Posts from the ‘Ukuran’ Category

Bibit Ikan: Pembelian, Pengangkutan dan Penampungan

Penulis

Michael McGee dan Charles Cichra

Mendapatkan bibit ikan dari pemasok yang punya reputasi baik adalah langkah pertama menuju kesuksesan bisnis perikan. Beberapa pertimbangan yang paling penting berkaitan dengan pembelian, pengangkutan, dan ketersediaan bibit ikan dikaji di bawah ini.

Pembelian,

Carilah pembudidaya yang memproduksi bibit ikan disekitar Anda, untuk mendapatkan harga terbaik untuk kuantitas dan ukuran ikan yang dibutuhkan. Ingat, bibit ikan dengan harga termurah mungkin tidak berkwalitas atau penjual tidak bisa menjamin kesehatan dan kelangsungan hidup mereka.

Tentukan reputasi pemasok bibit ikan dengan cara mendapatakan informasi sebanyak mungkin dari teman atau lingkungan sekitar untuk menentukan apakah pembeli yang pernah beli dari pemasok bibit tersebut telah puas dengan bibit ikan yang diperoleh. Pemasok seharusnya menjamin kesehatan dan kelangsungan hidup ikan sampai mereka ditebar di kolam pembeli. Biasanya, penjual menambahkan beberapa ekor kelebihan ikan dalam rangka untuk mengkompensasi sejumlah kecil kematian.IMG00419-20130704-1959

Pastikan ukuran bibit seseragam mungkin dan yang terpenting adalah bibit ikan dalam keadaan sehat. Penjual bibit harus menjamin ikan yang dijual bebas dari penyakit, bila perlu ada statement tertulis untuk mengganti jika bibit yang diterima pembeli tidak sehat dan kematian bibit dalam jumlah besar (lebih dari 30%). Sementara pembeli bertanggung jawab atas kerugian jika penjual dapat membuktikan bahwa pembeli tidak mengikuti prosedur yang direkomendasikan untuk penanganan bibit yang baru dibeli.

Pengangkutan,

Jika ikan yang akan dikirim melalui jalan darat atau angkutan udara, maka pemasok atau pengirim akan bertanggung jawab atas keamanan ikan selama dalam perjalanan. Bibit ikan biasanya dikemas dalam kantong plastik berisi air dan oksigen. Untuk pengiriman jalan darat yang terbaik diangkut dalam tangki atau drum plastik yang dilengkapi dengan mesin blower udara (airasi). Air harus tetap bersih dan sejuk selama transportasi. Ikan harus dimuat dan dibongkar dengan penanganan yang hati-hati untuk menghindari ikan stres. Dalam kebanyakan kasus pemasok harus mengatur waktu pengiriman ikan atau memastikan bahwa pembeli memiliki peralatan memadahi demi keberhasil pengangkut  benih ikan.

Pengepakan

Pengepakan

Penampungan,

Ikan biasanya “kaget” (perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang signifikan dalam suhu air atau kimia), ketika dipindahkan dari wadah pengangkutan (drum atau kantong plastic) ke lingkungan baru. Setidaknya perlu waktu 20 menit untuk menurunkan suhu menurun sampai 12°C. Jika tidak ada termometer, perbedaan suhu antara dua lingkungan harus disesuaikan secara bertahap sampai ada perbedaan dapat dirasakan dengan menggunakan tangan Anda. Jika ikan diterima dikemas dalam kantong plastik dengan oksigen, apungkan kantong di permukaan kolam penampungan tanpa membuka ikatan sampai ikan menyesuaikan diri (kira-kira 10 sampai 15 menit). Bila kantong sudah dibuka tentunya oksigen keluar dari kantong maka ikan harus segera dilepaskan secara bertahap, usahkan ikan berenang dengan sendirinya. Jika ikan dibawa menggunakan drum, secara bertahap campur air kolam penampungan ke dalam drum sampai suhu air sama.

Bibit Patin Berkwalitas

Bibit Patin Berkwalitas

Ikan yang awalnya sehat dari penjual dan ditangani dengan prosedur yang benar, akan tetap aktif berenang menuju kedalaman air tertentu begitu dilepas  ke kolam penampungan. Ikan yang stres dari pengangkutan dan perubahan suhu tidak berenang ke dasar, atau berenang lemah dipermukaan air. Kematian akibat salah penanganan biasanya akan terjadi dalam hitungan jam sampai beberapa hari setelah dilepaskan. Sering kali, stres yang berlebihan pada ikan menyebabkan wabah penyakit atau terjangkit parasit, kemudian kematian beberapa ikan mungkin terjadi sampai beberapa hari setelah tebar.

Pemasok bibit yang punya reputasi baik akan sangat memperhatikan kepuasan pembeli. Dalam kebanyakan kasus, jika masalah timbul dengan ikan, pemasok akan menanggung  kerugian yang terjadi apabila bukan akibat kelalaian dipihak pembeli. Biasanya penjual akan mengatur atau merekomendasikan bagaimana ikan harus diangkut dan memberikan petunjuk tentang metode yang tepat dalam menangani bibit ikan yang masih lemah, lelah dan stress.

Tentang Penulis

Michael McGee, mantan assistant professor aquaculture specialist;

Charles Cichra, professor pada Department of Fisheries and Aquatic Science, Cooperative Extension Service, Institute of Food and Agricultural Sciences, University of Florida, Gainesville, FL 32611.)

 

 

Mei 2013 – Alhamdulillah

Alhamdulillah, dengan seizin-Nya produk kami sudah habis terpesan,

Terimakasih untuk para pelanggan setia kami, Lampung, Leuwiliang, Pakan Baru, kepercayaan anda akan kami jaga dan simpan dengan baik. Semoga dimasa yang akan datang terjalin kerjasama yang lebih besar lagi. Insya Allah.

Juga kepada mas Salim yang telah memberi banyak pelajaran pada kami tentang pengiriman bibit patin via udara, dari bandara ke bandara.

Sampai tanggal 24 Mei 2013, Alhamdulillah 1.125.000 ekor bibit sudah terjual.

Kiriman Bibit Patin ke Pakan Baru

Alhamdulillah,

Untuk panen bibit patin 3/4″ dan 1″ pada bulan Mei 2013 sudah dapat menambah pengalaman baru bagi kami.

Kepada pelanggan baru kami di Pakan Baru kami memberi jaminan bila bibit diterima pelanggan mati dalam jumlah banyak, kami akan menggantinya dipengiriman berikutnya. Cukup dengan memberikan bukti berupa foto kantong ikan yang belum dibuka segelnya.

Besar harapan kami bila ada pelanggan diseluruh negeri ini yang berminat memesan bibit patin ukuran 3/4″ atau 1″, minimal pemesanan hanya satu box styrofoam isi 6000 ekor bibit patin ukuran 3/4″.

Semoga target pemerintah untuk meningkatkan produksi filet ikan patin pada tahun 2014 terpenuhi.

Salam.

Farm II

Alhamdulillah,

Segala puji adalah milik Allah Ta’ala, atas pertolongan-Nya kami dapat mulai membangun farm ikan patin yang kedua.

Farm pertama dengan 40 set aquarium ukuran 50x100x200cm dapat memproduksi bibit patin ukuran 3/4 inci sampai dengan 2 juta ekor per bulan.

IMG00083-20130514-1653

Quality Control

Panen tanggal 18 Mei 2013

Panen tanggal 18 Mei 2013

IMG00082-20130514-1653

Feeding time per 3 hours

Pembangunan farm kedua saat ini

IMG00087-20130514-1719

IMG00086-20130514-1719

IMG00091-20130514-1720

IMG00093-20130514-1720

Pada farm yang kedua ini akan dilengkapi dengan

– 45 unit aquarium ukuran 50x100x200 cm

– Penerapan Recirculating Aquaculture Systems (RAS)

– 3 unit biological filter, 1 unit per 15 aquarium

– 3 unit lampu UV

– 2 unit air blower

Dengan demikian bila dua unit farm sudah beroperasi kami berharap dapat memproduksi bibit ikan patin ukuran 3/4 inci yang berkwalitas sampai dengan 2 juta ekor per dua minggu.

Salam,

Prospek Cerah Budidaya Ikan Patin

 

Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah menargetkan produksi ikan patin Indonesia hingga 1,883 juta ton pada 2014. Selama ini untuk memenuhi pasokan ikan patin, pemerintah masih mengimpor dari Thailand. Belakangan pemerintah berjanji akan menghentikan import ikan Patin.

Tahun ini pemerintah telah menetapkan kawasan minapolitan percontohan, dari seluruh total 197 kawasan minapolitan yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga 2014. Semua itu bertujuan untuk menutup keran impor.

Daerah seperti Desa Cinda Alus, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan banyak petani ikan disana sudah merasakan dapat keuntungan mencapai miliaran rupiah dari sekali panen ikan Patin ukuran pedaging. Di kawasan budi daya ikan patin Desa Cindai Alus, setiap hari produksi patin mencapai 4-5 ton. Tidak sedikit dari para pemilik usaha patin di Kabupaten Banjar bisa menabung karena keuntungan mereka hingga ratusan juta rupiah per bulannya.

Sementara di daerah Lampung Timur, petani di sana memilih segmen pendederan sampai ukuran 2 inci, untuk kemudian dijual kepada petani pedaging di Palembang. Dengan menekuni segmen pendederan ini dengan sekala permodalan yang relatif menengah kebawah, seorang petani dapat meraup keuntungan bersih puluhan juta perbulan.

Untuk alasan tersebut, Pasir Gaok Fish Farm yang terletak di desa Pasir Gaok Tengah, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, bertekat untuk dapat memproduksi bibit patin ukuran 3/4 inci minimal sebanyak 3 juta ekor perbulan. Dengan dukungan dua unit farm diharapkan setiap dua minggu tersedia bibit patin ukuran 3/4 inci sebanyak 1.5 juta ekor.

Tahap berikutnya kami akan membangun area pendederan II, yaitu pemeliharaan benih dari tingkat ukuran 3/4 inci sampai ketingkat benih ukuran 2.5 – 3 inci. Produksi dari pendederan II ini diperuntukan bagi petani karamba waduk di propinsi Jawa Barat.

Semoga tekad pemerintah untuk meningkatkan produksi Patin nasional dapat tercapai.

Salam,