Archive for December, 2017

Fluktuasi Kualitas Air Terhadap Pertumbuhan


Menghindari  pathogen dlm areal budidaya sangat sulit dilakukan, walaupun menggunakan sistem biosecurity yang ketat.  Ada hal yang kita lupa dan sering lalai dalam budidaya…apa itu?  Menjaga fluktuasi kualitas air harian agar tidak terlalu ekstrim.  

Banyak pembudidaya mengeluhkan pertumbuhan ikan yang lambat, padahal sudah memberikan pakan yang baik (kuantitas dan kualitas), tapi pertumbuhannya tetap lambat. Sehingga yang disalahkan adalah kualitas benih yang kurang baik (vonis yang terlalu dini).  

Menurut DR Azis Mhc fluktuasi pareter air harian yang ekstrim dapat menyebabkan stress pada ikan. Dan jika ini terjadi artinya ada cost (biaya) energi yg harus dikeluarkan oleh ikan. Energi ini diambil dari mana? Tentunya dari pakan yang sudah diolah oleh tubuh dalam bentuk asam amino yg siap  digunakan untuk pertumbuhan,  terpaksa dipakai dulu untuk  beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Jika kondisi stres ini dibiarkan berulang, artinya ikan makin banyak mengelurkan cost energi yang tidak perlu, dan berpengaruh pada laju pertumbuhan. 

Nah ada 2 kemungkinan yg terjadi. 

1. Ikan akan sakit karena nutrisi dalam tubuh tidak seimbang dengan energi yang digunakan untuk proses adaptasi. Pada kondisi ini, sistem immune ikan tidak stabil (lemah), dan pathogen akan mudah menyerang sangat menguntungkan pathogen menyerang akibatnya ikan sakit. 

2. Jika ikan tidak sakit biasanya pertumbuhannya menjadi lambat.   

Dengan demikian… penting bagi pembudidaya untuk menjaga fluktuasi harian parameter kualitas air agar tidak ekstrim.  


Kadang ada yang bertanya pH air saya 6 Bang. Apakah layak untuk budidaya ikan …saya jawab layak asal mulai dari awal sampai panen pH harian antara pagi dan sore kurang dari 0.3. Sedang perbedaan suhu air harian tertinggi dan terendah kurang dari 3℃.
Penulis: DR Azis Hamzah Mhc

Keseimbangan: Ikan, Lingkungan dan Patogen.

Setidaknya ada tiga penyebab utama penyakit pada ikan:

  • Keberadaan patogen lingkungan
  • Daya tampung kolam.
  • Lingkungan air yang tidak nyaman.

Keseimbangan.

Patogen (misalnya bakteri, virus, jamur dan parasit) umumnya ditemukan di semua perairan, namun ikan memiliki daya tahan yang cukup terhadap pantogen. Mereka juga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan sehingga dapat menghindari penyakit akibat infeksi patogen.

Keseimbangan Ikan, Patogen dan Lingkungan

Patogen Meningkat

Bila keberadaan patogen dalam air meningkat tajam karena faktor eksternal, dan ketahanan alami ikan tidak dapat mengatasi jumlah patogen yang semakin meningkat, ikan akan menjadi rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Pantogen Meningkat


Lingkungan Memburuk

Selain itu, faktor eksternal juga dapat menyebabkan perubahan drastis pada kualitas air, sehingga kesehatan ikan memburuk dan daya tahan  ikan menjadi rendah. Menjadi rawan terhadap infeksi patogen dan penyakit ikan atau kematian meningkat.

Lingkungan Tidak Memadahi


#CatfishFabrication

Mengurai Pita Genetik


19 Desember 2014,
Kami dikunjungi para calon doktor yang banyak membawa perubahan dalam budidaya ikan Lele.

Menjadi pendengar para calon doktor merekayasa genetik, saya cuma bisa manggut-manggut, gak ngerti secara keilmuan. Secara konsep menurut saya sama dengan konsep IT.

Gak ada sesuatu itu terjadi secara kebetulan, gak ada kejadian didunia komputer itu kasus ‘intermittent’, kalau dunia komputer sesuatu terjadi karena untaian angka 0 dan 1 yang masuk ke processor. Sedang dalam dunia makhluk hidup, gak ada yang bisa pasti menentukan, misalkan indukan ikan, hebat, bagus, begini dan begitu, bila belum mengurai A-T-G-C DNA per individu induk. Dan yang pasti semua terjadi karena sudah maenjadi sunatullah.

“Orang 1/2 Gila” memang calon-calon dokter ini, mendedikasikan seluruh sisa waktunya untuk mengurai untaian A-T-G-C (sisa waktu setelah dikurangi waktu sholat tentunya), mereka bisa tertawa lepas bila berhasil melacak A-T-G-C sesuai tujuan. 

Melacak A-T-G-C ini istilah mereka seperti, seseorang (A) meminta orang lain (B) mencari jarum. Si B matanya ditutup, si A menyelipkan jarum kedalam tumpukan jerami diarea 1Ha. Perlu waktu lebih 2 tahun untuk menemukan jarum tersebut, atau bahkan jarum tidak ketemu, si B keburu dirawat di RSJ.

Gak semudah komputer programming, apalagi setelah ada konsep visual programming dan object-oriented, seorang programmer gak perlu lagi mengurai angka 0 dan 1 untuk memberikan instruksi ke CPU, seperti zaman punch card dulu.

Memang sesuatu sekali bila hasil pemutakhiran indukan dibajak olah pihak lain. Seperti seorang programmer yang hasil karya systemnya dibajak orang lain.

Berbeda seperti aplikasi program komputer yg memang dibeli berikut source-code nya, sehingga si pembeli dapat memodifikasi sesuai dengan keinginannya. Tapi tetap, license milik sang creator !


Thanks bang Aziz Mhc dan kang Ade Juragan Indoor, , sesuatu banget dikasih ceramah langsung dengan para doktor yang mendedikasikan waktu, fikiran, biaya dan tenaga untuk perikanan yang lebih baik.

#CatfishFabrication

Forum Lele Indonesia

Forum internet atau message board adalah situs diskusi online dimana anggota forum dapat membuat bahasan dikusi dalam bentuk pesan yang diunduh (diposting) ke aplikasi forum. Forum berbeda dengan ruang obrolan (chat room) karena di ruang obrolan pesan yang diposting seringkali lebih panjang, tidak terarah dan tidak banyak membawa manfaat bagi pengguna lainnya. Berbeda dengan aplikasi forum, bahan dikusi yang diposting dapat diatur tergantung pada tingkat akses pengguna atau forum, pesan yang diposkan mungkin perlu disetujui oleh moderator sebelum ditampilkan. Sehingga diskusi yang berlangsung dapat diarahkan sesuai dengan visi dan misi forum.

Forum memiliki kumpulan jargon tertentu yang terkait dengannya; Contoh: percakapan tunggal disebut “thread”, atau topik.

Forum diskusi bersifat hirarkis atau mirip pohon: sebuah forum dapat berisi sejumlah subforum, yang masing-masing memiliki beberapa topik. Dalam topik forum, setiap diskusi yang baru dimulai disebut thread, dan bisa dijawab oleh sebanyak mungkin anggota. Agar bahasan diskusi mendapatkan manfaat, maka disetiap subforum diperlukan moderator yang mumpuni untuk mengarahkan jalannya diskusi.

Pengguna forum dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu pengguna anonim yang tidak perlu mendaftar dan dicatat aplikasi forum, dan pengguna registered atau pengguna yang harus mendaftar ke forum dan kemudian masuk kedalam aplikasi forum untuk mengirim pesan. Pada kebanyakan forum, diperbolehkan pengguna anonim untuk membaca diskusi yang ada.

FORUM LELE INDONESIA

Semangat berbagi untuk kemajuan perikanan Indonesia.

@Sa

Columnaris: Pencegahan dan Pengobatan

Penyebab penyakit Columnaris pada ikan adalah bakteri Flavobacterium columnare atau Fexibacterium columnare
Bio-Ekologi patogen:

• Bakteri gram negatif, berbentuk batang kecil, bergerak meluncur, dan terdapat di ekosistem air tawar.

• Sifat bakteri ini adalah berkelompok membentuk kumpulan seperti column.

• Serangan sering terjadi pada ikan pasca transportasi atau penyortiran.

• Sifat serangan umumnya sub akut, apabila insang yang dominan sebagai target organ, ikan akan mati lemas dan kematian yang ditimbulkannya bisa mencapai 100%.

Pencegahan

Dalam sertifikasi CPIB, dianjurkan setiap ikan yang baru dibeli ditampung terlebih dahulu dalam kolam karantina 1 atau 2 minggu untuk memastikan ikan tidak membawa penyakit. 

Penting untuk memiliki mineral yang memadai di dalam air kolam. Air yang cukup memiliki kandungan minral biasanya ditandai dengan kesadahan air (General Hardeness – GH) dan alkalinitas diatas 20 ppm, lebih baik bila 60 ppm. 

Hindari kepadatan tinggi diwadah dalam transportasi atau dipenampungan ketika melakukan penyortiran. Ikan dalam keadaan lemah ketika mereka dalam kondisi stress.

Hindari suhu air tinggi (diatas 26℃) ketika mengirim ikan atau dalam hapa penampungan ketika sortir. Karena bakteri flavobacterium penyebab penyakit Columnaris sangat cepat berkembang biak dengab suhu air tinggi. 

Baca juga halaman Mengenal Gejala Penyakit Columnaris

Pengobatan

Turunkan suhu air kolam sampai 24℃ untuk membantu memperlambat penyebaran penyakit. Untuk pengobatan penyakit ini, orang Amerika biasanya menggunakan kombinasi antibiotika dengan kandungan Kanaplex dan Nitrofurazon, dari merek obat ikan yang dibolehkan FDA. Diantaranya obat ikan tersebut adalah API Furan-2 atau Tetra Fungus Guard atau Jungle Fungus Clear. 

Kalau sulit mendapatkan obat dengan kandungan Kanaplex dan Nitrofurazon, bisa juga menggunakan antibiotik dengan kandungan minocycline. 

Menggunakan antibiotik dengan kandungan Erthyromycin atau Tetracycline atau Oxytetracycline untuk mengobati Columnaris sepertinya satu kesia-siaan. Karena obat tersebut untuk bakteri gram positif, sedangkan penyebab penyakit Columnaris bakteri negatif.

Pengobatan dengan Garam

Gunakan garam ikan dengan dosis 2 ppt (2 gram/liter air), aduk dulu dalam wadah sebelum ditebar rata ke kolam.  Setelah 12 jam, ulangi lagi tebar garam ikan dengan dosis yang sama. Sekarang salinitas air kolam berada level 4 ppt yang efektif untuk memberantas bakteri dan parasit. Sebagian besar ikan bermasalah dengan salinitas tinggi selama dua minggu. Ada beberapa ikan tidak tahan dengan salinitas tinggi. Bagaimana  dengan ikan Lele, mampukah bertahan dengan salinitas 4 ppt ? Ambil gelas, isi air, tuangkan 1 sendok teh garem ikan, aduk sampai larut, masukkan benih Lele 34, perhatikan sampai esok hari. (Salinitas 12 ppt)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bisa (membantu Anda yang sedang berurusan dengan penyakit yang sering menghantui ikan Lele, Moncong Putih atau Punggung Putih (Saddleback Disease) atau Columnaris atau Sudden Death (mendadak mati, kemarin sehat hari ini mati).

​Mengenali Gejala Penyakit Columnaris

Columnaris adalah bakteri gram negatif, bakteri aerobik. Artinya bakteri ini dapat tumbuh subur dalam kolam yang kadar oksigennya baik, berair ‘bersih’.

Tidak seperti beberapa penyakit lain yang tumbuh subur di O2 rendah, air kolam keruh atau muatan organik tinggi.

Penyakit Columnaris atau Saddleback Disease ini disebabkan oleh bakteri flavobacterium umum ditemukan di semua kolam ikan. Keberadaan mereka tidak menjadi masalah sampai ikan baru yang membawa penyakit diditebar ke kolam atau ikan melemah atau terluka sehingga bakteri flavobacterium dapat hinggap dan berkembang biak menjadi penyakit, kemudian akan menyebar dengan cepat keseluruh kolam.

Bakteri ini akan tumbuh subur dan bereproduksi lebih cepat dengan suhu air di atas 26℃. Dengan suhu dibawah 26℃  bakteri ini tetap bereproduksi, walau tidak akan secepat suhu diatas itu.

Identifikasi 

Penyakit ini membingungkan dan sulit untuk diidentifikasi pada awalnya karena ada empat starin (jenis) yang menyebabkan penyakit ini, kalau flavobacterium yang menyerang strain yang bergerak lambat, gejala penyakit dapat terlihat warna putih pucat di sirip punggung ikan, sehingga penyakit juga dinamai sebagai Saddleback Disease,

Foto: Andri Arifin

Untuk strain flavobacterium yang bergerak lebih lambat lagi akan menyebabkan penyakit moncong putih ( Cottonwool atau Cottonmouth Desease),  karena ikan yang sakit akan terlihat seperti ada lapisan  kapas di sirip, sisik dan sering di mulut mereka.

Dengan strain flavobacterium yang bergerak lebih cepat hampir tidak ada gejala terlihat. Suatu hari ikan akan baik-baik saja, hari berikutnya mati.

Gejalan umum dari penyakit ini antara lain:

  • Ikan menyendiri
  • Berenang dipermukaan kesulitan bernafas,
  • Terlihat pucat dan / atau kembung di sekitar daerah sirip dada atau ventral,
  • Berenang lemah.
  • Atau berenang tidak menentu seperti ada sesuatu yang terjadi dengan kandung kemihnya,

Pada akhirnya ikan yang sakit akan berada di dasar kolam dan mati. Diikuti dengan ikan lain dengan cepat. Kematian masal bisa terjadi dalam waktu 12-48 jam.

Ini akibat bakteri menyerang jaringan insang sehingga ikan akan kesulitan bernafas di dalam kolam atau di permukaan air. Begitu bakteri flavobacterium masuk dalam aliran darah, kematian terjadi sangat cepat.

Sumber: CindiL

Media Filter Air

Sekilas media filter yang umum digunakan untuk meningkatkan kualitas air. 

Media Filter Air

1. Pasir Silika atau Antrasit , berfungsi untuk menyaring partikel-partikel berukuran besar.

2. Pasir Aktif  atau Manganeese Greensand, berfungsi untuk mengoksidasi besi dan mangan.

3. Karbon Aktif, berfungsi untuk menyerap bau dan warna.

4. Resin Kation , berfungsi untuk menyerap Kalsium (Ca) dan Magnesium ( Mg)  yang terkandung dalam air.

5. Zeolit, berfungsi untuk:

  • Menjaga keseimbangan pH,
  • Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air,
  • Mampu mengikat logam berat yang bersifat racun misalnya Pb dan Cd.
  • Menyerap unsur NH4, H2S, Besi dan logam lain

6. Bioball, berdasarkan fungsinya bukan sebagai saringan, melainkan  sebagai media tempat/rumah bagi bakteri. Bila dalam bioball dominan bakteri pembersih, makin banyak koloni bakteri ‘tukang bersih-bersih‘ hasilnya air akan lebih bersih.

Demikian beberapa media filter air yang umum digunakan. Semoga bermanfaat.