Archive for December, 2017

​Mengenali Gejala Penyakit Columnaris

Columnaris adalah bakteri gram negatif, bakteri aerobik. Artinya bakteri ini dapat tumbuh subur dalam kolam yang kadar oksigennya baik, berair ‘bersih’.

Tidak seperti beberapa penyakit lain yang tumbuh subur di O2 rendah, air kolam keruh atau muatan organik tinggi.

Penyakit Columnaris atau Saddleback Disease ini disebabkan oleh bakteri flavobacterium umum ditemukan di semua kolam ikan. Keberadaan mereka tidak menjadi masalah sampai ikan baru yang membawa penyakit diditebar ke kolam atau ikan melemah atau terluka sehingga bakteri flavobacterium dapat hinggap dan berkembang biak menjadi penyakit, kemudian akan menyebar dengan cepat keseluruh kolam.

Bakteri ini akan tumbuh subur dan bereproduksi lebih cepat dengan suhu air di atas 26℃. Dengan suhu dibawah 26℃  bakteri ini tetap bereproduksi, walau tidak akan secepat suhu diatas itu.

Identifikasi 

Penyakit ini membingungkan dan sulit untuk diidentifikasi pada awalnya karena ada empat starin (jenis) yang menyebabkan penyakit ini, kalau flavobacterium yang menyerang strain yang bergerak lambat, gejala penyakit dapat terlihat warna putih pucat di sirip punggung ikan, sehingga penyakit juga dinamai sebagai Saddleback Disease,

Foto: Andri Arifin

Untuk strain flavobacterium yang bergerak lebih lambat lagi akan menyebabkan penyakit moncong putih ( Cottonwool atau Cottonmouth Desease),  karena ikan yang sakit akan terlihat seperti ada lapisan  kapas di sirip, sisik dan sering di mulut mereka.

Dengan strain flavobacterium yang bergerak lebih cepat hampir tidak ada gejala terlihat. Suatu hari ikan akan baik-baik saja, hari berikutnya mati.

Gejalan umum dari penyakit ini antara lain:

  • Ikan menyendiri
  • Berenang dipermukaan kesulitan bernafas,
  • Terlihat pucat dan / atau kembung di sekitar daerah sirip dada atau ventral,
  • Berenang lemah.
  • Atau berenang tidak menentu seperti ada sesuatu yang terjadi dengan kandung kemihnya,

Pada akhirnya ikan yang sakit akan berada di dasar kolam dan mati. Diikuti dengan ikan lain dengan cepat. Kematian masal bisa terjadi dalam waktu 12-48 jam.

Ini akibat bakteri menyerang jaringan insang sehingga ikan akan kesulitan bernafas di dalam kolam atau di permukaan air. Begitu bakteri flavobacterium masuk dalam aliran darah, kematian terjadi sangat cepat.

Sumber: CindiL

Media Filter Air

Sekilas media filter yang umum digunakan untuk meningkatkan kualitas air. 

Media Filter Air

1. Pasir Silika atau Antrasit , berfungsi untuk menyaring partikel-partikel berukuran besar.

2. Pasir Aktif  atau Manganeese Greensand, berfungsi untuk mengoksidasi besi dan mangan.

3. Karbon Aktif, berfungsi untuk menyerap bau dan warna.

4. Resin Kation , berfungsi untuk menyerap Kalsium (Ca) dan Magnesium ( Mg)  yang terkandung dalam air.

5. Zeolit, berfungsi untuk:

  • Menjaga keseimbangan pH,
  • Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air,
  • Mampu mengikat logam berat yang bersifat racun misalnya Pb dan Cd.
  • Menyerap unsur NH4, H2S, Besi dan logam lain

6. Bioball, berdasarkan fungsinya bukan sebagai saringan, melainkan  sebagai media tempat/rumah bagi bakteri. Bila dalam bioball dominan bakteri pembersih, makin banyak koloni bakteri ‘tukang bersih-bersih‘ hasilnya air akan lebih bersih.

Demikian beberapa media filter air yang umum digunakan. Semoga bermanfaat.

Meningkatkan Imunitas, Pertumbuhan & Kinerja Biologis Ikan


Vitamin adalah nutrisi penting yang ditemukan dalam makanan. Berbagai macam vitamin melakukan fungsi spesifik dan vital dalam berbagai sistem tubuh untuk menjaga kesehatan optimal. Vitamin adalah kelompok senyawa organik heterogen yang penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan ikan. 

Vitamin berbeda dari nutrisi makanan utama (protein, lipid, dan karbohidrat) karena zat ini tidak terkait secara kimia satu sama lain. Vitamin ada dalam jumlah yang sangat kecil dalam makanan hewan dan tumbuhan. Vitamin dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah sedikit. Secara umum, semua ikan akan tampak tanda kelainan morfologi dan fisiologis yang berbeda saat kebutuhan vitamin tertentu tidak ada dalam pakanannya.

Ada dua jenis vitamin yaitu  Vitamin larut dalam lemak (Fat-soluble vitamins) dan Vitamin yang larut dalam air (Water-soluble vitamins).

Fat-soluble vitamins.

Vitamin yang larut dalam lemak sebelum diserap ke dalam aliran darah untuk menjalankan fungsinya. Kelebihan vitamin ini akan disimpan di hati. Fat-soluble vitamins diserap dari saluran pencernaan dengan adanya lemak dan dapat disimpan di dalam cadangan lemak tubuh setiap kali asupan makanan melebihi tuntutan metabolik.

Vitamin yang larut dalam Lemak: 

  • Vitamin A1 (Retinol, retina, asam retinoat), 
  • Vitamin A2 (Dehydroretinol), 
  • Vitamin D2 (Ergocalciferol),
  • Vitamin D3 (Cholecalciferol),
  • Vitamin E (Tokoferol, tocotrienols), 
  • Vitamin K1 (Phylloquinone),
  • Vitamin K2 (Menaquinone ),
  • Vitamin K (Menadione)

Water-soluble vitamins.

Vitamin yang larut dalam air  dan tidak disimpan oleh tubuh. Karena mereka dieliminasi dalam urin dan memerlukan pasokan harian terus menerus dalam makanan ikan. Water-soluble Vitamin mudah dihancurkan atau dicerna saat penyimpanan makanan. 

Vitamin yang larut dalam air: 

  • Thiamin (Vitamin B1),
  • Riboflavin (Vitamin B2), 
  • Niacin (Vitamin B3), 
  • Vitamin B6 (Pyridoxol, pyridoxal, pyridoxamine), 
  • Asam Pantotenat (Vitamin B5) 
  • Biotin (Vitamin H, vitamin B8), 
  • Asam folat (Vitamin M , Vitamin Bc, Vitamin B9) 
  • Vitamin B12 (Cobalamin), 
  • Kolin (Gossypine), 
  • Vitamin C (Asam askorbat).

Manfaat Multivitamin.

  • Membantu perkembangan tulang, gigi dan eksoskeleton (cangkang pada udang) yang normal, 
  • Menjaga kesehatan kulit dan membran, 
  • Membantu metabolisme energi dan pembentukan jaringan, 
  • Meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor dan pemanfaatan,
  • Meningkatkan rangsangan kekebalan,
  • Menurunkan kejadian penyakit,
  • Bertindak sebagai antioksidan,
  • Bertindak seperti ‘Semen’ untuk jaringan ikat, 
  • Membantu penyembuhan luka,
  • Membuat penyerapan zat besi,
  • Manfaat untuk mata dan penglihatan yang sehat,
  • Dibutuhkan dalam sejumlah besar proses biologis,
  • Membuat kolagen dalam tubuh,
  • Membuat kulit, sendi, exoskeleton dan tulang kuat,
  • Mengatur fase ganti kulit pada udang.

Source: the fish site

Gangguan Insang akibat Bakteri atau Lingkungan

Source FAO

Source FAO

Gangguan pada insang dapat dikatagorikan kedalam kelompok akut kronis, terutama pada ikan budidaya. Karena ikan akan mengalami gangguan pernafasan dan osmoregulatory.

Gangguan insang dapat disebabkan oleh beberapa agen:

1. Myxobacteria (flavobacterium branchiophilum) didukung dengan kondisi lingkungan yang kurang kondusif dapat menyerang insang ikan. 

2. Kekurangan asam pantotenat (Vitamin B5) akan menyebabkan gangguan kesehatan insang, nutrisi yang dibutuhkan insang.

3. Pencemaran atau pestisida kimia dengan infeksi mikotik sekunder (penyakit insang hemoragik). 

Gangguan insang akibat stres biasanya dipicu oleh:

1. Kandungan oksigen rendah.

2. Kekeruhan air yang tinggi.

3. Amonia tinggi dalam air.

4. Perubahan pH air.

5. Padat tebar tinggi.

6. Kekurangan nutrisi ikan.

7. Cedera mekanis pada kulit atau insang.

8. Penumpukan bahan organik anorganik dan beracun

Kasus gangguan insang biasa dijumpai pada sebagian besar spesies ikan yang dibudidayakan. Seperti Salmonids, ikan Mas, ikan Lele, ikan Patin, Belut dan ikan lainya. 

Cara penularan.

Untuk gangguan insang akibat bakteri ( Backterial Gill Disease) penularan terjadi dari air ke ikan dan dapat juga  ditularkan melalui luka insang ikan yang sakit

Tanda klinis ikan yang menderita gangguan insang antara lain:

1. Nafsu makan berkurang.

2. Gerakan ikan lamban.

3. Ikan berenang di dekat permukaan air dan sering berbaris melawan saluran masuk air mencari oksigen (DO) yang tinggi.

4. Salah satu gejala yang paling konstan adalah sekresi mukus yang meningkat oleh insang.

5. Insang bisa bengkak dan sesak, yang berwarna merah lebih tua dari biasanya.

6. Tanda gangguan insang karena bakteri adalah ada bintik putih keabu-abuan putih pada insang. Bintik-bintik ini terlihat saat ikan berenang atau berputar di air.

7. Gangguan insang karena polusi kimia atau pestisida ( (Haemorrhagic gills disease) ditandai dengan adanya tonjolan seukuran butir pasir di kapiler insang.

Bersambung… Kereta sudah sampai stasiun. Bye

Desinfektan: Glutaraldehyde

Definisi

Glutaraldehyde merupakan desinfektan golongan aldehyde, termasuk desinfektan yang kuat, spektrum aplikasi luas, dapat membunuh mikroorganisme dan virus. Bekerja dengan cara denaturasi protein dan umum digunakan dalam campuran air konsentrasi 0,5% – 5%. Keunggulan golongan aldehyde adalah sifatnya yang stabil, persisten, efek samping minimal, dapat dibiodegradasi dan tidak menyebabkan kerusakan pada material peralatan. Larutan glutaraldehyde 2% efektif terhadap bakteri vegetative seperti Mycobacterium tuberculosis, fungi dan virus akan mati dalam waktu 10 – 20 menit (Rusmah, 1993; Sukhija et al., 2010).

Mekanisme Kerja

Mikroorganisme Target Mekanisme Aksi Glutaraldehyde
Spora bakteri Konsentrasi rendah: Menghambat perkecambahan spora

Konsentrasi tinggi: Berinteraksi kuat dengan lapisan luar sel.

Mycobacteria Aksi belum diketahui secara pasti, namun kemungkinan melibatkan interaksi dengan dinding sel mycobacteria.
Bakteri lain yang tidak berspora Membentuk ikatan yang kuat dengan lapisan  pada bakteri gram positif dan gram negatif, hubungan silang asam amino pada protein, menghambat proses transport ke dalam sel
Fungi Berinteraksi dengan dinding sel fungi
Virus Mekanisme aksi melalui interaksinya dengan DNA-protein secara silang dan pergantian capsid.
Protozoa Mekanisme aksi belum diketahui.

 

Dosis

Larutan glutaraldehyde 2% direkomendasikan untuk sterilisasi peralatan bedah, daerah operasi, perawatan endodontik intrakanal dan sterilisasi bahan cetak alginat pada bidang kedokteran gigi. Studi menunjukkan bahwa glutaraldehyde adalah fiksatif yang efektif dengan efek samping minimal, penetrasi terbatas dan kerja cepat. Studi pulpotomi menggunakan glutaraldehid sebagai agen fiksatif menghasilkan tingkat keberhasilan yang tinggi (Rusmah, 1993).

Produk

  • Agrigerm (sedian cair, setiap liter mengandung glutaraldehida 40 g, glikosal 32 g, formaldehyde 31,5 g, oimetil didesil ammonium klorida 100 g. produksi lab.ceetal-perancis.
  • Aldekol des 02 (sedian cair, mengandung isopropanole, formaldehyde, glutaraldehide, dan benzalkonium chloride. Produksi ewabo chemikalien GmbH, jerman/satwa jawa jaya.
  • Alcide (sedian cair, mengandung glutaraldehide, coco benzyl dimethylammonium chloride . digunakan untuk desinfeksi. Produksi surya hidup satwa.
  • Biodan (sedian cair, komposisinya glutaraldehyde 15%, cocobenzil dimethyl ammonium kloride 10 % sebagai desinfektan. Produksi vaksindo satea nusantara.
  • Formades (sedian cair, setiap liter mengandung formalin 240 g, glutaraldehide 40 g, benzalkoinun klorida 30 g. penggunaan desinfektan, produksi medion.
  • Omnicide (sedian cair, mengandung glutaraldehide, dimetil cocobenzil ammonium chloride. Desinfeksi, produksi Coventry chemical limited inggris/pimaimas citra.
  • Sanitas-151 (sedian cair, komposisi glutaraldehide 15 % benzalkonium chloride 10 %. Sebagai antiseptic dan desinfektan. Produksi mitravet.

Penulis: Munajat Putri