Archive for October, 2016

Zooplankton : Annelida

Annelida

Annelida ini cukup banyak terdapat sebagai meroplankton di laut. Di perairan air tawar jenis Annelida ini hanya terdapat lintah (ordo Hirudinae) dan dapat menjadi parasit pada ikan-ikan yang dipelihara di kolam. Banyak meroplankton dari Annelida ini terdapat di pantai-pantai yang subur, seperti halnya meroplankton dari Crustacea. Larva- larva Annelida bernama trochophore larva, jika baru keluar dari telur, berbentuk bulat atau oval, besilia dan mempunyai tractus digesvitus agar di lautan bebas dapat memakan nanoplankton dan detritus yang halus ( Sachlan, 1982).

 Sumber: strukturkomunitasplankton.wordpress.com

Zooplankton : Ctenophora

Ctenophora

Filum Ctenophora yang secara taksonomi masih dekat dengan Cnidaria sebagian besar bersifat planktonik. Semua Ctenophora adalah karnivora rakus, yang menangkap mangsanya dengan tentakel- tentakel yang lengket atau dengan mulutnya yang sangat lebar. Untuk bergerak dalam air menggunakan deretan- deretan silia yang besar yang disebut stenes (Nybakken, 1992). Perbedaan Ctenophora dengan Cnidaria adalah tidak adanya sel penyengat (nematocysts) pada Ctebophora tetapi memiliki sel pelengket yang disebut coloblast dimana sel ini dapat melekatkan mangsanya (Bougis, 1976).

Ctenophora dahulu di masukkan dalam filum Coelenterata tetapi kemudian di pisahkan, karena tidak mempunyai nematokis dan hanya mempunyai     struktur-struktur seperti sisir (cteno). Spesies ini sangat transparan dan tidak berwarna (Sachlan, 1982). Contoh genus dari filum Ctenophora antara lain : Pleurobrachia, Velamen, Beroe ( Hutabarat dan Evans, 1986)

Sumber: strukturkomunitasplankton.wordpress.com

Zooplankton : Cnidaria

Cnidaria

Cnidaria terdiri dari klas Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa. Hanya pada kelas Hydrozoa, dimana Hydra juga termasuk dan terdiri dari spesies-spesies berupa ubur-ubur kecil yang hidup sebagai plankton (Sachlan, 1982).

Bentuk morfologi Cnidaria terkadang sangat rumit walaupun memiliki struktur yang sederhana. Cnidaria memiliki 2 lapisan sel, yaitu external dan lapisan internal yang dipisahkan oleh lapisan gelatin non selular yang disebutmesoglea. Karakteristik penting Cnidaria adalah adanya sel penyengat (nematocysts) yang menyuntikkan venum yang dapat melumpuhkan mangsanya (Bougis, 1976).

Termasuk dalam filum Cnidaria yang holoplanktonik ialah ubur-ubur dari kelas Hydrozoa dan Scypozoa, serta koloni-koloni yang kompleks dan aneh dikenal dengan nama sifonofora. Ubur-ubur dari kelas Scypozoa merupakan organisme plankton terbesar dan kadang-kadang terdapat dalam jumlah besar (Nybakken, 1992). Contoh genus dari filum Cnidaria antara lain : Obelia, Liriope, Bougaivillia, Diphyes ( Hutabarat dan Evans, 1986).

Zooplankton : Protozoa

Protozoa

Protozoa dibagi dalam 4 kelas yaitu : Rhizopoda, Ciliata, Flagellata dan Sporozoa. Kelas Sporozoa tidak ada yang hidup sebagai plankton karena semuanya merupakan plankton seperti Plasmodium dan Nyzobulus yang hidup dalam tubuh manusia dan ikan. Mengenai Flagellata, dalam hal ini ”Zooflagellata” yang hidup sebagai plankton (freeliving) sebetulnya semuanya merupakan tipe holozoik dari alga yang berflagel seperti Pyrrophyta (Sachlan, 1982).

Beberapa flagelata diklasifikasikan sebagai Fitoflagelata, akan tetapi karena memiliki sedikit pigmen fotosintesis dan makan dengan cara memangsa maka dimasukkan ke dalam golongan zooplankton. Jenis ini paling banyak terdapat dalam peridinia dan paling banyak diketahui adalah Nocticula miliaris dengan  ciri – ciri memiliki diameter 200 – 1200 µm dan ditandai dengan flagelum yang panjangnya sama dengan tubuhnya, jenis ini dapat melakukan bioluminisense (Bougis, 1976).

Cilliata sebagian besar hidup bebas di air tawar, dan ada hanya beberapa golongan yang hidup di laut (golongan Tintinnidae). Cilliata ini merupakan zooplankton sejati di air tawar, tetapi banyak hidup diantara Periphyton atau di dasar sebagai bentos, dimana terdapat banyak detritus yang membusuk (Sachlan, 1982).

Rhizopoda merupakan zooplankton yang penting di air laut maupun air tawar, selain itu ia juga penting untuk ilmu Paleontologi dan Geologi. Rhizopoda memiliki arti kaki- kaki yang bentuknya seperti akar tumbuh- tumbuhan yang tidak teratur. Rhizopoda dianggap berasal dari genera-genera alga dari Saprophytic-type seperti Chloramoeba, Gametamoeba, dan Chrysamoeba. Rhizopora terdiri dari beberapa ordo:Amoebina, Foraminifera, Radiolaria dan Heliozoa (Sachlan, 1982). Contoh genus dari filum Protozoa antara lain : Paramecium, Vorticella, Dileptus, Dinoclonium, dan Rabdonella ( Hutabarat dan Evans, 1986).

Sumber: strukturkomunitasplankton.wordpress.com

Zooplankton

Zooplankton

Zooplankton

Istilah plankton berasal dari kata Yunani yang berarti pengembara. Plankton hidupnya mengapung atau melayang dan daya geraknya tergantung dari pergerakan arus atau pergerakan air. Plankton dibagi dalam dua golongan besar yaitu fitoplankton (plakton tumbuhan atau nabati) dan zooplankton (plankton hewani) (Arinardi et. al., 1994).

Zooplankton atau plankton hewani merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai hewan. Zooplankton sebenarnya termasuk golongan hewan perenang aktif, yang dapat mengadakan migrasi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri ( Hutabarat dan Evans, 1986).

Berdasarkan siklus hidupnya zooplankton dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai meroplankton dan holoplankton banyak jenis hewan yang menghabiskan sebagian hidupnya sebagai plankton, khususnya pada tingkat larva.Plankton kelompok ini disebut meroplankton atau plankton sementara. Sedangkan holoplankton atau plankton tetap, yaitu biota yang sepanjang hidupnya sebagai plankton. (Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984; Arinardi et al.,1994, 1996).

Meroplankton terdiri atas larva dari Filum Annelida, Moluska, Byrozoa, Echinodermata, Coelenterata atau planula Cnidaria, berbagai macam Nauplius dan zoea sebagai Artrhopoda yang hidup di dasar, juga telur dan tahap larva kebanyakan ikan. Sedangkan yang termasuk holoplankton antara lain : Filum Artrhopoda terutama Subkelas Copepoda, Chaetognata, Chordata kelas Appendiculata, Ctenophora, Protozoa, Annelida Ordo Tomopteridae dan sebagian Moluska (Newell dan Newell, 1977; Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984).

Menurut Arinardi et al., (1997), zooplankton dapat dikelompokkan berdasarkan ukurannya menjadi empat ( Tabel 2).

Tabel 2. Pengelompokkan zooplankton berdasarkan ukurannya

No.

Kelompok

Ukuran

Organisme Utama

1

Mikroplankton

20 – 200µm

Ciliata, Foraminifera, nauplius, rotifera, Copepoda

2

Mesoplankton

200µm – 2 mm

Cladocera, Copepoda, dan Larvacea

3

Makroplankton

2 – 20 mm

Pteropoda, Copepoda, Euphasid, Chaetognatha

4

Mikronekton

20 – 200 mm

Chepalopoda,Euphasid, Sargestid dan Myctophid

5

Megaloplankton

> 20 mm

Scyphozoa, Thaliacea

Sumber : Arinardi et al., (1997)

Zooplankton merupakan produsen sekunder sehingga penting dalam jaring-jaring makanan di suatu perairan. Zooplankton memangsa fitoplankton dimana fitoplankton itu sendiri memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis (Kaswadji et al., 1993). Pada proses selanjutnya zooplankton merupakan makanan alami bagi larva ikan dan mampu mengantarkan energi ke jenjang tropik yang lebih tinggi. Dalam hubungan dengan rantai makanan zooplankton berperan sebagai penghubung produsen primer dengan tingkat pakan yang lebih tinggi, sehinnga kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan peraiaran (Arinardi et. al., 1994). Dari berbagai jenis zooplankton hanya ada satu golongan saja yang sangat penting menurut sudut ekologis yaitu subklas Copepoda (klas Crustacea, filum Arthropoda). Hewan- hewan kecil ini sangat penting artinya bagi ekonomi ekosistem- ekosistem bahari karena merupakan herbivora primer dalam laut ( Nybakken, 1992).

Menurut Nybakken (1992), zooplankton melakukan migrasi vertikal harian dimana zooplankton bergerak ke arah dasar pada siang hari dan ke permukaan pada malam hari. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan  yaitu fitoplankton. Gerakan pada malam hari lebih banyak dilakukan karena adanya variasi makanan yaitu fitoplankton lebih banyak, selain itu dimungkinkan karena zooplankton menghindari sinar matahari langsung (Nontji, 1993)

Sumber: strukturkomunitasplankton.wordpress.com

Patin Bakar Saus BBQ

Bahan:

  • Ikan Patin 1Kg ~ 1,5Kg, potong fillet.
  • 1 Kaleng susu BearBrand

Bumbu iga: 

  • 3 sdm mentega tawar
  • 8 butir bawang merah, haluskan
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 100 g (1 buah) bawang bombay, cincang halus
  • 400 ml saus BBQ siap pakai
  • 3 sdm saus sambal botolan
  • 3 sdm madu
  • 1 sdt garam


Pelengkap:

  • 250 g buncis mini, siangi, rebus
  • 250 g wortel, rebus, potong dadu 1 cm
  • 500 g french fries, goreng


Cara Membuat:

  1. Taburi fillet Patin dengan garam dan perasan jeruk, diamkan 15 menit, lalu bilas. Taburkan susu BearBrand, lalu simpan dalam lemari pendingin.
  2. Bumbu: Panaskan mentega. Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay hingga harum.
  3. Masukkan sisa bahan, aduk rata,didihkan. Angkat.
  4. Lumuri fillet Patin dengan ¼ bagian bumbu.Simpan dalam lemari es setidaknya 1 jam. Sisihkan.
  5. Panaskan bara api atau wajan bergerigi. Bakar fillet Patin hingga kecokelatan dan harum.Olesi sesekali dengan sisa bumbu. Angkat.
  6. Sajikan Ikan Patin Saus BBQ disertai pelengkap dan sisa bumbu BBQ.


Untuk 6 porsi

Domperidone

Print E-mail
Pendahuluan:

Domperidone (MotiliumTM) adalah obat yang memiliki efek samping meningkatkan produksi ASI, mungkin dengan meningkatkan produksi prolaktin oleh kelenjar pituitari. Prolaktin adalah hormon yang menstimulasi sel pada kelenjar payudara ibu untuk menghasilkan ASI. Domperidone meningkatkan sekresi prolaktin secara tidak langsung, dengan mengganggu kerja dopamin yang fungsinya adalah menurunkan sekresi prolaktin oleh kelenjar pituitari. Domperidone biasanya digunakan untuk masalah pada saluran pencernaan dan tidak digunakan untuk meningkatkan produksi ASI di Kanada. Bukan berarti obat ini tidak dapat diresepkan untuk keperluan meningkatkan produksi ASI, tetapi lebih karena produsennya cenderung tidak mendukung penggunaannya untuk meningkatkan produksi ASI. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa domperidone dapat digunakan untuk meningkatkan produksi ASI dan termasuk obat yang relatif aman. Domperidone telah digunakan selama beberapa tahun untuk bayi yang mempunyai masalah gumoh hingga mengalami penurunan berat badan, tetapi sempat digantikan oleh Cisapride (Prepulsid TM) selama beberapa tahun (kemudian Cisapride ditarik karena menimbulkan masalah serius pada jantung). Domperidone tidak termasuk golongan obat yang sama dengan Cisapride. Obat lain yang sejenis dari golongan yang lebih lama, metoclopramide (MaxeranTM, ReglanTM), juga diketahui dapat meningkatkan produksi ASI, tetapi memiliki efek samping yang cukup sering terjadi dan membuat penggunaannya pada ibu menyusui menjadi tidak dapat diterima (kelelahan, iritasi, depresi). Domperidone memiliki efek samping yang lebih sedikit karena tidak menembus jaringan otak dalam jumlah yang signifikan (tidak menembus pembatas darah-otak).

Pada bulan Juni 2004, Federal Drug Administration(FDA) di Amerika Serikat mengeluarkan peringatan mengenai penggunaan domperidone karena kemungkinan efek samping pada jantung. Langkah yang tidak menguntungkan ini diambil tanpa mempertimbangkan bahwa efek samping pada jantung hanya terjadi jika obat diberikan melalui intravena (disuntikkan) pada pasien yang mengalami sakit berat. Selama bertahun-tahun memberikan pengobatan dengan domperidone pada banyak ibu, saya belum pernah mendengar efek samping yang bermakna pada jantung, yang disebabkan oleh domperidone. Meskipun begitu, FDA tidak memilki kewenangan di luar Amerika Serikat, dan bahkan di Amerika Serikat sendiri, apotek peracik obat yang tidak diatur oleh FDA tetap menyediakan domperidone bagi para pasien. Lihat lembar informasi Tentang FDA dan Domperidone/On the FDA and Domperidone.

Kapan saat yang tepat untuk menggunakan domperidone?

Domperidone tidak boleh digunakan sebagai pendekatan pertama untuk mengatasi kesulitan menyusui. Domperidone bukan obat untuk mengatasi segala hal. Domperidone hanya dapat digunakan bersamaan dengan perbaikan faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan pasokan ASI yang tidak cukup. (Lihat lembar informasi Protokol untuk Mengatur Asupan ASI/Protocol for Managing Breastmilk Intake, juga video klipnya). Apa yang dapat dilakukan?

  1. Perbanyak kontak kulit sesering mungkin dengan bayi, selama dan antara waktu menyusui. Lihat lembar informasi: Pentingnya Kontak Kulit.
  1. Perbaiki pelekatan bayi sehingga bayi sebaik mungkin dapat memperoleh ASI yang tersedia. Memperbaiki pelekatan mungkin satu-satunya yang diperlukan untuk mengubah situasi “ASI tidak cukup” menjadi “ASI berlimpah” (juga lihat video klip di situs kami).
  1. Gunakan penekanan pada payudara untuk meningkatkan asupan ASI (lihat lembar informasiPenekanan pada Payudara/Breast Compression).
  1. Jika Anda menyusui secara eksklusif, cobalah untuk memerah ASI setelah menyusui. Memerah menggunakan tangan selama beberapa menit setelah menyusui dapat sangat efektif meningkatkan pasokan ASI. Beberapa ibu mungkin memilih menggunakan pompa tipe rumah sakit selama 10-15 menit setelah menyusui—hal ini mungkin sangat efektif bagi beberapa ibu tetapi tidak untuk beberapa ibu lainnya. Lakukan sesuai kemampuan Anda. Seorang ibu yang kelelahan karena memerah ASI tidak akan dapat menambah produksi ASInya. Dan ya, tidak perlu memerah ASI jika ini menjadi beban dan membuat Anda ingin berhenti menyusui sama sekali.
  1. Perbaiki masalah menghisap, hentikan penggunaan dot (lihat lembar informasi Alat Bantu Menyusui/Lactation Aid serta Pemberian Minum dengan Jari dan Cangkir).

Penggunaan Domperidone untuk Meningkatkan Produksi ASI:

Domperidone bekerja dengan baik untuk meningkatkan produksi ASI pada kondisi-kondisi seperti berikut ini:

  • Seringkali diketahui bahwa ibu-ibu yang memompa untuk bayi yang sedang sakit atau prematur kadang-kadang mengalami penurunan jumlah ASI yang dipompa sekitar minggu keempat atau kelima setelah bayi lahir. Banyak alasan yang dapat menyebabkan penurunan ini (tidak meletakkan bayinya ke dada ibu lebih awal, perawatan metode kangguru yang tidak menyeluruh, dll), tetapi pada umumnya, domperidone dapat mengembalikan jumlah ASI ke jumlah awal atau bahkan lebih tinggi.
  • Ketika seorang ibu mengalami penurunan pasokan ASI yang berkaitan dengan penggunaan pil kontrasepsi. Hindari pil kontrasepsi yang mengandung estrogen, atau bahkan pil yang mengandung progesteron saja, atau alat kontrasepsi dalam rahim  yang melepaskan progesteron (Mirena) saat menyusui. Lihat lembar informasi, Penambahan Berat Badan Lambat Setelah Penambahan Berat Badan Awal Pesat/Slow Weight Gain Following Early Good Weight Gainuntuk mengetahui beberapa alasan lain yang menyebabkan pasokan ASI  menurun serta untuk memperbaiki hal-hal yang dapat diperbaiki.

Domperidone masih dapat dipakai tapi seringkali peningkatannya tidak begitu dramatis ketika:

  • Ibu masih memerah ASI untuk bayinya yang sedang sakit atau prematur tetapi tidak mencapai pasokan penuh
  • Ibu berusaha mencapai pasokan ASI sepenuhnya sambil menyusui bayi yang diadopsi
  • Ibu berusaha menyapih bayi dari asupan tambahan

Efek Samping Domperidone

  • Seperti semua obat lainnya, efek samping mungkin dapat terjadi, dan banyak yang telah dilaporkan berkaitan dengan domperidone (buku teks seringkali mendaftar efek samping apa pun yang muncul, meskipun gejala yang timbul belum tentu berkaitan dengan obat yang diminum oleh orang tersebut). Tidak ada obat yang 100% aman. Namun, pengalaman klinis kami menunjukkan bahwa efek samping pada ibu jarang sekali terjadi, kecuali meningkatkan produksi ASI. Beberapa efek samping yang pernah dilaporkan pada ibu yang kami resepkan domperidone (meskipun jarang sekali terjadi) adalah: nyeri kepala yang menghilang setelah beberapa hari pemakaian atau ketika dosis diturunkan (mungkin efek samping yang paling sering)
  • kram perut
  • mulut kering
  • perubahan jadwal menstruasi, biasanya menghentikannya, tetapi juga memungkinkannya terjadi. Pada umumnya, ibu menyusui tidak mengalami menstruasi selama beberapa bulan.
  • sangat sedikit ibu yang meminum domperidone selama berbulan-bulan, biasanya lebih dari setahun, telah melaporkan perasaan cemas, sulit tidur, kehilangan nafsu makan dan gejala lain ketika menghentikan domperidone secara mendadak.

Jumlah domperidone yang masuk dalam ASI sangatlah sedikit sehingga efek samping pada bayi tidak perlu dikhawatirkan. Tidak ada ibu yang melaporkan gejala yang muncul pada bayi, selama bertahun-tahun pemakaian, setidaknya bukan gejala yang bisa dikaitkan langsung dengan domperidone. Sudah pasti, jumlah yang diperoleh bayi melalui ASI adalah persentase yang sangat kecil dibandingkan dosis yang diperoleh jika bayi mengalami gumoh.  Ingat, ini adalah obat yang digunakan untuk bayi yang mengalami reflux.

Adakah Efek Jangka Panjang Penggunaan Domperidone?

Dalam literaturnya, produsen menyatakan bahwa penggunaan kronis domperidone pada tikus meningkatkan jumlah terjadinya tumor payudara. Lebih lanjut lagi, literatur itu menjelaskan bahwa hal ini tidak pernah ditemukan pada manusia. Perhatikan bahwa penelitan toksisitas pada obat biasanya membutuhkan perlakuan dengan dosis yang sangat besar selama sebagian besar atau seluruh masa hidup hewan percobaan. Perhatikan juga bahwa tidakmenyusui juga meningkatkan risiko kanker payudara, dan risiko kanker payudara akan menurun semakin lama Anda menyusui. Juga perhatikan bahwa di Kanada, kami telah menggunakan Domperidone sebagai pengobatan untuk ‘memproduksi ASI’ selama lebih dari 20 tahun.

Menggunakan Domperidone:

Biasanya, kami memulai dengan domperidone sebanyak 30 mg (tiga tablet 10 mg) 3 kali sehari. Dalam beberapa situasi, kami menggunakan sebanyak 40 mg 4 kali sehari.  Resep dari apotek seringkali menyarankan untuk meminum domperidone 30 menit sebelum makan, tetapi ini karena penggunaan untuk masalah pencernaan. Meskipun begitu, memang benar bahwa penyerapan domperidone akan lebih maksimal jika diminum dalam keadaan perut kosong. Anda dapat meminum domperidone setiap 8 jam sekali, jika nyaman (Anda tidak perlu bangun hanya untuk meminumnya tepat 8 jam sekali—itu tidak terlalu berpengaruh). Banyak ibu meminum domperidone selama 3 sampai 8 minggu, tetapi terkadang perlu waktu yang lebih lama daripada itu, dan terkadang ada ibu yang tidak bisa mempertahankan pasokan ASInya tanpa terus meminum domperidone. Ibu-ibu yang menyusui bayi adopsi kemungkinan harus mengonsumsi domperidone jauh lebih lama. Orang-orang yang memakai domperidone karena masalah perutseringkali sudah mengkonsumsinya selama bertahun-tahun.

Setelah memulai penggunaan domperidone, Anda membutuhkan waktu tiga sampai empat hari untuk dapat merasakan pengaruhnya, meskipun ada ibu yang mulai merasakan efeknya setelah 24 jam. Tampaknya perlu waktu dua sampai tiga minggu untuk mendapatkan pengaruh yang maksimal, tetapi beberapa ibu yang lain baru mendapatkan pengaruh yang positif setelah 4 minggu atau lebih. Sangat beralasan untuk mencoba penggunaan domperidone selama empat minggu, atau lebih baik lagi hingga enam minggu, sebelum mengatakan domperidone tidak berpengaruh.

Sumber: http://www.nbci.ca