Posts from the ‘Indukan’ Category

Pengertian Sertifikasi dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)

Sertifikasi adalah adalah rangkaian kegiatan dimana lembaga sertifikasi pemerintah atau lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional memberikan jaminan tertulis bahwa produk, jasa, proses atau individu telah memenuhi persyaratan standar atau spesifikasi teknis tertentu yang dipersyaratkan (Direktorat Perbenihan Dirjen Perikanan Budidaya, 2014).

Dalam Pedoman Umum CPIB (2008) disebutkan bahwa Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) adalah cara mengembangbiakan ikan dengan cara melakukan manajemen induk, pemijahan,  penetasan telur, pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan yang terkontrol, melalui penerapan teknologi yang memenuhi persyaratan  biosecurity, mampu telusur (traceability) dan keamanan pangan (food safety).

Dijelaskan lebih lanjut dalam Panduan Check List Audit CPIB Skala Kecil (2014), bahwa persyaratan yang harus dipenuhi dalam CPIB adalah sebagai berikut :

A.      Persyaratan Teknis

1)   Persyaratan lokasi : Bebas banjir dan bahan cemaran, mudah dijangkau, tersedia sumber energi / listrik, serta tersedianya sarana komunikasi dan transportasi.

2)   Persyaratan prasarana dan sarana, meliputi :

a.       Ruangan/Tempat : pengemasan, administrasi, mesin, penyimpanan peralatan, dan penyimpanan pakan, bahan kimia, dan obat-obatan.

b.      Bak/kolam : pengendapan/filterisasi/tandon, karantina induk, pemeliharaan induk, pemijahan dan penetasan, pemeliharaan benih, kultur pakan hidup, penampungan benih hasil panen, dan pengolahan limbah.

c.       Peralatan/mesin : kelengkapan peralatan produksi dan peralatan laboratorium (pH meter dan termometer).

3)   Pengelolaan air, meliputi :

a.       Pengendapan / filtrasi / sterilisasi sehingga air layak untuk pemeliharaan induk/benih dan produksi pakan hidup,

b.      Pengukuran parameter kualitas air (suhu, pH dan Salinitas)

4)   Pengelolaan induk, meliputi :

a.       Pemilihan induk : umur, ukuran dan kualitas sesuai persyaratan serta memiliki Surat Keterangan Asal (SKA)

b.      Karantina induk untuk mencegah masuknya organisme pathogen

c.       Pemeliharaan Induk: kondisi ruangan dan wadah sesuai untuk pematangan gonad, perkawinan, pemijahan, fertilisasi dan penetasan.

5)      Persyaratan pakan, meliputi :

a.       Pakan komersial :

1.      Pakan Komersial yang digunakan telah terdaftar di KKP

2.      Kandungan nutrisi pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisi induk/benih

3.      Kemasan pakan harus mencantumkan kandungan nutrisi, cara penyimpanan dan waktu kadaluarsa

4.      Penyimpanan sesuai persyaratan label kemasan

5.      Penyimpanan terpisah dari bahan kontaminan berbahaya

6.      Pemberian pakan sesuai jenis, dosis dan frekuensi

b.      Pakan formula buatan sendiri :

1.      Bahan yang digunakan tidak berbahaya dan tidak dilarang

2.      Kandungan nutrisi pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisi induk dan benih yang didukung dengan hasil uji

3.      Penyimpanan sesuai dengan persyaratan

4.      Pemberian pakan sesuai dengan jenis, dosis dan frekuensi

c.       Pakan hidup :

1.      Wadah pakan hidup terpisah dengan bagian lainnya dan tidak mudah terkontaminasi

2.      Pupuk/bahan yang digunakan tidak dilarang

3.      Dilakukan treatment (disinfeksi / bahan lain yang tidak dilarang) untuk pakan hidup dari alam

d.      Pakan segar : Penyimpanan pakan segar harus pada lemari pembeku (freezer)

6)      Pengelolaan Benih : Aklimasi benih di setiap tahapan pemeliharaan, Pengamatan pertumbuhan, sintasan,keseragaman dan abnormalitas, serta Pengamatan kesehatan dilakukan berkala secara visual

7)      Pemanenan Benih : Peralatan dan bahan panen bersih dan sesuai kebutuhan dan Pemanenan benih dilakukan dengan baik untuk mencegah kerusakan fisik dan stress

8)      Pengemasan Benih : Peralatan dan bahan pengemasan bersih dan sesuai kebutuhan dan Kepadatan benih sesuai jenis, umur dan ukuran ikan serta waktu tempuh.

B.       Persyaratan Manajemen

1)      Struktur Organisasi dan SDM

2)      Dokumentasi dan Rekaman

C.       Persyaratan Keamanan Pangan

1)      Sumber air terbebas dari pencemaran

2)      Tidak menggunakan bahan kimia dan obat-obatan yang dilarang oleh KKP

D.      Persyaratan Lingkungan

1)      Sanitasi lingkungan

2)      Melakukan biosecurity

Penulis: Miskun Susilo, A.Md. (Penyuluh Perikanan Pelaksana Lanjutan) 

PEMBENIHAN IKAN HIAS BLACK GHOST

f_22983_blackghost.pngI. PENDAHULUAN

Nama umum: Black Ghost Knife Fish
Nama Ilmiah: Apteronotus albifrons
Rata Fish Dewasa Ukuran: 20 inci / 50 cm
Tempat Asal: Venezuela sampai Paraguay, sungai Paraná dan Amazon Basin Peru, Amerika Selatan
Suhu: 73-82 Deg F / 23 – 28 Deg C
Kimia air: pH 6,0-8,0

Ikan Black Ghost ( Afteronotus albifrons, Linneaus ) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.

” Black Ghost ” berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.

Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ‘ Soft ‘ ( lunak ) dan cenderung asam, walaupun demikian ‘ Black Ghost ‘ relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.

II. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan ” Black Ghost ” adalah :

1. Wadah pemeliharaan & perlengkapan

~ Akuarium ukuran ( 40 x 40 x 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.

~ Akuarium ukuran ( 60 x 40 x 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.

~ Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi.

~ Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, soope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat,dll)

2. Pakan

~ ‘Blood worm’ yang digunakan sebagai pakan induk.

~ Cacing rambut yang digunakan sebagai pakan ikan mulai umur + 2 minggu sampai dewasa.

~ Artemia, yang digunakan untuk pakan larva.

III. Kegiatan Operasional

1. Pembenihan

Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk dan calon induk, pemijahan serta perawatan larva.

1.1. Pemeliharaan Induk

Perbedaan jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa, terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk Black Ghost dapat matang telur setelah berumur sekitar satu tahun dengan panjang + 15 cm.

Induk betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium berukuran ( 80 x 40 x 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa ‘Blood Warm’ yang diberikan dengan frekuensi 3 kali/hari secara (ad libitum).

Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.

1.2. Pemijahan

Pemijahan dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah 2 : 1. Pada wadah pemijahan tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 30x20x7 )cm yang diisi dengan batu sebagai tempat penempelan telur dan pada bagian tengah baki ditutup dengan baki berlubang (20x15x10) cm untuk melindungi telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran (80 x 60 x 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5 ekor jantan.

black ghost sexes

Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black Ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam hari. Menjelang terbit matahari, tempat penempelan telur berupa baki harus segera diambil dan dipindahkan ke tempat penetasan, untuk menghindari pemangsaan telur tersebut oleh induknya. Telur yang dipanen dari baki pemijahan + 200 butir/hari.

1.3. Penetasan telur dan perawatan larva

Penetasan telur dilakukan di akuarium, dan akan menetas pada hari ketiga. Makanan berupa naupli artemia mulai diberikan pada hari ke-10 setelah penetasan dan selanjutnya diberi cacing rambut secara ad libitum.

burayak black ghost

1.4. Pendederan dan Pembesaran

Kegiatan pendederan dilakukan setelah larva dapat memakan cacing rambut, yaitu + berumur 2 minggu, sampai ikan mencapai ukuran + 1 inchi dengan lama pemeliharaan 1 – 15 bulan sedangkan kegiatan pembesaran ikan Black Ghost dilakukan untuk mencapai ukuran komersial, yaitu 2-3 inchi. Wadah yang digunakan dapat berupa akuarium atau bak dengan padat tebar 2 – 5 ekor / l. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah cacing rambut secara ad libitum. Ikan Black Ghost dengan ukuran 2 inchi dapat dicapai dalam waktu dua bulan. Sedangkan ukuran 3 inchi dapat dicapai dengan menambah waktu pemeliharaan selama tiga minggu. Penyiphonan untuk membuang kotoran harus dilakukan setiap hari agar kualitas media tetap terjaga.

Sumber: bbat-sukabumi

SNI – PERIKANAN AIR TAWAR

DAFTAR SNI – PERIKANAN AIR TAWAR

header KKP GO ID

NOMOR TAHUN TENTANG
6138:2009 2009 Induk ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok
6139:2009 2009 Produksi induk ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok
6140:2009 2009 Benih ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar
6141:2009 2009 Produksi benih ikan nilah hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar
7583:2010 2010 Pengemasan benih ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) pada sarana angkutan darat
7584:2010 2010 Pengemasan benih ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) pada sarana angkutan udara
02-6730.1-2002 2002 Benih kodok lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar
02-6730.2-2002 2002 Induk kodok lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas induk pokok (Parent Stock)
02-6730.3-2002 2002 Produksi benih kodok lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar
02-6730.4-2002 2002 Produksi induk kodok lembu (bull frog) (Rana catesbeiana Shaw) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6486.1-2000 2000 Induk udang galah (Macrobranchium rosenbergii de Man) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6486.2-2000 2000 Benih udang galah (Macrobranchium rosenbergii de Man) kelas benih sebar
02-6486.2-2002 2002 Produksi induk udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6486.3-2000 2000 Produksi benih udang galah (Macrobranchium rosenbergii de Man) kelas benih sebar
01-6489-2000 2000 Metode pengambilan contoh benih ikan dan udang
01-6491-2000 2000 Metode pengujian mutu daya tetas artemia
01-6485.1-2000 2000 Induk ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6485.2-2000 2000 Benih ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar
01-6485.3-2000 2000 Produksi benih ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar
01-6483.1-2000 2000 Induk ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6483.2-2000 2000 Benih ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) kelas benih sebar
01-6483.3-2000 2000 Produksi Induk ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6483.4-2000 2000 Produksi benih ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) kelasenih sebar
01-7256-2006 2006 Produksi benih ikan patin jambal (Pangasius djambal) kelas benih sebar
01-7471.1-2009 2009 Ikan patin jambal (Pangasius djambal) Bagian 1: induk kelas induk pokok (parent stock)
01-7471.2-2009 2009 Ikan patin jambal (Pangasius djambal) Bagian 2: Produksi induk kelas induk pokok (parent stock)
01-7471.3-2009 2009 Ikan patin jambal (Pangasius djambal) Bagian 3: Benih kelas benih sebar
01-6484.1-2000 2000 Induk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6484.2-2000 2000 Benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar
01-6484.3-2000 2000 Produksi induk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6484.4-2000 2000 Produksi benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar
01-6130-1999 1999 Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6131-1999 1999 Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6132-1999 1999 Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas benih sebar
01-6133-1999 1999 Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas benih sebar
01-6134-1999 1999 Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6135-1999 1999 Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6136-1999 1999 Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas benih sebar
01-6137-1999 1999 Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas benih sebar
01-6138-1999 1999 Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6139-1999 1999 Produksi Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok (Parent Stock)
01-6140-1999 1999 Benih Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar
01-6141-1999 1999 Produksi Benih Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar

Berakhirnya Siklus Agustus 2013

image

Alhamdulillah,

Berakhir sudah siklus produksi Agustus 2013, dengan susah payah akhirnya terjual 720.000 ekor bibit patin.

Secara umum produksi Agustus ini berjalan baik, Hatching Rate sekitar 60%, bibit ikan dari mulai larva sampai dipanen sehat wal’afiat.

Bukan satu ambisi yang tak beralasan, kalau kita berupaya terus meningkatkan produksi seoptimal mungkin.

Bukankah Allah berfirman

ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺟُﻨَﺎﺡٌ ﺃَﻥْ ﺗَﺒْﺘَﻐُﻮﺍ ﻓَﻀْﻼً ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ َ

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. ” QS2:198

Namun, Masih banyak detail yang harus dipelajari, diuji dan dibakukan dalam bentuk SOP yang mudah diterapkan, bagi yang awam sekalipun.
Masih banyak pertanyaan yang belum dapat jawaban.

Penting juga membenahi beberapa infrastruktur mengingat sumber air yang kurang mendukung. Air tandon perlu direkayasa agar nyaman bagi telur, larva sampai bibit 3/4 inci.

Selain itu, siklus berikutnya perlu ada penambahan indukan dengan berat diatas 2.5 Kg. Sampai akhir tahun ini diharapkan ada tambahan indukan betina 600 kg.

image

Komandan siap,
mari meningkatkan apa yang sudah baik, dan memperbaiki apa yang belum sempurna.

“yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri…” (8:53)

Commuter Line
Kamis, 12 Sep 2013,
jam 21:26

Patin 2015: Analisa Kosong.

Target pemerintah untuk produksi ikan patin tahun 2013 gak main-main 1,1 juta ton. Dengan target ekspor sekitar 5 Milyar USD. Angka yang fantastis 2x lebih banyak dari tahun 2012.

Produksi Patin Indonesia mulai berkembang pesat sejak tahun 2008, saat produksi Patin dari Vietnam banyak ditolak masuk ke berbagai negara dengan sebab tidak memenuhi standar sehat untuk dikonsumsi.

Akibat penolakan tersebut, industri Patin di Vietnam jadi issue rumit, pembudidaya banyak yang tidak sanggup membayar pinjaman Bank, pihak bank menolak permohonan pinjaman baru untuk industri patin.

Pada 20 Juni 2011, Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Fadel Muhammad, memberlakukan Peraturan Menteri nomer PER.15/MEN/2011 tentang PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN YANG MASUK KE DALAM WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

Dengan diberlakukan PER.15/MEN/2011 tersebut maka import Patin yang masuk ke Indonesia makin berkurang.

Wal hasil produksi Patin yang banyak di negeri Vietnam, tidak sebanding dengan pasar ekspor yang makin merosot sejak tahun 2008. (vietnamexport.com)

Pemerintah Vietnam tidak tinggal diam, mereka cepat berbenah, melibatkan Aquaculture Stewardship Council (ASC), badan independen non profit yang bermarkas di Belanda, membuat ASC PANGASIUS STANDARD yang dipakai untuk memperbaiki kwalitas produksi. Standar tersebut disusun dari tahun 2007 sampai 2011 hasil berdialog dengan lebih dari 600 orang stakeholder di industri patin.

Sementara untuk perbaikan genetik indukan ikan Patin yang bebas dari virus dan antibiotik, dimana keduanya menjadi issue utama terpuruknya industri Patin Vietnam.Maka pada Juli 2013 pemerintah Vietnam mengeluarkan KepMen no.1673, tentang Pangasius Broodstock Management.(pangasius-vietnam.com)

Nantinya induk pilihan akan dipasang Chip untuk mendukung manajemen broodstock yg terkontrol, sehingga nantinya akan diproduksi produk olahan ikan patin yang bebas virus, antibotic dan pestisida. Sehingga tidak ada alasan produk industri Patin Vietnam ditolak untuk masuk pasar dunia seperti masa kejayaannya sebelum tahun 2008.

Jika proyek tersebut berjalan baik, maka pada tahun 2015 pembudidaya patin di negeri tercinta Republik Indonesia harus segera berbenah untuk bisa bersaing secara profesional dengan negeri asal ikan Patin. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk pembudidaya meningkatkan produksi bukan hanya pada kwantitas saja tapi harus juga menekankan pada kwalitas.

Adalah tanggung jawab semua stakeholder perikanan untuk selalu ramah terhadap lingkungan. Bijak dalam menggunakan antibiotik. Lebih mengutamakan kwalitas bibit, kwantitas diurutan berikutnya.

image

Semoga perikanan Indonesia terus dapat menjadi penyumbang devisa bagi negeriku tercinta ini.

Amiiin.

Ada apa dengan Agustus 2013

bismillah

Pasir Gaok, 5 Syawal 1434 H.

Sudah berlalu Ramadhan dengan segala kemuliaannya, sebulan penuh menahan segala asa dan keinginan untuk berkarya. Namun penghormatan terhadap bulan kerinduan, yang mana didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, ikhlas tertunda semua harapan.

Syawal pun datang bertepatan dengan 9 Agustus 2013, dimulainya cerita baru dengan semangat dan kepemimpinan yang baru untuk kembali memproduksi bibit patin yang bermutu.

Senin, 2 September 2013, Insya Allah panen bibit 3/4 inci.

Chronological Journal

clock_e0

Kamis, 29 Agustus 2013

  • Grading bibit patin pemijahan tanggal 14 Agustus 2013,

Jum’at, 23 Agustus 2013

  • Tanda-tanda kehidupan mulai bermunculan, Alhamdulillah ala kullihal, Hatching Rate kembali dibawah standard, ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi indukan yang memang belum saatnya untuk dipijahkan.

Rabu, 21 Agustus 2013

  • Pemijahan kedua dibulan Agustus kembali dilakukan,

Jum’at, 16 Agustus 2013

  • Tanda-tanda kehidupan telah tampak,

Kamis, 15 Agustus 2013

  • Kehidupan baru bibit patin dimulai
  • Alhamdulillah 25% kapasitas Farm-1 sudah terisi,
  • Insya Allah pada tanggal 19 Agustus 2013 dilakukan seleksi induk kembali.

Rabu, 14 Agustus 2013

  • Stripping time
  • Tebar telur 34 Aquariums

Selasa, 13 Agustus 2013

  • Persiapan amunisi
  • Peralatan induced breeding

Senin, 12 Agustus 2013

  • Seleksi induk betina dan jantan
  • Pemberokan

dolphin-leaping-out-of-water-doing-an-aerial-loop

Minggu, 11 Agustus 2013

  • Pengisian tandon
  • Cek dan perbaikan semua instalasi dan system

pH air tandon

Salam,

Pasir Gaok Fish Farm

Contact Me

Transportasi Bibit

Produksi gas beracun seperti amonia dan kelebihan jumlah karbon dioksida sebagai produk limbah metabolik adalah penyebab utama dari kondisi stres dan kematian ikan. Beberapa obat-obatan dan bahan kimia dapat digunakan untuk mengurangi tingkat metabolisme, sehingga mengurangi tingkat produksi amonia dan karbon dioksida. Dengan beberapa perlakuan tingkat stres pada ikan dapat dikurangi. Dalam kondisi stres ikan menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri patogen. Penggunaan antibiotik dan beberapa terapi dapat membantu dalam mengurangi risiko mortalitas yang tinggi saat ikan diangkut menggunakan kantong plastik

Beberapa anestesi (obat bius) tersedia dipasaran, seperti Novocaine dengan dosis 50 mg / kg ikan, natrium barbital dosis 50 mg / kg ikan dan tertiary amyl alcohol dengan dosis 2 mg, dapat digunakan untuk anestetik ikan yang akan diangkut. Ms 222 juga merupakan obat penenang yang umum yang dapat digunakan untuk induk ikan. Asam karbonat dengan konsentrasi 500 ppm dapat membatu menenangkan burayak selama waktu transportasi benih ikan.

Pemberian obat anti stres dan luka

Pemberian obat anti stres dan luka

Standard Operasional Prosedur Pengepakan Larva atau Bibit Ikan

  • Puasakan ikan 1-2 hari sebelum transportasi,
  • Lakukan pengepakan ditempat yang teduh,
  • Gunakan air sumur yang sudah diendapkan,
  • Pilih hanya larva atau bibit ikan yang sehat dan kuat saja,
  • kantong plastik harus diperiksa sebelum dan sesudah oksigen diisi kedalam kemasan untuk memeriksa kemungkin kebocoran;
  • Plastik yang sudah berisi ikan ditutup untuk menghindari sinar matahari langsung;
  • Ketika beristirahat selama perjalanan, pembawa bibit harus memarkirkan kendaraan ditempat teduh,
  • Jika suhu udara sekitar tinggi, sesekali memercikkan air dingin (gunakan wadah dari logam) untuk menurunkan suhu
  • Sebelum melepaskan bibit ke kolam, letakan kantong bibit diatas air di mana benih akan dilepaskan, setidaknya selama 10-15 menit untuk menyamakan suhu,
  • perlahan campurkan air kolam dan secara bertahap melepaskan ikan;
  • jika menggunakan anestesi (obat bius), lakukan percobaan dulu untuk menentukan dosis yang bervariasi tergantung dari kualitas air dan jenis ikan.

Bibit diterima dalam keadaan sehat oleh pembeli

Bibit diterima dalam keadaan sehat oleh pembeli

Source: fao.org

Salam,

EmpangQQ.com