Archive for November, 2016

H2O2 untuk mengatasi jamur, parasit, bakteri dan virus 

Hidrogen peroksida konsentrasi 35% (Food Grade) adalah obat akuakultur yang disetujui oleh FDA untuk membasmi: 

1) saprolegniasis, jamur putih yang biasa menempel pada telur ikan

2) penyakit bakteri insang (Flavobacterium branchiophilum), dan 

3) Columnaris penyakit eksternal (Flavobacterium columnare) 

Selain dapat mengontrol jamur dan bakteri, Hidrogen Peroksida juga mampu mengatasi parasit dan virus.

​Penggunaan Hidrogen Peroksida untuk Perikanan

Oleh : Roy P. E. Yanong (U.S. Department of Agriculture, Cooperative Extension Service, University of Florida)

Hidrogen peroksida umumnya digunakan sebagai desinfektan untuk membersihkan luka pada manusia. Hidrogen peroksida juga telah digunakan dalam budidaya ikan sebagai pengobatan dengan cara dicelupkan atau direndam dalam waktu tertentu, untuk menghilangkan berbagai organisme penyebab penyakit yang berbeda, termasuk parasit eksternal, bakteri, dan jamur, pada spesies yang berbeda dan fase kehidupan ikan. AS Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini menyetujui produk akuakultur berbasis hidrogen peroksida, bahkan mendorong untuj dapat dipergunakan pada perikanan.
Apa hidrogen peroksida?

Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia H2O2. Hidrogen peroksida sangat reaktif, sebagai oksidasi yang kuat dan agen bleaching (pemutihan) yang bersifat korosif pada konsentrasi yang lebih tinggi dari 20%. Hidrogen peroksida memiliki banyak kegunaan untuj non-medis dan medis karena sifat ini. Ketika ditambahkan ke dalam air, hidrogen peroksida terurai menjadi oksigen (O2) dan air (H2O) dari waktu ke waktu, ini adalah salah satu alasan bahwa hidrogen peroksida dianggap relatif aman bagi lingkungan. Sifat hidrogen peroksida yang sangat reaktif , mirip dalam beberapa hal dengan reaktivitas kalium permanganat, membuatnya ideal untuk digunakan dalam budidaya untuk menbasmi berbagai eksternal organisme ikan penyebab penyakit, dipasaran tersedia hidrogen peroksida dengan konsentarasi 35%. Akan tetapi produk yang aman digunakan untuk kesehatan manusia biasanya dijual dengan bahan aktif 3%.

Bagaimana stabilitas hidrogen peroksida dalam air?

Beberapa kondisi mempengaruhi kecepatan degradasi hidrogen peroksida, antara lain enzim, senyawa, cahaya, panas, dan pH yang tinggi. Hal ini penting untuk memahami stabilitas hidrogen peroksida dalam air, karena kasus keracunan pada ikan akibat dari penggunaan yang tidak benar dan eksposur yang berlebihan.

Pada 15 ° C sampai 20 ° C , konsentrasi hidrogen peroksida awal 10 dan 100 mg / L dalam air wadah budaya, hidrogen peroksida tidak lagi dapat diukur setelah 2-3 hari, hilang karena aerasi dan / atau bahan organik. Dalam kondisi air statis tanpa aerasi atau bahan organik, konsentrasi tidak terdeteksi pada hari ke 10 (Tort et al. 2003).

Studi lain dalam diuji stabilitas hidrogen peroksida, dilakukan pengujian pada akuarium ikan hias dan di kolam tanah tanpa ikan (Russo et al. 2007). Dalam uji coba di akuarium dengan air 32 liter berisi 17-25 ekor ikan diberi aerasi. Dosis hidrogen peroksida diberikan berkisar antara 1,2 sampai 26,9 mg / L. Konsentrasi hidrogen peroksida diuji 1 jam dan 24 jam setelah ditambahkan dosis awal. Setelah 1 jam, konsentrasi tidak berbeda secara signifikan dari mulai konsentrasi di semua tangki. Namun, setelah 24 jam, konsentrasi dalam semua tank telah menurun menjadi 0,4-0,8 mg / L (Russo et al. 2007).

Dalam studi yang sama, dua kolam tanah dengan konsentrasi hidrogen peroksida awal 6.46 dan 13.60 mg / L, masing-masing, memiliki konsentrasi 1-2 mg / L setelah 24 jam (Russo et al. 2007).

Sumber: http://edis.ifas.ufl.edu

Pengenceran H2O2


Larutan H2O2 yang tersedia dipasaran biasanya konsentrasi 35% untuk food grade dan 50% untuk teknik. Untuk memperoleh larutan yang konsentrasinya lebih rendah biasanya dilakukan pengenceran.

Pengenceran dilakukan dengan menambahkan aquades ke dalam larutan yang pekat. Penambahan aquades ini mengakibatkan konsentrasi berubah dan volume diperbesar tetapi jumlah mol zat terlarut tetap. 

Selain cara di atas pengenceran dapat dilakukan dengan cara terlebih dahulu menentukan konsentrasi dan volume larutan yang akan dibuat. Misalnya kita akan membuat larutan 1.000 mL 3% dari H2O2 konsentrasi 35%. Maka berapa mL larutan awal yang harus diambil untuk diencerkan?. Untuk menentukan kita masih tetap menggunakan rumus pengenceran yaitu

V1M1 = V2M2

V. 0,35 M = 1000 mL x 0,03 M

V1 = 30/0,35 mL

V1 = 85,71 mL

Jadi untuk membuat larutan 1.000 mL H2O2 konsentrasi 3%  diperlukan 85,71 mL larutan H2O2 konsentrasi 35%. 

Untuk percobaan yang memerlukan ketelitian tinggi pengambilan larutan sebaiknya menggunakan pipet volume. Pengambilan larutan dapat juga menggunakan pipet ukur atau gelas ukur jika larutan tersebut akan digunakan untuk percobaan yang tidak memerlukan ketelitian tinggi (kualitatif).

Hidrogen Peroksida


Larutan jernih ini sepintas mirip air, dengan rumus kimia H2O2. Bahan ini merupakan oksidator kuat, berbahaya bila dikonsumsi. Hidrogen peroksida akan terurai menjadi dua produk  yang aman yaitu, air dan oksigen. 2H2O2 → 2H2O + O2 Bahan ini kerap digunakan dalam dunia kesehatan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Bahan inipun digunakan pula sebagai antiseptik pada akuarium. Hidrogen peroksida bisa pula digunakan sebagai penambah oksigen dalam akuarium, untuk mengatasi kondisi kekurangan oksigen yang terjadi. Sebuah produk peralatan akuarium menggunakan hidrogen perosida untuk penambah oksigen tanpa tenaga listrik. Penggunaan Hidrogen Peroksida Dalam Akuarium:Sebagai anti protozoa: Diberikan sebagai perlakuan perendaman dalam jangkapendek. Dosis yang digunakan adalah 10 ml larutan dengan konsenrasi 3 % (teknis) dalam 1 liter air. Perendaman dilakukan selama maksimum 5-10 menit. Perendaman harus dihentikan apabila ikan menunjukkan gejala stress. Untuk memulihkan kondisi kekurangan oksigen: Dosis yang digunakan 1-2 ml Hidrogen Peroksida 3% dalam 10 liter air akuarium. Dosis harus dijaga agar jangan sampai kelebihan. Kelebihan dosis akan membuat ikan menjadi stress dan bisa membahayakan kehidupan ikan yang bersangkutan. Sebelum diberikan dianjurkan untuk mengencerkan terlebih dahulu hidrogen perioksida tersebut, setidaknya dengan 1: 10 (satu bagian bahan dengan 10 bagian air). Setelah itu baru dimasukan kedalam akuarium. Pastikan pula bahwa larutan ini dapat segera tercampur dengan baik setelah dimasukan kedalam akuarium. Perlakuan ini hanya dianjurkan pada kondisi darurat saja, yaitu bila kekurangan oksigen. Setelah itu dicari penyebab sebenarnya agar dapat diatasi dengan lebih baik.


Sumber: defishery.wordpress.com