Posts from the ‘Uncategorized’ Category

Siklus Hidup Oodinium (Piscinoodinium)

Siklus hidup parasit ini dapat dibagi menjadi empat tahap, dan berlangsung selama 10-14 hari pada suhu 23-25 °C, siklus akan lebih lambat dibawah suhu 23 ℃.

Siklus Hidup Oodinium

Sumber gambar bettasource.com

Tahap pertama adalah tahap mendapatkan makanan. Parasit dinoflagellata menempel pada ikan, kemudian menjadi kista, yang menembus kulit, darah serta jaringan lunak insang. Kista terus menghancurkan sel dan memakan nutrisi di dalamnya. Tumbuh di bawah kulit sampai meninggalkan inangnya. Menginfeksi insang adalah salah satu hal yang membuat Velvet berbeda dari penyakit serupa yang disebut Ich (white spot). Tahap kista ini sangat tahan terhadap kimia. Tidak jarang membutuhkan beberapa aplikasi pengobatan untuk sepenuhnya menghilangkan parasit.

Tahap kedua adalah ketika parasit matang meninggalkan inang masuk ke dalam air, lalu jatuh ke dasar kolam.

Tahap ketiga dimulai ketika memasuki proses reproduksi. Parasit membentuk kista, yang memungkinkannya untuk bertahan hidup. Tahapan ini juga sangat tahan terhadap perawatan kimia. Kista benar-benar membagi dan membentuk antara 34 dan 64 sel baru di mana pada membran menyemburkan sel-sel ke dan memasuki tahap keempat.

Selama tahap keempat ini organisme yang berenang bebas disebut dinospore. Sebuah dinospore memiliki dua flagela, salah satunya ditutupi oleh lipatan tubuh dan memiliki mata kemerahan. Silia dan flagela mendorong sebuah dinospora melalui air. Dinospora berenang mencari inang dan akan mencoba untuk melekat pada inang dalam waktu 70 jam – ini adalah tahap infeksi dan dapat diobati. Mereka harus menemukan inang dalam 24 jam, atau mati. Sekali hinggap pada inang, dinospora masuk ke lapisan epitel kulit dan sirip dan siklus kehidupan dimulai dari awal lagi.

Pertahanan Canggih Pada Ikan

Ikan selalu berhubungan erat dengan air, lingkungan tempat mereka hidup. Oleh karena itu, mereka secara permanen menjadi taget serangan mikroorganisme lain yang sangat bervariasi, seperti bakteri aerob dan anaerob, virus, parasit, jamur dan polutan.

Untuk melawan mikroorganisme patogen, epidermis dan sekresinya, lendir (mucus) berperan sebagai pelindung antara ikan dan lingkungan. Ikan dikelilingi oleh lapisan lendir yang terus menerus yang berperan sebagai penghalang fisik, kimia dan biologi pertama dari infeksi dan tempat interaksi pertama antara sel kulit dan patogen ikan.

Komposisi lendir sangat kompleks dan mencakup banyak faktor antibakteri yang disekresikan oleh sel kulit ikan, seperti imunoglobulin, aglutinin, lektin, lysin dan lisozim. Faktor-faktor ini memiliki peran yang sangat penting untuk membedakan antara mikroorganisme patogenik dan komersal dan untuk melindungi ikan dari patogen yang menyerang.

Selanjutnya, lendir kulit merupakan pintu utama masuknya patogen, karena menginduksi perkembangan biofilm, dan merupakan lingkungan mikro yang baik bagi bakteri, agen penyakit utama untuk ikan.

Salah satu pertahanan ikan adalah Imunoglobulin atau antibodi yaitu sekelompok glikoprotein yang terdapat dalam serum atau cairan tubuh pada hampir semua mamalia.

Imunoglobulin termasuk dalam famili glikoprotein yang mempunyai struktur dasar sama, terdiri dari 82-96% polipeptida dan 4-18% karbohidrat.

Komponen polipeptida membawa sifat biologik molekul antibodi tersebut.

Molekul antibodi mempunyai dua fungsi yaitu

– Mengikat antigen secara spesifik dan memulai reaksi fiksasi komplemen

– Pelepasan histamin dari sel mast.

Jadi Imunoglobulin adalah senyawa protein yang digunakan untuk melawan kuman penyakit (virus, bakteri, racun bakteri dll.

Lendir adalah pertahanan canggih pada ikan, dan dapat hancur karena banyak sebab. Untuk itu, menjaga ketersediaan lendir yang berkecukupan pada ikan akan menjadikan ikan hidup sejahter, sehat dan tidak mudah sakit.

Fluktuasi Kualitas Air Terhadap Pertumbuhan dan Kehadiran Pathogen.


Menghindari  pathogen dalam areal budidaya sangat sulit dilakukan, walaupun menggunakan sistem biosecurity yang ketat.  Ada hal yang kita lupa dan sering lalai dalam budidaya…apakah itu?  Menjaga fluktuasi kualitas air harian agar tidak terlalu ekstrim.

Banyak pembudidaya mengeluhkan pertumbuhan ikan yang lambat, padahal sudah memberikan pakan yang baik (kuantitas dan kualitas), tapi pertumbuhannya tetap lambat. Sehingga yang disalahkan adalah kualitas benih yang kurang baik (vonis yang terlalu dini).

Menurut DR Azis Mhc fluktuasi parameter air harian yang ekstrim dapat menyebabkan stress pada ikan. Dan jika ini terjadi artinya ada cost (biaya) energi yg harus dikeluarkan oleh ikan. Energi ini diambil dari mana? Tentunya dari pakan yang sudah diolah oleh tubuh dalam bentuk asam amino yang siap  digunakan untuk pertumbuhan,  terpaksa dipakai dulu untuk  beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Jika kondisi stres ini dibiarkan berulang, artinya ikan makin banyak mengelurkan cost energi yang tidak perlu, dan berpengaruh pada laju pertumbuhan.

Nah ada 2 kemungkinan yg terjadi.

1. Ikan akan sakit karena nutrisi dalam tubuh tidak seimbang dengan energi yang digunakan untuk proses adaptasi. Pada kondisi ini, sistem immune ikan tidak stabil (lemah), dan pathogen akan mudah menyerang sangat menguntungkan pathogen menyerang akibatnya ikan sakit.

2. Jika ikan tidak sakit biasanya pertumbuhannya menjadi lambat.

Dengan demikian… penting bagi pembudidaya untuk menjaga fluktuasi harian parameter kualitas air agar tidak ekstrim.


Kadang ada yang bertanya pH air saya 6 Bang. Apakah layak untuk budidaya ikan …saya jawab layak asal mulai dari awal sampai panen pH harian antara pagi dan sore kurang dari 0.3. Sedang perbedaan suhu air harian tertinggi dan terendah kurang dari 3℃.
Penulis: DR Azis Hamzah Mhc

Keseimbangan: Ikan, Lingkungan dan Patogen.

Setidaknya ada tiga penyebab utama penyakit pada ikan:

  • Keberadaan patogen lingkungan
  • Daya tampung kolam.
  • Lingkungan air yang tidak nyaman.

Keseimbangan.

Patogen (misalnya bakteri, virus, jamur dan parasit) umumnya ditemukan di semua perairan, namun ikan memiliki daya tahan yang cukup terhadap pantogen. Mereka juga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan sehingga dapat menghindari penyakit akibat infeksi patogen.

Keseimbangan Ikan, Patogen dan Lingkungan

Patogen Meningkat

Bila keberadaan patogen dalam air meningkat tajam karena faktor eksternal, dan ketahanan alami ikan tidak dapat mengatasi jumlah patogen yang semakin meningkat, ikan akan menjadi rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Pantogen Meningkat


Lingkungan Memburuk

Selain itu, faktor eksternal juga dapat menyebabkan perubahan drastis pada kualitas air, sehingga kesehatan ikan memburuk dan daya tahan  ikan menjadi rendah. Menjadi rawan terhadap infeksi patogen dan penyakit ikan atau kematian meningkat.

Lingkungan Tidak Memadahi


#CatfishFabrication

Mengurai Pita Genetik


19 Desember 2014,
Kami dikunjungi para calon doktor yang banyak membawa perubahan dalam budidaya ikan Lele.

Menjadi pendengar para calon doktor merekayasa genetik, saya cuma bisa manggut-manggut, gak ngerti secara keilmuan. Secara konsep menurut saya sama dengan konsep IT.

Gak ada sesuatu itu terjadi secara kebetulan, gak ada kejadian didunia komputer itu kasus ‘intermittent’, kalau dunia komputer sesuatu terjadi karena untaian angka 0 dan 1 yang masuk ke processor. Sedang dalam dunia makhluk hidup, gak ada yang bisa pasti menentukan, misalkan indukan ikan, hebat, bagus, begini dan begitu, bila belum mengurai A-T-G-C DNA per individu induk. Dan yang pasti semua terjadi karena sudah maenjadi sunatullah.

“Orang 1/2 Gila” memang calon-calon dokter ini, mendedikasikan seluruh sisa waktunya untuk mengurai untaian A-T-G-C (sisa waktu setelah dikurangi waktu sholat tentunya), mereka bisa tertawa lepas bila berhasil melacak A-T-G-C sesuai tujuan. 

Melacak A-T-G-C ini istilah mereka seperti, seseorang (A) meminta orang lain (B) mencari jarum. Si B matanya ditutup, si A menyelipkan jarum kedalam tumpukan jerami diarea 1Ha. Perlu waktu lebih 2 tahun untuk menemukan jarum tersebut, atau bahkan jarum tidak ketemu, si B keburu dirawat di RSJ.

Gak semudah komputer programming, apalagi setelah ada konsep visual programming dan object-oriented, seorang programmer gak perlu lagi mengurai angka 0 dan 1 untuk memberikan instruksi ke CPU, seperti zaman punch card dulu.

Memang sesuatu sekali bila hasil pemutakhiran indukan dibajak olah pihak lain. Seperti seorang programmer yang hasil karya systemnya dibajak orang lain.

Berbeda seperti aplikasi program komputer yg memang dibeli berikut source-code nya, sehingga si pembeli dapat memodifikasi sesuai dengan keinginannya. Tapi tetap, license milik sang creator !


Thanks bang Aziz Mhc dan kang Ade Juragan Indoor, , sesuatu banget dikasih ceramah langsung dengan para doktor yang mendedikasikan waktu, fikiran, biaya dan tenaga untuk perikanan yang lebih baik.

#CatfishFabrication