Hama Ikan: Ucrit

image

Ucrit

Hama benih ikan yang dikenal dengan nama ucrit ini merupakan larva dari Cybister atau kumbang air. Bentuknya memanjang seperti ulat, berwarna ke hijauan, dan memiliki panjang sekitar 3-5 cm. Ikan-ikan yang sering menjadi mangsa ucrit adalah benih ikan ukuran 1ā€“3 cm. Cara kerja ucrit adalah mula-mula ikan di tangkap kemudia dilumpuhkan dengan ujung ekor yang bercabang dua dan tajam. Akibat tusukan ekornya tersebut, ikan menjadi tidak berdaya. Sambil terus di genggam erat, mangsanya di makan sedikit demi sedikit dengan cara di gigit.

image

Cybister (Kumbang Air)

Pencegahan
Gunakan sistem filter (saringan) air masuk pada kolam pembenihan maupun kolam penderan agar ucrit dan induk kumbang tidak ikut masuk ke dalam kolam bersama aliran air.

Hindari penebaran benih ikan pada kolam yang sudah di genangi air lebih dari satu minggu.

Gunakan benih ikan dengan ukuran tidak terlalu kecil, semakin kecil maka semakin mudah dimangsa para predator ikan.

Padat penebaran jangan terlalu tinggi.

Hindari penumpukan bahan organik di sekitar kolam. Jika pemupukan dengan pupuk organik usahakan jangan mengumpul di satu tempat (misal di dalam karung) karena tempat tersebut disukai ucrit.

Gunakan sumber air yang kira-kira tidak mengandung hama.

Pemberantasan
Meskipun ucrit maupun kumbang air sulit di basmi di kolam tetapi upaya penaggulangan harus dilakukan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Dengan cara mekanis,
Menggunakan alat tangkap berupa seser. Penggunaan seser sebenarnya cukup efektif karena jika dengan tangan akan sulit dilakukan karena bisa meloloskan diri bahkan dapat menggigit tangan. Ucrit yang tertangkap dikumpulkan dan segera dimusnahkan.

Dengan bahan kimia, Pengendalian ucrit merupakan langkah terakhir jika pengendalian secara mekanis sulit dilakukan. Bahan yang di gunakan adalah minyak tanah. Banyak pembudidaya melakukanya dengan cara menyiramkan/menyemprotkan minyak tanah ke permukaan air kolam. Pertimbangannya adalah karena sifat minyak tanah yang mengapung di air. Dengan demikian, ucrit tidak dapat mengambil oksigen dari udara bebas sehingga pada akhirnya pun akan mati. Penggunaan minyak tanah tidak berbahaya pada ikan karena umumnya ikan ada di dalam air. Namun, penggunaan pada ikan lele tidaklah tepat karena ikan lele sering muncul kepermukaan. Setelah ucrit mati, masukan air baru ke dalam kolam dan buka pembuangan air sehingga ucrit yang mati ikut terbuang bersama minyak tanahnya.

Advertisements

Silakan Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s