriosis)
c. Edwarsiella ichtaluri Enteric Septicemia of Catfish (ESC)
d. Streptococcus iniae Streptococcosis
e. Vibrio harveyi Vibriosis
3. Parasit a. Ichthyophthirius multifiliis Ichthyophthiriusis (Bintik Putih)
b. Perkinsus marinus
Perkinsus atlanticus
Perkinsus olseni
Perkinsiosis
4. Mikotik Aphanomyces invadans Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS)

LAMPIRAN:

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP.33/MEN/2007 Tentang Penetapan Jenis-Jenis Penyakit Ikan yang Berpotensi Menjadi Wabah Penyakit Ikan.

 

Tulisan terkait :

Gangguan kesehatan bibit Patin dan pengobatannya
Infeksi bakteri Aeromonas