Archive for May, 2017

Ikan Patin Bakar

Bahan-bahan:

● Ikan patin segar 2 ekor (800 gr)

● Air jeruk nipis 1/2 sdt, 

● Margarin/minyak sayur 2 sendok makan

● Daun pisang sesuai kebutuhan

Bumbu Halus:

◎ Bawang merah 8 pcs

◎ Bawang putih 2 pcs

◎ Cabe merah keriting 5 pcs

◎ Cabe merah besar 1 pcs

◎ Asam jawa 1 sdt

◎ Garam dapur halus 3/4 sdt

◎ Gula pasir putih 1 sdt

Cara Membuat: 

Terlebih dahulu sayat menyerong bagian perut ikan patin, lalu ambil jeroannya.

Kemudian kuliti ikan patin dengan menggunakan pisau tajam untuk menghilangkan kulit yang menempel pada ikan patin. Setelah itu, belah atau potong-potong ikan Patin (tergantung selera) lalu bersihkan.

Selanjutnya, siapkan jeruk nipis, peras untuk diambil airnya. Balurkan air perasan dari jeruk nipis pada bagian daging ikan patin yang sudah dibersihkan dan biarkan hingga 10 menit lamanya sampai air jeruk nipis meresap ke dalam daging ikan patin dan bau amisnya hilang.

Berikutnya, haluskan bahan bumbu ikan patin masukkan margarin dan camur rata.

Kemudian lumuri ikan patin yang sudah dibelah/dipotong-potong dengan campuran bumbu halus dan margarin tadi sampai merata lalu ambil potongan daun pisang yang sudah disiapkan, bungkus ikan patin yang sudah berlumuran bumbu halus dengan daun pisang tersebut sampai terselimuti semua. Lipat atau semat bagian ujung daun pisang dengan menggunakan lidi agar tidak terbuka kembali.

Setelah semua ikan patin terbungkus oleh daun pisang, kemudian masukkan ke dalam oven untuk selanjutnya dipanggang dalam suhu 170°C hingga 1 jam lamanya sampai benar-benar matang sempurna. Selain itu, anda juga dapat memanggangnya dengan menggunakan bara api atau arang jika ingin demikian.

Angkat setelah matang dan sajikan selagi masih hangat.

Sumber : FB Belajar Masak

Mengenal Bakteri : Klebsiella Pneumonia

Klebsiella

Bakteri dari genus Klebsiella tersebar luas di alam, di dalam tanah dan di air. Mereka juga merupakan bagian dari flora normal saluran usus, namun biasanya dalam jumlah rendah dibandingkan dengan E. coli. Klebsiella, terutama strain dari spesies K. pneumonia, adalah patogen oportunistik yang dapat menyebabkan pneumonia, infeksi saluran kencing, dan bakteremia. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan infeksi Klebsiella, terutama di rumah sakit dan karena strain resisten antibiotik ganda. Perbedaan yang paling mencolok antara kebanyakan strain Klebsiella dan kerabat dekatnya E. coli dan Salmonella adalah bahwa sel Klebsiella memiliki lapisan lendir tebal poliakarida atau ekstraselular yang disebut “kapsul”. Kapsul ini melindungi sel dari dessication, dan mungkin juga melindungi mereka dari fagositosis saat berada di hewan pembawa. Anehnya, banyak strain Klebsiella dapat memperbaiki nitrogen, yaitu, dapat mengurangi nitrogen atmosfer menjadi amonia dan asam amino.

(diadaptasi dari PubMed 18654632). (HAMAP: KLEP3)

Sumber : BacMap

PRODUK ​PROBIOTIK

PROBIOTIK YANG TERDAFTAR DI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN.


1. Ariake 3 Harvest Ariake Indonesia

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus licheniformis, Bacillus pumilus.

Indikasi : Mengurai bahan organik, Mempercepat pertumbuhan udang/ikan, melawan jamur.

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Obat Bebas.

2. Aquazyme Long Men Int. Corp/Longmen Indo Nusantara. 

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Probiotik bacteria (Bacilius subtilis, Nitrosomonas, Nitrobacter, Aerobacter, Cellulomonas), Enzyme (Protease, amylase, lactase lipase, Hemicellulase), Moisture Content, Crude Ash (media culture).

Indikasi : Menguraikan bahan organik, mencegah pembusukan dasar tambak, menstabilkan kualitas air dan memperkecil BOD.

Dosis dan Cara Pemakaian : 5-1 ppm.

Kemasan 500g.

Obat Bebas Terbatas.
3. Aquastar Hatchery Biomin Indonesia.

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Enterococcus faecium, Pediococcus acidilactici, Lactobacillus reuteri.

Indikasi : Memperbaiki kualitas air dan menekan bakteri merugikan.

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Obat Bebas.

4. AquaStar Pond Biomin Indonesia

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Enterococcus faecium, Pediococcus acidilactici, Thiobacillus debitrificans, Paracoccus panthotropus.

Indikasi : Solusi bioremidiasi untuk meningkatkan produksi udang dan ikan.

Dosis dan Cara Pemakaian : 0,5-2,0 kg/ha setiap 3-28 hari tergantung dari sistem kultur dan kepadatan tambak/kolam.

Kemasan : Kantong aluminium 500g, 1000g, 5000g

Obat Bebas.

5. AquaStar Growout Biomin Indonesia.

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Enterococcus faecium, Lactobacillus reuteri Indikasi. Meningkatkan parameter produksi pada fase grow-out udang dan ikan.

Dosis dan Cara Pemakaian : Dapat dilihat pada label kemasan.

Kemasan : Kantong aluminium 500g dan 1000g.

Obat Bebas.

6. BactoGro  Catur Blue Aqua.

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus megaterium,  Enzimprotease, Enzim selulose, Enzim amilase.

Indikasi : Menurunkan gas ammonia, Menekan pertumbuhan bakteri Vibrio, Sp

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan : 500 g.

Obat Bebas.

7. Biobacteri Type I Bio Tirta. 

Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus megaterium.

Indikasi : Mengurai timbunan bahan organik, memperbaiki kualitas air dan menambah daya dukung kolam, membantu pertumbuhan plankton dan menjaga kestabilannya, menekan pertumbuhan bakteri gram negatif.

Dosis dan Cara Pemakaian : lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

8. Biobacteri Type II Bio Tirta

Bentuk Sediaan : Cair 

Komposisi : Bacillus licheniformis

Indikasi : Mengurai timbunan bahan organik, Memperbaiki kualitas air dan menambah daya dukung kolam, dapat mengontrol kepadatan plankton.

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

9. Bio harvest “Ariake” Harvest Ariake Indonesia. 

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus amyloliquefaciens D203.

Indikasi : Untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada label kemasan

Kemasan : Aluminium foil 100g.

Obat Bebas.

10. Bio PS  Bio Tirta

Bentuk Sediaan : Cair 

Komposisi : Rhodopseudomonas spIndikasi. Menetralkan/menurunkan kandungan H2S dalam air, menurunkan kandungan senyawa nitrogen anorganik, mengurangi/mengatasi tumbuhnya kelekap/lumut suter, menurunkan kandungan senyawa organik.

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

11. EM 4 Songgolangit Persada.

Bentuk : Sediaan Cair

Komposisi : Lactobacillus casei, Saccharomyces cerevisae.

Indikasi : Memperbaiki mutu air tambak, menguraikan bahan-bahan sisa pakan, kotoran ikan/udang menjadi senyawa organik, menekan mikroorganisme pathogen
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan

Kemasan –
Obat Bebas.

12. Epicin Behn Meyer Chemicals.

Bentuk Sediaan : Granul 

Komposisi : Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Saccharomyces cerevisiae.
Indikasi : Efektif dan cepat mengurangi level ammonia, nitrit dan sulfade pollutant, membentuk pembiakan bakteri alami dalam kolam dalam jumlah besar yang akan menekan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Vibrio sp, sebagai biological cleaning agent yang digunakan untuk bioremediate sampah organik dalam air dan tanah kolam 

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan : 1 Kg, 5 Kg, 40 Kg

Obat Bebas.

13. Epicin D Behn Meyer Chemicals
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Lactobacillus acidophilus, Peanibacillus pumilus, Saccharomyces cerevisae
Indikasi : Membersihkan hatchery dan air tambak
Dosis dan Cara Pemakian : Lihat pada kemasan

Kemasan –
Obat Bebas.
14. Epyzim PST Behn Meyer Chemicals

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Protease, lipase, amylase dan cellulase.
Indikasi : Memperbaiki kualitas air dan menekan bakteri merugikan.

Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

15. EX-AM Sanbe Farma

Bentuk Sediaan : Cair 

Komposisi : Nitrosomonas sp, Nitrobacter sp.

Indikasi : memperbaiki kualitas air, mengurai dan menurunkan kadar ammonia, nitrit dan gas-gas toksik lainnya, membuat lingkungan air lebih sehat untuk ikan dan udang.
Dosis dan cara Pemakaian : 0,5 Kg/Ha setiap 7 hari sekali.
Obat Bebas Terbatas.
16. Petrogrow Petrokimia Kayaku

Bentuk Sediaan : Cair 

Komposisi : Lactobacillus plantarum, Bacillus subtilis, Bacillus megaterium, Pantoea dispersa.
Indikasi : Memperbaiki mikro flora dalam pencernaan ikan dan udang dan meningkatkan penyerapan makanan, meningkatkan pertumbuhan plankton, memperkaya mikro flora yang bermanfaat dan menghambat perkembangan bakteri, pantogenik yang merugikan.
Dosis dan Cara Pemakaian : Umur 0-7 hari : 3-4 L/ha; Umur 30-35 hari : 3-4 L/ha; jika kondisi air dan aktifitas ikan/udang menurun; dosis 1-3 L/ha

Kemasan –

Obat Bebas Terbatas.

17. Pondplus® Sinar Hidup Satwa
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus megaterium, Bacillus pumilus
Indikasi :  Memelihara pH dan mempercepat penghancuran sampah organik, menurunkan kadar ammonia, nitrit, hydrogen sulfide dan gas-gas toksik lainnya mempertahankan bakteri alam yang menguntungkan dalam tambak dengan menekan pertumbuhan yang merugikan, meningkatkan daya hidup dan hasil panen udang/ikan.
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –
Obat Bebas.
18. Pro-Tect  Sanbe Farma

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus polymyxa, Bacillus lichebiformis, Bacillus subtilis, Bacillus coagulans
Indikasi : Memperbaiki kualitas air dengan cara menguraikan bahan organik sisa pakan, kotoran dan lain-lain, menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit pada udang dan ikan.
Dosis dan Cara Pemakaian : 7 hari sebelum penebaran benur 0,5-1 Kg; pada saat penebaran benur 0,5-1 Kg setiap 14 hari sampai panen.

Kemasan –

Obat Bebas Terbatas.

19. Pond Protect SinarHidup Satwa
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Nitrobacter winogradskyi, Nitrosomonas eutrophaIndikasi mengurangi tingkat ammonia dan nitrit pada kolam budidaya udang.
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –
Obat Bebas.
20. PowerLac Harvest Ariake Indonesia

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Lactococcus lactis strain D1813.
Indikasi : Merangsang kekebalan tubuh udang, Meningkatkan laju pertumbuhan udang
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan : 100 g, 1 kg
Obat Bebas. 

21. Probiocap® Aquatic Caprifarmindo Labs 

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus polymyxa, Bacillus coagulans.
Indikasi : Memperbaiki kualitas air dan menekan bakteri merugikan.
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

22. Probiont M1 Indovetraco Makmur Abadi

Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Bakteri fotosintetik anoksigenik (BFA) dari genus Rhodobacter sp.
Indikasi : Efektif dalam menjaga kandungan H2S di dasar tambak dalam tingkat yang rendah.
Dosis dan Cara Pemakaian : 1 kali/minggu selama persiapan tambak, 2 kali /minggu selama budidaya (disarankan untuk aplikasi setelah proses siphon), Probiont M1 dapat dituang langsung ke tambak dari posisi dipinggir tambak, anco atau ditengah tambak sesuai dengan dosis dan frekuensi pemakaian yang dianjurkan.

Kemasan –
Obat Bebas Terbatas.
23. Probiobac Aquatic Caprifarmindo Labs

Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis.
Indikasi : Memperbaiki kualitas air tambak/kolam ikan dan udang, menguraikan bahan organik di dasar tambak/kolam, membuat lingkungan air lebih sehat untuk ikan dan udang.
Dosis dan Cara Pemakaian 3 Kg/Ha tambak atau kolam setiap 7 hari sekali dengan kedalaman air 1-1,5 m.

Kemasan – 


Obat Bebas Terbatas.

24. Prosatu – B4 Blue Sky Biotech
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus megaterium, Bacillus polymyxa, Soy bean meal, Tepung beras.
Indikasi : Menjaga kestabilan ammonia pada media pemeliharaan.
Dosis dan Cara Pemakaian : lihat pada kemasan.

Kemasan 1 kg.
Obat Bebas.

25. Proterra Blue Sky Biotech
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Aspergillus oryzae, Soy bean meal, Tepung beras.
Indikasi : Mampu menjaga kestabilan kadar ammonia pada media pemeliharaan.
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan : 1 kg.

Obat Bebas.

26. Pond Dtox Sinar Hidup Satwa

Bentuk Sediaan : Cair 

Komposisi : Paracoccus pantotrophus, Bacillus megateriumIndikasi Untuk mengurangi tingkat hydrogen sulfida pada kolam budidaya udang.
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –
Obat Bebas Terbatas.
27. Proboost Harapan Abadi 

Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Tiap kg mengandung Saccharomyces cerevisae.
Indikasi : Untuk memperbaiki performance pada ikan dan udang. 

Dosis dan Cara Pemakaian : Campurkan 1-3 Kg/Ton pakan ikan dan udang.

Kemasan : Aluminium bag 0,5 kg

Obat Bebas.

28. Pro-Gut #1 Aquatic Sanbe Farma
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Lactobacillus sporogens.
Indikasi Meningkatkan kecernaan pakan, menurunkan pertumbuhan FCR (Feed Conversion Rate).
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

29. Prosatu Blue Sky Biotech
Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Lactobacillus plantarum.
Indikasi : Membantu memperbaiki lingkungan dan mengatasi polusi akuatik.
Dosis dan Cara Pemakaian : Lihat pada kemasan.

Kemasan –

Obat Bebas.

30.  Petrofish Petrokimia Gresik
Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Bacillus subtilis, Lactobacillus plantarum.
Indikasi Meningkatkan proses dekomposisi sisa pakan dalam tambak, menghambat pertumbuhan bakteri pathogen.
Dosis dan Cara Pemakaian : Larutkan setiap 7 hari (dimulai 7 hari setelah tebar) : 1 L/ha, pemberian probiotik petrofish dihentikan 7-10 hari sebelum tebar.

Kemasan : Botol plastik HDPE 0,5 L dan 1 L.
Obat Bebas.
31. Prosatu – P Blue Sky Biotech
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi : Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Lactobacillus plantartium.
Indikasi : Membantu pemeliharaan dalam menjaga kestabilan kualitas air serta menekan pertumbuhan bakteri pathogen dalam air tawar.
Dosis dan Cara Pemakaian : 5 Kg/5000 m2kolam) dengan interval 3 hari.

Kemasan : Kantung 1 kg, 5 kg, 10 kg dan 20 kg.
Obat Bebas.

32. Pro – Z Indovetraco Makmur Abadi

Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Exiguobacterium sp.
Indikasi : Sediaan probiotik yang diformulasikan terutama untuk pemakaian dihatchery udang, berfungsi untuk membantu mengontrol serangan bakteri pathogen.

Dosis dan Cara Pemakaian Lihat : pada kemasan.

Kemasan : Botol 1 L.
Obat Bebas.

33.     Sanolife AFM INVE (Thailand) Ltd./INVE Indonesia
Bentuk Sediaan : Cair

Komposisi : Yucca schidigera extract(50%), Reverve osmosis water.
Indikasi : Fixasi ammonia untuk meningkatkan kualitas air budidaya udang.
Dosis dan Cara Pemakaian : 0.3 ppm/ 2 minggu untuk memelihara kualitas air, 0.5 ppm selama 3 hari untuk treatment amoniak yang tinggi, penggunaannya dilarutkan ke dalam air.

Kemasan : Wadah plastik berisi 6 liter.
Obat Bebas.
34.     Sanolife MIC INVE (Thailand) Ltd./INVE Indonesia
Bentuk Sediaan : Serbuk

Komposisi Probiotik bacteria (Bacillus subtilis, B. Licheniformis, B. Pumilus), Yeast, Wheat meals. Dipotassium hydropospate, Sodium chloride, Viatmin, mineral.
Indikasi Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, mempercepat proses degradasi limbah.
Dosis dan Cara Pemakaian 0.5 ppm/hari, digunakan untuk larva dihatchery, penggunaannya dilarutkan ke dalam kolam hatchery.

Kemasan Wadah plastik berisi 500gr.
Obat Bebas.
35.     Sanolife Pro-1 INVE (Thailand) Ltd./INVE Indonesia
Bentuk Sediaan Serbuk

Komposisi Probiotik bacteria (Bacillus subtilis, meals, Dipotassium hydropospate, Soybean meals, Vitamin, mineral).
Indikasi Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, mempercepat proses degradasi limbah.
Dosis dan Cara Pemakaian 5 g/Kg pakan, digunakan untuk usia budidaya udang 1-30 hari(fase juvenile), penggunaannya dicampurkan ke dalam pakan.

Kemasan Ember plastik berisi 3 Kg.
Obat Bebas.
36.     Sanolife Pro-2 INVE (Thailand) Ltd./INVE Indonesia
Bentuk Sediaan Serbuk.

Komposisi Probiotik bacteria (Bacillus subtilis, B. Licheniformis, B. Pumilus), Yeast, Wheat meals, Dipotassium hydropospate, Soybean meals, Vitamin, Mineral.
Indikasi Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, mempercepat proses degradasi limbah.
Dosis dan Cara Pemakaian 5 gr/Kg pakan, digunakan untuk usia budidaya udang 1-30 hari (fase juvenile), penggunaannya dicampurkan ke dalam pakan.

Kemasan Ember plastik berisi 3 Kg.
Obat Bebas.
37.     Sanolife Pro-W INVE (Thailand) Ltd./INVE Indonesia
Bentuk Sediaan Serbuk.

Komposisi Probiotik Bakteria (Bacillus subtilis, B. Licheniformis), Yeast, Wheat meals, Dipotassium hydropospate, Calcium carbonat, soybean meals, Vitamin, Mineral.
Indikasi Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, mempercepat proses degradasi limbah, mengatasi blooming phytoplankton dan mempertahankan kestabilannya, meningkatkan kualitas air dan sedimentasi dasar kolam.
Dosis dan Cara Pemakaian 200 g/Hektar, digunakan dari mulai persiapan budidaya udang sampai panen, penggunaannya dicampurkan ke dalam air kolam.

Kemasan Ember plastik berisi 3 Kg.
Obat Bebas.
38.     SMS Migro Tambak Sri Putra Bakti

 

Bentuk Sediaan Cair.

Komposisi Azotobacter sp, Lactobacillus sp, Pseudomonas sp
Indikasi Meningkatkan dan menjaga mutu air serta menekan bakteri merugikan, meningkatkan mutu dan jumlah plankton hewani/nabati, menekan potensi pencemaran disekitar lingkungan tambak.
Dosis dan cara Pemakaian 200 ml /15 L dan disemprotkan.

Kemasan –
Obat Bebas Terbatas.
39.     SMS Migro Tambak Suplemen Sri Putra Bakti
Bentuk Sediaan Cair

Komposisi Yeast, Mikroba pendegredasi Selulosa, Lactobacillus sp.

Indikasi Meningkatkan efisien penggunaan pakan, meningkatkan nafsu makan, memaksimalkan pencernaan makanan.
Dosis dan Cara Pemakaian 10 ml/ 500 ml dicampurkan dengan pakan.

Kemasan –
Obat Bebas Terbatas.
40.     SoilGro Catur Blue Aqua
Bentuk Sediaan Serbuk

Komposisi Bacillus subtilis, Bacillus liceniformis, Bacillus coagulant, Enzim protease, Enzim selulosa, Enzim amilase
Indikasi Mengurangi kandungan bahan organic didalam tambak, Meningkatkan redoks potensial perairan tambak.

Dosis dan Cara Pemakaian Lihat pada kemasan.

Kemasan 500 g.
Obat Bebas
41.     Thionil Sanbe Farma
Bentuk Sediaan Serbuk

Komposisi Bacillus pumilus, Bacillus megaterium, Thiobacillus denitrificans.
Indikasi memperbaiki kualitas air dengan cara menguraikan bahan organik sisa pakan, kotoran dan lain-lain, menstabilkan populasi alga.
Dosis dan Cara Pemakaian 7 hari sebelum penebaran benur 1 – 1,5 Kg; pada saat penebaran benur 1-1,5 Kg; masa pemeliharaan 1-1,5 Kg setiap 14 hari sampai panen.

Kemasan –
Obat Bebas Terbatas.
42.     Tiger-Bac® Weltech Co.Ltd, Thailand/Sanbe Farma
Bentuk Sediaan Serbuk

Komposisi Mengandung Bacillus licheniformis, Bacillus subtilis, Yeast (Saccharomyces cereviciea), Enzyme: amylase, protease, lipase, ccellulase, etc.
Indikasi Meningkatkan ketahanan hidup udang/ikan.
Dosis dan Cara Pemakaian Pembesaran; campurkan 250-300 g dengan 20 l air,hatchery : campurkan 0,25-0,3 g per 1 m3 (ton) air.

Kemasan 500g.
Obat Bebas Terbatas.
43.     Vannagen Chemo Ferma-AG, Switzerland/Sinar Hidup Satwa
Bentuk Sediaan Serbuk

Komposisi Saccharomyces cerevisiae, sodium propionate (stabilizer).
Indikasi Untuk pertumbuhan, fertilitas, dan pembenihan ikan/udang.

Dosis dan Cara Pemakaian Lihat pada kemasan.

Kemasan Drum 25 kg.
Obat Bebas Terbatas.
44.     Vannapro Central Bali Bahari
Bentuk Sediaan Serbuk.

Komposisi Bacillus subtilis (type WM01B), Bacillus subtilis (type WMH2B), Bacillus subtilis (type WM03B), Bacillus subtilis (WMH2B)
Indikasi Mengurangi bakteri berbahaya, mengurangi total ammonia dan nitrogen, meningkatkan immuniti sistem terhadap penyakit pada udang maupun ikan.
Dosis dan Cara Pemakaian Selama persiapan air : 0,8 kg/Ha 2X seminggu sebelum tebar, selama budidaya :0,8 kg/Ha 1X seminggu, tebarkan pada permukaan tambak pada sianghari (10.00 – 12.00) dan hidupkan kincir selama aplikasi berlangsung, sebaliknya jangan mengaplikasikkan desinfektan dalam 3 hari sebelum dan sesudah aplikasi Vannapro.
Obat Bebas.
SUMBER : DIREKTORAT KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN.

Mengenal Bakteri : Lactobacillus Delbrueckii subsp. Bulgaricus

Taxonomy
Kingdom: Bacteria
Phylum: Firmicutes
Class: Bacilli
Order: Lactobacillales
Family: Lactobacillaceae
Genus: Lactobacillus
Species: Delbrueckii

Lactobacilli adalah penghuni normal saluran gastrointestinal manusia dan hewan di mana mereka secara luas dianggap memberikan sejumlah peran bermanfaat termasuk imunomodulasi, gangguan pada patogen enterik, dan pemeliharaan mikroflora usus sehat. Secara historis, peran probiotik telah dianggap berasal dari Lactobacillus acidophilus.

Genus Lactobacillus saat ini terdiri dari lebih dari 50 spesies bakteri patogen yang dikenali yang selain efek probiotiknya berguna bagi manusia sebagai agen yang sangat diperlukan untuk fermentasi makanan dan pakan.

Lactobacillus Delbrueckii subsp. Bulgaricus (strain 2038) adalah bakteri fotosintik aerobik, bakteri Gram positif yang fakultatif. Ini digunakan sebagai starter culture untuk sejumlah produk susu fermentasi seperti yogurt dan keju Swiss dan Italia. Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 42 derajat celcius.

Sifat fisiologis spesifik dari L. Delbrueckii subsp. Bulgaricus adalah biosintesis lisin, produksi formate, metabolisme menengah karbon berbasis aspartat, sintesis EPS yang unik dan sistem pembatasan / modifikasi DNA yang efisien, yang semuanya berbeda dari strain koleksi yang mungkin menguntungkan produksi industri yogurt. Kerjasama yang efisien antara produksi Streptococcus Thermophilus dengan Lactate, serta mekanisme toleransi stres yang dilengkapi dengan baik mungkin menjelaskannya pada awalnya dipilih untuk industri fermentasi yoghurt. (Diadaptasi dari PMID: 21264216). (EBI Integr8)

MEKANISME KERJA BAKTERI

1.Bacillus

Bacillus adalah golongan bakteri pengurai bahan organik (heterotrof) dan penghasil senyawa antimikroba serta hasil metabolisme yang membantu proses penguraian limbah. Cara kerja bakteri bacillus dalam menguraikan limbah organik adalah dengan cara memotong ikatan polisakarida maupun ikatan peptida menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah diuraikan oleh golongan bakteri sejenis yang strain nya berdekatan. Setiap jenis bakteri bacillus bekerja dengan cara spesifik dalam memotong ikatan senyawa organik ini. Limbah pakan mengandung protein dengan kandungan asam amino yang komplek, oleh karena itu diperlukan kompleksitas spesies bakteri yang beragam. Semakin banyak macam/jenis spesies bakteri bacillus yang digunakan maka semakin efektif kerja bakteri tersebut dalam penguraian limbah yang komplek. Dari hasil analisa susunan limbah protein dari pakan mengandung 20 macam asam amino seperti yang tercantum dalam struktur senyawa protein berikut.

Protein tersebut mengandung 20 asam amino dengan berbagai macam jenis ikatan kimia (peptide, beta, gamma, alfa, kovalen, primer, sekunder, tertier, dll) yang harus dipecahkan oleh bakteri pengurai. Oleh karena itu penambahan tiga jenis bakteri bacillus saja kadang tidak cukup memberikan hasil yang diharapkan, karena untuk menguraikan ikatan kimia yang komplek itu diperlukan kerja sinergis beberapa jenis bakteri.

Bakteri bacillus banyak digunakan sebagai probiotik karena kemampuanya dalam menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat perkembangan mikroorganisme lain yang merugikan. Semua jenis golongan bacillus akan menghasilkan senyawa antimikroba ini dalam kondisi tertentu apabila ada senyawa inducer yang mampu menginduksi biosintesis senyawa antimikroba ini dalam sel nya. Seperti halnya tiram dalam memproduksi mutiara harus diinduksi oleh benda asing yang masuk dalam cangkangnya. Begitu juga dengan biosintesis antimikroba ini akan terjadi apabila diinduksi oleh senyawa-senyawa tertentu.

Kandungan senyawa inducer ini terdapat dalam PREBIOTIK yang mengatur alur metabolisme bakteri melaui modifikasi nutrisi yang komplek. Jadi agar probiotik berfungsi maksimal maka harus dilengkapi dengan PREBIOTIK yang mengandung senyawa-senyawa inducer yang menginduksi metabolisme bakteri supaya menghasilkan metabolit-metabolit yang menguntungkan.

Selain senyawa inducer, keberhasilan probiotik juga tergantung dari pH optimum spesies bakteri yang terkandung dalam probiotik tersebut. Masing-masing spesies bakteri tersebut punya karakter spesifik dan dan punya daya kerja pH optimum. Berikut adalah daya kerja pH optimum dari masing-masing bakteri sbb:

Beberapa produk sediaan bakteri mengandung lebih dari tiga macam bakteri dengan maksud untuk mengantisipasi fluktuasi parameter kimia dilingkungan tersebut. Sehingga semakin beragam kandungan bakteri dalam suatu produk maka semakin besar kemungkinan beberapa spesies dapat bekerja optimum.

2. Thiobacillus

Thiobacillus adalah bakteri chemototroph yang mampu menguraikan senyawa-senyawa kimia sederhana yang beracun menjadi senyawa-senyawa kimia yang tidak beracun. Thiobacillus berperan penting dalam reaksi penguraian sulfur (H2S). Ada beberapa macam spesies bakteri Thiobacillus, diantaranya T. denitrificans, T. thiooxidans, T. novellus dan T. ferooxidans. Masing-masing spesies bakteri punya kerja yang spesifik, beberapa spesies thiobacillus efektif pada pH rendah dan beberapa spesies efektif pada pH tinggi.

Selain itu masing-masing spesies punya fungsi tambahan yang spesifik sbb:

  • Thiobacillus denitrificans berfungsi menetralkan racun H2S dan nitrit melalui reaksi denitrifikasi,
  • Thiobacillus ferrooxidans dapat mentetralkan racun H2S dan mengoksidasi ion besi yang menghambat respirasi dan pertumbuhan udang,
  • Thiobacillus thiooxidans berfungsi mengoksidasi senyawa sulfur menjadi senyawa yang tidak beracun dan menstabilkan air dan
  • Thiobacillus novellus dapat menetralkan racun H2S dalam lingkungan dasar tambak yang sangat asam pada lahan gambut dan pirit.

Bakteri thiobacillus bekerja dengan cara system reaksi oksidasi-reduksi pada senyawa-senyawa sulfur (H2S), sebagaimana tercantum dalam reaksi dibawah ini.

Senyawa H2S terdapat di tambak sebagai hasil proses dekomposisi bahan organik dan air laut yang banyak mengandung sulfat. Senyawa H2S ini dapat dideteksi dengan jelas pada saat melakukan pengeringan dasar tambak. Dasar tambak yang mengandung banyak sulfur (H2S) akan bewarna hitam dan tercium bau belerang. Kadar senyawa H2S ditambak pembesaran sebaiknya di bawah 0,1 mg/l. Senyawa H2S dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, penurunan daya tahan terhadap penyakit dan meningkatnya kematian udang dan ikan.

Disamping mengkonsumsi H2S, Tiobacillus denitrificans juga menguraikan nitrat (NO3) menjadi nitrogen (N2) yang dilepas ke udara melalui proses denitrifikasi sesuai reaksi berikut:

NO3 à NO2 à NO à N2 (N2 dilepaskan ke udara)

Sehingga dalam kondisi tertentu bakteri ini mampu berkompetisi dengan plankton dalam memperebutkan nitrat, yang berdampak pada reaksi kesetimbangan populasi plankton dan bakteri, sehingga performa air lebih stabil.

3. Actinobacteria

Actinobacteria adalah bakteri yang bekerja dengan cara memblokir ion phosphate, sehingga ion phosphate tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme lainnya, dalam hal ini plankton. Actinobacteria berfungsi untuk memblokir ion phosphate dalam air budidaya aquaculture yang sering bermasalah dengan blooming plankton dan serangan plankton merugikan, seperti BGA dan Dinoflagellate. Actinobacteria secara mikrobiologi digolongkan menjadi Polyphosphate-accumulating organisms (PAOs) yang dalam kondisi tertentu mampu memblokir ion phosphate sehingga ion phosphate tidak dapat digunakan oleh plankton merugikan.

Bakteri Actinobacteria di perairan mampu berkompetisi dengan plankton dalam penyerapan phosphate, sehingga akan menjaga keseimbangan populasi bakteri dan plankton dalam perairan. Walaupun secara pengukuran kadar phosphate dalam air tinggi karena pelarutan phosphate dari sumber air, namun dengan introduksi bakteri Actinobacteria secara rutin dapat menjaga kestabilan mikroflora lingkungan tambak. Berikut adalah gambar cara kerja bakteri Actinobacteria :

(Ion Phosphate dalam air)

(Senyawa anhidrolyzed polyphosphate)

Ion phosphate dalam air diblokir oleh bacteri Actinobacteria menjadi senyawa phosphate dalam bentuk polyphosphate yang stabil dan tidak dapat digunakan oleh alga merugikan.

Sumber : Shrimp-Biotek