Posts from the ‘Obat-obatan’ Category

Scoliosis

Secoliosis adalah kelaian pertumbuhan tulang sehingga benih terlihat seperti keris berlekuk.

Scoliosis

Scoliosis


Beberapa ilmuwan menganggap bahwa Scoliosis disebabkan oleh:

– Penanganan yang kurang hati-hati pada tahap larva atau saat sortir,

– Kwalitas telur dari betina yang kurang nutrisi,

– Inbreeding (kawin antara kerabat dekat) yang menyebabkan berbagai mutasi pada generasi berikutnya.

– Kurangnya garam mineral, kalsium atau garam magnesium,

– Hypoxia (kekurangan oxygen terlarut dalam air)

– Kepadatan ikan yang tinggi,

– Suhu air dingin,

Tidak ada obat yang dapat memperbaiki kondisi ini, cara termudah menangani ikan yang badannya melengkung adalah dibuang.

#CatfishFabrication

Salinitas

Salinitas adalah banyaknya garam alam gram yang terdapat pada satu liter air laut. Salinitas biasanya dinyatakan dengan per mil (‰) atau perseribu yang menunjukkan berapa gram kandungan mineral dalam setiap 1.000 gram air laut. Misalnya, salinitas Laut Jawa 32‰, hal ini berarti bahwa dalam setiap 1.000 gram air Laut Jawa terlarut kadar garam sebanyak 32 gram. 


Salinitas disebut juga konsentrasi garam terlarut dalam volume tertentu air. Salinitas dinyatakan dalam gram garam per kilogram air, atau dalam bagian per seribu (ppt atau ‰). 

Sebagai contoh, jika Anda memiliki 1 gram garam, dan 1.000 gram air, salinitas Anda adalah 1 g / kg, atau 1 ppt.

Air tawar memiliki sedikit garam, biasanya kurang dari 0,5 ppt. Air dengan salinitas 0,5-17 ppt disebut air payau, yang ditemukan di muara sungai dan rawa-rawa garam pantai. Tergantung pada lokasi dan sumber air tawar, beberapa muara dapat memiliki salinitas setinggi 30 ppt.

Air laut rata-rata 35 ppt, tetapi dapat berkisar antara 30 – 40 ppt. Hal ini terjadi karena perbedaan penguapan, curah hujan, pembekuan, dan limpasan air tawar dari tanah di lintang dan lokasi yang berbeda. Salinitas air laut juga bervariasi dengan kedalaman air karena massa jenis air dan tekanan meningkat dengan kedalaman.


Air dengan salinitas di atas 50 ppt adalah air asin, meskipun tidak banyak organisme bisa bertahan dalam konsentrasi garam yang tinggi.

Alat ukur salinitas

Alat ukur salinitas

Trik Mas Kesit untuk Kesehatkan Si Kumis

image

Pembudidaya harus memperhatikan kesehatan lele dan lingkungan budidaya.

Hujan turun yang tidak menentu bisa mengganggu proses budidaya ikan berkumis ini hingga menimbulkan kematian. Curah hujan tinggi seharian penuh dan tanpa perlindungan tambahan menyebabkan lele siap panen berukuran 5 ekor/kg milik salah seorang pembudidaya lele sistem bioflok di Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kematian massal. Akibatnya, pembudidaya rugi dan kehilangan sebanyak 180 kg lele siap panen. Lantas, bagaimana mencegahnya?

Waspada Hujan

Menurut Kesit Tisna Wibawa, perekayasa di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat, hujan yang datang terus menerus bisa menyebabkan rendahnya kualitas lingkungan budidaya secara mendadak. Yaitu: perubahan derajat keasaman (pH), fluktuasi suhu, kematian plankton dan bakteri bermanfaat, dominasi amonium, hingga penumpukan logam berat yang terbawa air hujan.

Perubahan lingkungan budidaya yang mendadak membuat lele kaget dan menjadi stres. “Awalnya pasti stres, nggak mau makan, terus imun tubuh menurun karena tidak ada nutrisi yang mendukung dia, hasilnya rentan penyakit. Penyakit akan gampang menyerang ditambah dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung,” ulas Kesit terperinci. Apalagi pada budidaya lele sistem probiotik dan bioflok yang mengandalkan padat tebar tinggi, kualitas air kolam budidaya memerlukan perhatian intensif. Salah kelola, kerugianlah yang didapat.

Secara fisik, lele stres terlihat pucat dengan produksi lendir meningkat sehingga lapisan lendirnya menipis dan aktif melompat-lompat di di pinggiran kolam. Kesit menjabarkan, “Kalau lendirinya tipis, akan mudah ditempeli jamur. Apalagi dia bergesekan sama temennya, akhirnya ada yang luka. Di situ mulai diserang.” Kolam yang awalnya hijau atau cokelat juga akan berubah menjadi bening karena kematian plankton dan bakteri. Lele juga bisa keracunan amonium yang mendorong kematian massal secara mendadak. Jika kondisi ini dibiarkan, dalam hitungan jam hingga dua hari, lele yang dibudidaya mulai menggantung di permukaan air, respon makan hilang, kemudian mati massal.

Imunostimulan

Menurut Kesit, saat cuaca tidak menentu antara panas dan hujan, kunci utama keberhasilan budidaya adalah kesehatan ikan. Caranya dengan meningkatkan daya tahan tubuh pemilik nama ilmiah Clarias battracus itu dengan memberikan imunostimulan dan vitamin. “Itu harus selalu tersedia. Karena kalau sudah lingkungan yang penyebabnya, tidak ada cara lagi kecuali kita harus membikin daya tahan tubuh lele benar-benar kuat,” papar penemu kolam sistem paket padat tebar tinggi (budidaya lele sistem probiotik) ini.

Kesit menerangkan, saat musim penghujan dengan intensitas tinggi nafsu makan lele akan berkurang sehingga mudah terserang penyakit. Imunostimulan meningkatkan daya tahan lele dengan cara mendorong nafsu makan seperti pada cuaca normal. Ia menyarankan penggunaan imunostimulan herbal yang mengandung ekstrak bawang putih, kencur, rumput teki, dan bakteri Bacillus karena efeknya lebih terlihat. Imunostimulan ini diberikan cukup satu hari sekali jika hujan berlangsung terus menerus. Bilaintensitas hujan mulai menurun, imunostimulan cukup diimbuhkan 2 – 7 hari sekali.

Imunostimulan

Imunostimulan

Sementara, pemberian vitamin C akan memberikan efek hangat dalam tubuh ikan sehingga nyaman untuk makan. Vitamin rutin disajikan sekali setiap hari sesuai dosis yang tertera pada label kemasan. Kesit memberikan dua jenis pakan, yaitu pakan apung dan pakan tenggelam. Pakan apung diberikan berdasarkan adlibitum (sekenyangnya),sedangkan pakan tenggelam sebanyak 3% – 5% bobot tubuh. “Karena kalau pakan apung dia kenyang atau tidak ‘kan kelihatan dari respon makan dan kecepatan makannya,” ulas dia.

Lingkungan Budidaya

Untuk menjaga lingkungan budidaya, sambung Kesit, perlu perlakuan khusus seperti penambahan kapur dolomit atau kapur tohor sebanyak 15 – 25 gr/msore hari. “Tergantung ukuran ikan. Kalau masih ukuran 3 – 7 cm, kasih 15 gr/m3,” sarannya. Penambahan kapur bertujuan menstabilkan pH agar perairan tidak masam dan perubahan suhu tidak terlalu rendah. Suhu air pada cuaca normal berkisar 26° – 29°C. Namun, saat musim penghujan suhu bisa turun hingga 24°C. Yang harus dihindarkan pembudidaya, imbuhnya, suhu meluncur tajam dari 29°C langsung ke 24°C.

Selanjutnya, tambahkan mineral air berupa garam dengan dosis sebanyak dolomit selepas hujan turun. Probiotik pun wajib diberikan. Probiotik bermanfaat menguraikan sisa-sisa makanan yang terbuang dan menjaga kestabilan komposisi bakteri dalam air. Kesit mengingatkan,  setidaknya probiotik harus mengandung dua jenis bakteri. Yakni, bakteri yang berfungsi untuk menguraikan nitrit seperti Bacillus atau Nitrobacter dan bakteri yang menguraikan amoniak, seperti Nitrosomonas.

Kolam yang berbau terjdi karena banyak sisa pakan dan menghasilkan amoniak. Ini memerlukan kerja bakteri Nitrosomonas untuk menguraikan amoniak agar tidak meracuni ikan. Amoniak diurai menjadi nitrit. Selanjutnya, nitrit dimanfaatkan Bacillus atau Nitrobacter menjadi nitrat yang dimanfaatkan sebagai unsur hara bagi fitoplankton. Kesit menilai, hal inilah yang kurang diperhatikan pembudidaya. Mereka memberikan probiotik tanpa melihat komposisi bakteri yang terkandung di dalamnya sehingga probiotik tidak bisa bekerja secara efektif. “Makanya banyak kejadian kolam bau walaupun dikasih probiotik yang harganya mahal, itu karena fungsinya tidak sesuai,”cetusnya.

Kandungan amoniak tinggi akan sangat bahaya kala hujanturun. Polutan kondisi air yang menurun karena amoniak tinggi masih dibebani tambahan polutan logam berat atau asam yang terbawa air hujan. Lele pun semakin stres.

Windi Listianingsih
Sumber: http://www.agrina-online.com

Tulisan terkait:

Rumput Teki

Alicin Bawang Putih

Mecegah dan Mengobati Infeksi ? Coba Allicin Deh

Allicin Kimia
Allicin merupakan senyawa yang terkandung dalam bawang putih. Secara kimia merupakan senyawa organik yang mengandung gugus fungsional thiosulfinate. Thiosulfinate adalah gugus fungsi yang terdiri dari jaringan R-S(O)-S-R (R adalah substituen organik). Kelompok fungsional thiosulfinate jarang terjadi, tetapi senyawa ini diperlukan sebagai perantara dalam oksidasi tiol (berisi sulfhidril karbon terikat -C-SH atau R-SH) untuk asam sulfonat.
Selain banyak bermanfaat bagi kesehatan lainnya , allicin merupakan senyawa antibakteri yang kuat yang dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi. Allicin juga memiliki aktivitas antioksidan, kemampuan anti-inflamasi, aktivitas mengatur jantung, dan kanker mencegah sifat.

Allicin telah ditemukan dapat membunuh banyak jenis bakteri, termasuk Salmonella, E. Coli, Clostridium, Bacillus cereus, Helicobacter pylori, Streptococcus, Pseudomonas, dan banyak lainnya. Selain aktivitas antibakteri, allicin juga menunjukkan aktivitas antijamur dan antivirus. Jadi, allicin benar-benar dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai jenis infeksi.

Allicin ada didalam bawang putih

Allicin ada didalam bawang putih

Mendapatkan cukup allicin untuk mengobati dan mencegah infeksi dengan mengkonsumsi bawang putih setiap hari. Namun, harap diperhatikan bahwa allicin tidak tersedia dalam bawang putih segar. Allicin dibentuk oleh aksi enzim (alliinase) setelah bawang putih dihancurkan. Sebuah prekursor (allin) ditransformasikan dalam allicin oleh enzim.

Enzim alliinase tidak dapat bertahan dalam pencernaan (pH rendah perut akan cepat menonaktifkan enzim). Dengan demikian, menelan bawang putih mentah tidak akan mendapatkan efek maksimal antibakteri dari bermanfaat allicin. Jika Anda ingin mendapatkan sejumlah besar allicin dengan konsumsi bawang putih, yang perlu dilakukan adalah menghancurkan bawang putih (atau diiris kecil) dan diamkan selama beberapa menit sebelum dikonsumsi.

Bawang putih dapat menghasilkan allicin (dan banyak senyawa organik lainnya) yang memiliki khasiat sebagai antivirus, antibakteri, antijamur dan anti parasit.

Penulis:
R. Bourne, Ph.D.
Ph.D. Makanan dan Gizi. MBA.
R. Bourne menulis terutama tentang Kesehatan dan Kebugaran, Pengobatan Alternatif dan Healing, Nutrisi, Diet dan Ilmu dan Teknologi Pangan.

Sumber:
Vaidya, et al (2009). Garlic: Source of the Ultimate Antioxidants.

Gangguan Infeksi Pada Ikan

Penyakit akibat infeksi Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus. Produksi benih ikan secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering mendapat serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih ikan yang mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan. Dalam usaha pembesaran ikan belum ada laporan yang mengungkapkan secara lengkap serangan penyakit pada ikan, untuk pencegahan, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.

Penyakit parasit

Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyophthirius Multifiliis.

white-spot

Ichthyophthirius Multifiliis.

Pengendalian:
Menggunakan Methylene Blue konsentrasi 1% (satu gram metil biru dalam 100 cc air). Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan dibiarkan dalam larutan selama 24 jam. Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.

Penyakit jamur

Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan, atau dengan kata lain penyakit jamur adalah penyakit sekunder yang diawali dengan luka pada badan ikan.

Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek, kemungkinan ikan terserang jamur lebih besar.

Saprolegnia

Saprolegnia Sp.

Pencegahan penyakit jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi kehidupan ikan. Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya dipakai adalah Malachite green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit.

Achlya

Achlya

Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan diulang sampai tiga hari berturut- turut.

Penyakit bakteri

Penyakit bakteri juga menjadi ancaman bagi ikan. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip. Penyakit bakteri yang mungkin menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. dan Pseudomonas sp. Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri, ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera dimusnahkan.

Aeromonas Hydrophila

Aeromonas Hydrophila

Sementara yang terinfeks, tetapi belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara pengobatan. Antara lain:

– Dengan merendam ikan dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30–60 menit,
– Merendam ikan dalam larutan Nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam,
– Merendam ikan dalam larutan Oxytetracycline 5 ppm selama 24 jam.

sumber : http://www.iptek.net.id