Posts from the ‘Empang’ Category

Pasir Gaok Fish Farm

Pasir Gaok adalah nama sebuah desa yang terletak di kecamatan Rancabungur kabupaten Bogor. Sekitar 7km ke arah Barat dari pertigaan monumen helikopter Lapangan Udara Atang Sanjaya.

Lokasi Pasir Gaok Fish Farm

Keberadan lahan budidaya ikan di desa Pasir Gaok ini sudah ada sejak tahun 2009. Diatas lahan seluas 8000m2 ini dibangun fasilitas untuk mendukung usaha budidaya ikan air tawar.

image

Fasilitas tersebut adalah;

– sebuah rumah,
– empang tanah,
– empang tembok,
– pemeliharaan induk intensif 
– kolam tembok pemberokan
– kolam terpal,
– kolam khusus pemijahan bawal
– armada L-300 yang siap mengantar order walau sampai Kota Palembang.

image

Pickup L-300

Pada awalnya kami memulai dengan budidaya pembesaran ikan lele, pembibitan ikan Lele, pemijahan ikan Gurame, pemijahan ikan Bawal.

Pada bulan April 2012 kami membuat panti benih atau dalam istilah asing.dikenal dengan Hatchery. Panti benih ini berdiri diatas lahan seluas 400 m2 dengan instalasi sebagai berikut:
– Indoor hatchery berisi 38 aquarium ukuran 100×200 cm
– Tandon air
– Kolam pemijahan indukan
– Area cacing
– Area kultur artemia
– Area tabung gas
– Area peralatan farm
– Area sortir dan pengepakan.

image

indoor hachery

image

Kolam pemijahan

image

Area Sortir dan Pengepakan

image

Area Cacing

image

Panen Artemia

Kutu Jarum (Anchor Worm)

Anchor Worm atau Lernea, yang lebih umum dikenal oleh Petani Ikan Gurame di daerah Bogor dengan nama Kutu Jarum ini, adalah parasit yang menempel pada tubuh ikan yang disebabkan oleh cacing jangkar (Anchor Worm).

Secara kesat mata Kutu Jarum ini terlihat berwarna merah keputihan, seperti benang atau cacing yang menjuntai dengan panjang sekitar seperempat inci.

Bila kehadirannya tidak diwaspadai serangan Kutu Jarum dapat menyebabkan Ikan kehilangan berat badan, muncul dipermukaan air dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Kutu Jarum dapat menempel di manapun pada tubuh ikan, termasuk mata, insang, dan sirip.

Sebagai parasit Kutu Jarum menempel pada tubuh ikan dengan cara membenamkan kepalanya, yang berbentuk jangkar, ke otot atau insang ikan. Kehadiran parasit ini pada tubuh ikan memudahkan ikan terinfeksi bakteri pada luka di mana Kutu Jarum melekat.

Siklus Kutu Jarum

Kutu jarum dalam masa pertumbuhan sebelum dewasa seperti jentik nyamuk (dalam lingkaran merah).

 

 

 

 

Pengalaman kami untuk mengetahui serangan Kutu Jarum pada empang  Induk Gurame adalah :

– ikan terlihat sering menggosokan badannya dibenda-benda yang kasar,

– kesulitan bernapas

– muncul dipermukaan air dangan kelesuan (lama berdiam tanpa gerakan),

– Ikan Gurame yang berwarna hitam cerah berubah terlihat berwarna merah kecoklatan.

Karantina Ikan Baru.

Kutu jarum ini sangat menular, jangan pernah menyatukan ikan yang baru dibeli tanpa melakukan pemeriksaan dari parasit Kutu Jarum. Jadi pastikan lakukan karantina semua ikan baru. Tindakan pencegahan untuk mengkarantina ikan dapat dilakukan dengan salah satu dari cara berikut:

– Mencelupkan ikan pada konsentrat PK (Permanganat Kalium) 100mg per 25 liter air

– atau direndam dalam larutan air garam 1-2 sendok makan per 25 liter air selama 1 jam,

– atau direndam dalam larutan

2 – 4 ml formalin per 25 liter air selama 30 menit,

Setelah salah satu perlakuan diatas dilakukan, pastikan untuk segera memindahkan ikan ke kolam air bersih karena mungkin ikan kehilangan keseimbangan selama proses karantina.

Jelas, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Cara Pengobatan

Untuk kasus yang kami alami, sebanyak 48 ekor induk Ikan Gurame dalam satu empang berukuran 120 m2 kedalaman 80cm terserang parasit Kutu Jarum. Tindakan yang kami lakukan adalah, memindahkan indukan ke empang lain dengan ukuran 100 m2 kedalaman 40cm. Ikan tidak kamu berimakan selama 2 hari, karena memang beberapa ikan yang sakit parah nafsu makannya menurun.

Hari-1, setelah ikan dimasukan ke dalam kolam, ditempat air masuk kami taburkan 30g Abate . Beruntung, setelah ikan dipindah ke kolam pengobatan, hari berikutnya matahari bersinar cerah cenderung panas.

Hari ke-2, kami berikan 2 lembar daun sente,

Hari ke-3, kami beri pakan 1kg pelet dicampur dengan 1 kapsul Super Tetra yang diseduh 1 gelas air hangat. 1 lembar Ddun sente diberikan siang hari kalau daun sente sebelumnya habis.

Hari ke-7, ikan mulai terlihat memiliki nafsu makan dan lincah berburu pelet.

Hari ke-10, induk Gurame sudah bersih dari Kutu Jarum.

Hari ke-15, induk Gurame sudah ada yang menghasilkan telur kembali. Alhamdulillahi rabbil’alamin.

Saat ini satu empang induk gurame lainnya yang berisi 60 ekor indukan terserang parasit Kutu Jarum, sepertinya kasus ini lebih parah dari kasus sebelumnya. 5 sampai 7 ekor induk sudah terlihat dipermukaan dengan warna sisik yang kemerahan, sepertinya bakteri sudah mulai menyerang. Dengan kondisi cuca yang hujan hampir setiap hari, kami khawatir pengobatan kali ini tidak sesukses kasus sebelumnya.

Kami baru saja selesai melakukan perendaman ikan dalam larutan PK dan Garam, memindahkan ikan ke empang lain untuk pengobatan, serta menaburkan 30gr Abate pada aliran air masuk.

Yang kami bisa lakukan hanya berupaya dan menunggu hasil dari apa yang kami upayakan. Semoga induk-induk Gurame pilihan dapat sehat kembali.

Demikian pengalaman yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Informasi ini diberikan sebagai pedoman untuk membantu Anda dengan menentukan penyebab masalah kesehatan ikan. Dengan mengikuti panduan di situs kami Anda setuju bahwa kami tidak akan bertanggung jawab atau berkewajiban atas kerugian yang mungkin Anda dapatkan. Kami hanya berbagi manfaat dari pengalaman kami dengan kesehatan ikan Gurame.