Archive for November, 2016

Pengenceran H2O2


Larutan H2O2 yang tersedia dipasaran biasanya konsentrasi 35% untuk food grade dan 50% untuk teknik. Untuk memperoleh larutan yang konsentrasinya lebih rendah biasanya dilakukan pengenceran.

Pengenceran dilakukan dengan menambahkan aquades ke dalam larutan yang pekat. Penambahan aquades ini mengakibatkan konsentrasi berubah dan volume diperbesar tetapi jumlah mol zat terlarut tetap. 

Selain cara di atas pengenceran dapat dilakukan dengan cara terlebih dahulu menentukan konsentrasi dan volume larutan yang akan dibuat. Misalnya kita akan membuat larutan 1.000 mL 3% dari H2O2 konsentrasi 35%. Maka berapa mL larutan awal yang harus diambil untuk diencerkan?. Untuk menentukan kita masih tetap menggunakan rumus pengenceran yaitu

V1M1 = V2M2

V. 0,35 M = 1000 mL x 0,03 M

V1 = 30/0,35 mL

V1 = 85,71 mL

Jadi untuk membuat larutan 1.000 mL H2O2 konsentrasi 3%  diperlukan 85,71 mL larutan H2O2 konsentrasi 35%. 

Untuk percobaan yang memerlukan ketelitian tinggi pengambilan larutan sebaiknya menggunakan pipet volume. Pengambilan larutan dapat juga menggunakan pipet ukur atau gelas ukur jika larutan tersebut akan digunakan untuk percobaan yang tidak memerlukan ketelitian tinggi (kualitatif).

Hidrogen Peroksida


Larutan jernih ini sepintas mirip air, dengan rumus kimia H2O2. Bahan ini merupakan oksidator kuat, berbahaya bila dikonsumsi. Hidrogen peroksida akan terurai menjadi dua produk  yang aman yaitu, air dan oksigen. 2H2O2 → 2H2O + O2 Bahan ini kerap digunakan dalam dunia kesehatan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Bahan inipun digunakan pula sebagai antiseptik pada akuarium. Hidrogen peroksida bisa pula digunakan sebagai penambah oksigen dalam akuarium, untuk mengatasi kondisi kekurangan oksigen yang terjadi. Sebuah produk peralatan akuarium menggunakan hidrogen perosida untuk penambah oksigen tanpa tenaga listrik. Penggunaan Hidrogen Peroksida Dalam Akuarium:Sebagai anti protozoa: Diberikan sebagai perlakuan perendaman dalam jangkapendek. Dosis yang digunakan adalah 10 ml larutan dengan konsenrasi 3 % (teknis) dalam 1 liter air. Perendaman dilakukan selama maksimum 5-10 menit. Perendaman harus dihentikan apabila ikan menunjukkan gejala stress. Untuk memulihkan kondisi kekurangan oksigen: Dosis yang digunakan 1-2 ml Hidrogen Peroksida 3% dalam 10 liter air akuarium. Dosis harus dijaga agar jangan sampai kelebihan. Kelebihan dosis akan membuat ikan menjadi stress dan bisa membahayakan kehidupan ikan yang bersangkutan. Sebelum diberikan dianjurkan untuk mengencerkan terlebih dahulu hidrogen perioksida tersebut, setidaknya dengan 1: 10 (satu bagian bahan dengan 10 bagian air). Setelah itu baru dimasukan kedalam akuarium. Pastikan pula bahwa larutan ini dapat segera tercampur dengan baik setelah dimasukan kedalam akuarium. Perlakuan ini hanya dianjurkan pada kondisi darurat saja, yaitu bila kekurangan oksigen. Setelah itu dicari penyebab sebenarnya agar dapat diatasi dengan lebih baik.


Sumber: defishery.wordpress.com