Archive for May 11th, 2017

Bagaimana Bakteri makan ?

​Bakteri dapat ditemukan di hampir setiap lingkungan. Mereka adalah organisme bersel satu yang bereproduksi dengan menggunakan pembelahan sel. Reproduksi ini membutuhkan energi, artinya bakteri perlu memberi makan. Keberadaan bakteri dan pemberian makan mereka, pada umumnya, bermanfaat bagi manusia dan alam.
Bakteri adalah parasit yang mendapatkan makan ditempat mereka hidup. Misalnya, saluran pencernaan manusia penuh bakteri. Mereka berada di inang sejak lahir dan terus tumbuh dan memberi makan saat tempat mereka hidup tumbuh dan makan.
Kebanyakan bakteri disebut dekomposer. Jenis bakteri ini mengurangi limbah dan membantu dalam siklus hidup. Parasit yang hidup di saluran pencernaan manusia, seperti contoh di atas, memakan bahan makanan yang membusuk, yang membantu mengurainya, memberi nutrisi pada makhluk tempat mereka hidup.

Dekomposer lain hidup pada benda mati dan mengurai hal-hal yang, jika dibiarkan sendiri, dapat menciptakan kondisi kehidupan yang tidak sehat bagi penghuni Bumi. Misalnya, beberapa bakteri diketahui mengurai hal-hal seperti binatang mati dan bahkan ada bakteri yg ditemukan dalam minyak.

​Belajar Air Lagi …

Water Quality Management

Water Quality Management

Parameter kualitas air kolam itu diantaranya adalah: Oksigen, CO2, Amoniak, Nitrit, Nitrat, pH, Temperatur, hardness, alkalinity.
Oksigen. 

Pada sistim green water, oksigen dihasilkan dari proses photosintesis. diperlukan cahaya matahari. makanya kalo mendung berhari-hari lele harus puasa karena diantaranya oksigen lagi ‘sedikit’

Pada sistim intensif (bioflok, ras/sirkulasi/autotrop), oksigen dihasilkan dari ‘aerator’. jadi tidak tergantung ‘cuaca’.

CO2
.

Pada sistim green water CO2 ‘dihilangkan’ dengan proses photosintesis. jadi saat tidak ada matahari kadar CO2 tinggi. air akan ‘asam’/pH rendah dan ikan akan stress.

Pada sistim intensif (bioflok, sirkulasi/autotrop), CO2 dihilangkan dengan ‘aerator’. jadi tidak tergantung cuaca.
Amoniak.

Bisa dihilangkan dengan cara:

1. Sistim green water (photosintesis), perlu cahaya matahari

2. Sistim bioflok, tidak perlu cahaya matahari.

3. Sistim ras/sirkulasi/nitrifikasi, tidak perlu cahaya matahari.

4. Sistim ganti air. tidak perlu cahaya matahari.

Jadi amoniak bisa dihilangkan dengan menggunakan salah satu sistim diatas atau gabungannya.

Jadi perlu cahaya matahari? tergantung sistem mana yg kita pake.
Nitrit.

Nitrit adalah produk ‘antara’. yaitu perubahan amoniak ke nitrat. nitrit sangat beracun. tapi tingkat racunnya bisa dikurangi/dihilangkan oleh Cl (clorida).

Cl ini terdapat pada garam (NaCl). agar aman usahakan perbandingan Cl:N itu 6:1.

Jadi jangan lupa kasih garam ke dalam kolam kita. 100 mg/L. untuk menghindari ‘serangan’ nitrit.

Pergantian sebagian air juga mengurangi konsentrasi nitrit dlm air.
Nitrat.

Produk akhir proses nitrifikasi. kurang beracun. tapi terlalu banyak juga bahaya. pergantian air rutin akan mengurangi konsentrasi nitrat.
pH.

Pada pH tinggi (>9). amoniak jadi bersifat racun (NH3 menjadi banyak).

Untuk menjaga pH agar tidak tinggi, tambahkan dolomit atau soda kue 150 mg/L. ini disebut naikin alkalinity.

Pada sistem green water pH dipengaruhi oleh sinar matahari. sistim lain tidak.
Hardness (Ca/Mg), 

Penting untuk osmoregulasi. untuk nambah tingkat hardness tambahkan dolomite. krn dolomite mengandung Ca dan Mg.
Pada sistim green water = sistim alga = sistim phytoplankton = sistim phytoautotropic = sistim photosintesis = sistim air hijau, 

Amoniak ‘dihilangkan’ dgn cara ‘dikonsumsi’ oleh phytoplankton/alga untuk pertumbuhan dan memperbanyak diri lewat proses photosistesis. hasilnya alga makin banyak, amoniak berkurang CO2 berkurang.

Proses photosintesis ini memerlukan sumber N (nitrogen) dan sumber C inorganik (carbon). sumber N-nya dari amoniak dan sumber carbonnya dari CO2.
Pada sistem bioflok = sistim heterotrop, 

‘amoniak’ dihilangkan dgn cara ‘dikonsumsi’ oleh bakteri heterotrop untuk pertumbuhan dan memperbanyak diri, hasilnya bakteri heterotrop menjadi banyak dan ‘gemuk’.

proses ‘pembentukan’ flok ini memerlukan sumber N (nitrogen) dan sumber C organik (carbon). sumber N-nya dari amoniak dan sumber carbonnya dari carbohydrat (mis. mollase, gula, tepung, alkohol, dedak, dll).

hasilnya amoniak berkurang, carbohidrat berkurang dan flok makin banyak.

Perbandingan C:N yg bagus itu katanya 20:1.

Proses biologis dalam budidaya bioflok

Proses Biologis Dalam Budidaya System Bioflok

Sumber : FaceBook Mina