Archive for June 25th, 2016

Hama Ikan: Ucrit

image

Ucrit

Hama benih ikan yang dikenal dengan nama ucrit ini merupakan larva dari Cybister atau kumbang air. Bentuknya memanjang seperti ulat, berwarna ke hijauan, dan memiliki panjang sekitar 3-5 cm. Ikan-ikan yang sering menjadi mangsa ucrit adalah benih ikan ukuran 1–3 cm. Cara kerja ucrit adalah mula-mula ikan di tangkap kemudia dilumpuhkan dengan ujung ekor yang bercabang dua dan tajam. Akibat tusukan ekornya tersebut, ikan menjadi tidak berdaya. Sambil terus di genggam erat, mangsanya di makan sedikit demi sedikit dengan cara di gigit.

image

Cybister (Kumbang Air)

Pencegahan
Gunakan sistem filter (saringan) air masuk pada kolam pembenihan maupun kolam penderan agar ucrit dan induk kumbang tidak ikut masuk ke dalam kolam bersama aliran air.

Hindari penebaran benih ikan pada kolam yang sudah di genangi air lebih dari satu minggu.

Gunakan benih ikan dengan ukuran tidak terlalu kecil, semakin kecil maka semakin mudah dimangsa para predator ikan.

Padat penebaran jangan terlalu tinggi.

Hindari penumpukan bahan organik di sekitar kolam. Jika pemupukan dengan pupuk organik usahakan jangan mengumpul di satu tempat (misal di dalam karung) karena tempat tersebut disukai ucrit.

Gunakan sumber air yang kira-kira tidak mengandung hama.

Pemberantasan
Meskipun ucrit maupun kumbang air sulit di basmi di kolam tetapi upaya penaggulangan harus dilakukan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Dengan cara mekanis,
Menggunakan alat tangkap berupa seser. Penggunaan seser sebenarnya cukup efektif karena jika dengan tangan akan sulit dilakukan karena bisa meloloskan diri bahkan dapat menggigit tangan. Ucrit yang tertangkap dikumpulkan dan segera dimusnahkan.

Dengan bahan kimia, Pengendalian ucrit merupakan langkah terakhir jika pengendalian secara mekanis sulit dilakukan. Bahan yang di gunakan adalah minyak tanah. Banyak pembudidaya melakukanya dengan cara menyiramkan/menyemprotkan minyak tanah ke permukaan air kolam. Pertimbangannya adalah karena sifat minyak tanah yang mengapung di air. Dengan demikian, ucrit tidak dapat mengambil oksigen dari udara bebas sehingga pada akhirnya pun akan mati. Penggunaan minyak tanah tidak berbahaya pada ikan karena umumnya ikan ada di dalam air. Namun, penggunaan pada ikan lele tidaklah tepat karena ikan lele sering muncul kepermukaan. Setelah ucrit mati, masukan air baru ke dalam kolam dan buka pembuangan air sehingga ucrit yang mati ikut terbuang bersama minyak tanahnya.

Membuat Pelet Apung

Membuat adonan pelet tidak sulit terutama pada pembuatan pelet yang biasa, namun pelet yang biasa pengolahanya, sangat mudah sekali tenggelam.

image

Untuk pelet yang bisa terapung, perlu melalui tahapan pengolahan secara khusus, penyebab pakan pelet tidak bisa lama terapung di air dikarenakan bahan yang dicampur belum komplek atau belum pas pada takaranya. Biasanya terdapat pada bahan ikan yang di haluskan belum cukup kering, ikan bekas yang di haluskan harus benar-benar berbentuk tepung dan kering, cara pengerjaanya juga sangat mudah yaitu dengan cara menjemur ikan tersebut atau menggunakan bantuan mesin oven dan mesin penepung halus.

Tahap Pembuatan Pakan Apung

✩ Langkah awal untuk membuat pelet apung adalah dengan memasukkan bahan yang bersifat perekat (misalnya tepung tapioka, tepung gaplek atau tepung onggok) dengan pemakaian sekitar 10% sampai 20% dari total campuran pakan total.
✩ Tambahkan air secukupnya agar bisa mengikat adonan lainnya.
✩ Masukkan bahan sumber protein utama (misalnya tepung ikan, tepung kepala udang atau tepung tulang) minimal 20% dari total campuran pakan total.
✩ Masukkan bahan pelengkap lainnya seperti dedak halus maksimal sebanyak 30% dari total campuran pakan total. Atau bila menggunakan bungkil kedelai bisa dengan konsentrasi maksimal 40%.
✩ Untuk pelengkap lainnya seperti minyak ikan maksimal 10% dari total campuran pakan total. Bisa juga ditambahkan 1% sampai 2% kalsium karbonat atau kapur dan juga sekitar 1% sampai 3% vitamin B komplek dan vitamin lainnya.
✩ Semua bahan ini kemudian dimixer selama 10 menit hingga benar-benar rata.
✩ Terakhir campuran ini diolah dengan mesin ekstruder sistem kering. Secara otomatis pelet yang dihasilkan sudah dalam keadaan kering dan memiliki sifat pakan apung.

Penggunaan Mesin Ekstruder

Gunakan mesin Ekstruder sebagai alat bantu pada tahap pencampuran atau homogen. Mesin Ekstruder dapat berguna untuk menghasilkan pakan sesuai ukuran yang anda inginkan. Guna untuk mengkompres kepadatan pada pelet karena homogen pada adonan, menggunakan mesin ini dapat mengirit waktu dan tenaga, jika anda ingin membuat dengan sekala besar maka menggunakan mesin sangat cocok.