Source FAO

Source FAO

Gangguan pada insang dapat dikatagorikan kedalam kelompok akut kronis, terutama pada ikan budidaya. Karena ikan akan mengalami gangguan pernafasan dan osmoregulatory.

Gangguan insang dapat disebabkan oleh beberapa agen:

1. Myxobacteria (flavobacterium branchiophilum) didukung dengan kondisi lingkungan yang kurang kondusif dapat menyerang insang ikan. 

2. Kekurangan asam pantotenat (Vitamin B5) akan menyebabkan gangguan kesehatan insang, nutrisi yang dibutuhkan insang.

3. Pencemaran atau pestisida kimia dengan infeksi mikotik sekunder (penyakit insang hemoragik). 

Gangguan insang akibat stres biasanya dipicu oleh:

1. Kandungan oksigen rendah.

2. Kekeruhan air yang tinggi.

3. Amonia tinggi dalam air.

4. Perubahan pH air.

5. Padat tebar tinggi.

6. Kekurangan nutrisi ikan.

7. Cedera mekanis pada kulit atau insang.

8. Penumpukan bahan organik anorganik dan beracun

Kasus gangguan insang biasa dijumpai pada sebagian besar spesies ikan yang dibudidayakan. Seperti Salmonids, ikan Mas, ikan Lele, ikan Patin, Belut dan ikan lainya. 

Cara penularan.

Untuk gangguan insang akibat bakteri ( Backterial Gill Disease) penularan terjadi dari air ke ikan dan dapat juga  ditularkan melalui luka insang ikan yang sakit

Tanda klinis ikan yang menderita gangguan insang antara lain:

1. Nafsu makan berkurang.

2. Gerakan ikan lamban.

3. Ikan berenang di dekat permukaan air dan sering berbaris melawan saluran masuk air mencari oksigen (DO) yang tinggi.

4. Salah satu gejala yang paling konstan adalah sekresi mukus yang meningkat oleh insang.

5. Insang bisa bengkak dan sesak, yang berwarna merah lebih tua dari biasanya.

6. Tanda gangguan insang karena bakteri adalah ada bintik putih keabu-abuan putih pada insang. Bintik-bintik ini terlihat saat ikan berenang atau berputar di air.

7. Gangguan insang karena polusi kimia atau pestisida ( (Haemorrhagic gills disease) ditandai dengan adanya tonjolan seukuran butir pasir di kapiler insang.

Bersambung… Kereta sudah sampai stasiun. Bye