Archive for June 17th, 2016

Berdagang ala Master of Treader

image

Nabi Muhammad SAW tercatat dalam sejarah adalah pembawa kemaslahatan dan kebaikan yang tiada bandingan untuk seluruh umat manusia. Bagaimana tidak karena Rasulullah SAW telah membuka zaman baru dalam pembangunan peradaban dunia. Beliaulah adalah tokoh yang paling sukses dalam bidang agama (sebagai Rasul) sekaligus dalam bidang duniawi (sebagai pemimpin negara dan peletak dasar peradaban Islam yang gemilang selama 1000 tahun berikutnya).

Kesuksesan Rasulullah SAW itu sudah banyak dibahas dan diulas oleh para ahli sejarah Islam maupun Barat. Namun ada salah satu sisi Muhammad SAW ternyata jarang dibahas dan kurang mendapat perhatian oleh para ahli sejarah maupun agama yaitu sisinya sebagai seorang pebisnis ulung. Padahal manajemen bisnis yang dijalankan Rasulullah SAW hingga kini maupun di masa mendatang akan selalu relevan diterapkan dalam bisnis modern. Setelah kakeknya yang merawat Muhammad SAW sejak bayi wafat, seorang pamannya yang bernama Abu Thalib lalu memeliharanya.

Abu Thalib yang sangat menyayangi Muhammad SAW sebagaimana anaknya sendiri adalah seorang pedagang. Sang paman kemudian mengajari Rasulullah SAW cara-cara berdagang (berbisnis) dan bahkan mengajaknya pergi bersama untuk berdagang meninggalkan negerinya (Makkah) ke negeri Syam (yang kini dikenal sebagai Suriah) pada saat Rasulullah SAW baru berusia 12 tahun. Tidak heran jika beliau telah pandai berdagang sejak berusia belasan tahun. Kesuksesan Rasulullah SAW dalam berbisnis tidak terlepas dari kejujuran yang mendarah daging dalam sosoknya.

Kejujuran itulah telah diakui oleh penduduk Makkah sehingga beliau digelari Al Shiddiq. Selain itu, Muhammad SAW juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan itu. Tidak heran jika beliau juga mendapat julukan Al Amin (Terpercaya). Menurut sejarah, telah tercatat bahwa Muhammad SAW melakukan lawatan bisnis ke luar negeri sebanyak 6 kali diantaranya ke Syam (Suriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Dalam semua lawatan bisnis, Muhammad selalu mendapatkan kesuksesan besar dan tidak pernah mendapatkan kerugian.

image

Jalur perjalanan berdagang Rasulullah

Lima dari semua lawatan bisnis itu dilakukan oleh beliau atas nama seorang wanita pebisnis terkemuka Makkah yang bernama Khadijah binti Khuwailid. Khadijah yang kelak menjadi istri Muhammad SAW, telah lama mendengar reputasi Muhammad sebagai pebisnis ulung yang jujur dan teguh memegang amanah. Lantaran itulah, Khadijah lalu merekrut Muhammad sebagai manajer bisnisnya. Kurang lebih selama 20 tahun sebelum diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, Muhammad mengembangkan bisnis Khadijah sehingga sangat maju pesat. Boleh dikatakan bisnis yang dilakukan Muhammad dan Khadijah (yang menikahinya pada saat beliau berusia 25 tahun) hingga pada saat pengangkatan kenabian Muhammad adalah bisnis konglomerat.

Pola manajemen bisnis apa yang dijalankan Muhammad SAW sehingga bisnis junjungan kita itu mendapatkan kesuksesan spektakuler pada zamannya ? Ternyata jauh sebelum para ahli bisnis modern seperti Frederick W. Taylor dan Henry Fayol pada abad ke-19 mengangkat prinsip manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu, ternyata Rasulullah SAW telah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen modern dalam kehidupan dan praktek bisnis yang mendahului masanya. Berdasarkan prinsip-prinsip manajemen modern, Rasulullah SAW telah dengan sangat baik mengelola proses, transaksi, dan hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak yang terlihat di dalamnya.

Seperti dikatakan oleh Prof. Aflazul Rahman dalam bukunya “Muhammad: A Trader” bahwa Rasulullah SAW adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang dipesan dengan tepat waktu. Muhammad SAW pun senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam berbisnis. Dengan kata lain, beliau melaksanakan prinsip manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan (customer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kemampuan, efisiensi, transparansi (kejujuran), persaingan yang sehat dan kompetitif. Dalam menjalankan bisnis, Muhammad SAW selalu melaksanakan prinsip kejujuran (transparasi). Ketika sedang berbisnis, beliau selalu jujur dalam menjelaskan keunggulan dan kelemahan produk yang dijualnya.

Ternyata prinsip transparasi beliau itu menjadi pemasaran yang efektif untuk menarik para pelanggan. Beliau juga mencintai para pelanggannya seperti mencintai dirinya sehingga selalu melayani mereka dengan sepenuh hatinya (melakukan service exellence) dan selalu membuat mereka puas atas layanan beliau (melakukan prinsip customer satisfaction).

Dalam melakukan bisnisnya, Muhammad SAW tidak pernah mengambil margin keuntungan sangat tinggi seperti yang biasa dilakukan para pebisnis lainnya pada masanya. Beliau hanya mengambil margin keuntungan secukupnya saja dalam menjual produknya.Ternyata kiat mengambil margin keuntungan yang dilakukan beliau sangat efektif, semua barang yang dijualnya selalu laku dibeli Orang-orang lebih suka membeli barang-barang jualan Muhammad daripada pedagang lain karena bisa mendapatkan harga lebih murah dan berkualitas. Dalam hal ini, beliau melakukan prinsip persaingan sehat dan kompetitif yang mendorong bisnis semakin efisien dan efektif.

Boleh dikatakan Rasulullah SAW adalah pelopor bisnis yang berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang adil dan sehat. Beliau juga tidak segan mensosialisasikan prinsip-prinsip bisnisnya dalam bentuk edukasi dan pernyataan tegas kepada para pebisnis lainnya. Ketika menjadi kepala negara, Rasulullah SAW mentransformasikan prinsip-prinsip bisnisnya menjadi pokok-pokok hukum. Berdasarkan hal itu, beliau melakukan penegakan hukum pada para pebisnis yang nakal. Beliau pula yang memperkenalkan asas “Facta Sur Servanda” yang kita kenal sebagai asas utama dalam hukum perdata dan perjanjian. Di tangan para pihaklah terdapat kekuasaan tertinggi untuk melakukan transaksi bisnis yang dibangun atas dasar saling setuju.

image

Sesibuk apapun shalatlah berjamaah

Ketika Nabi Muhammad SAW, berusia 25 tahun, sebelum diangkat menjadi seorang nabi dan rasul, beliau pernah menjalankan perniagaan bersama Siti Khadijah ke negeri Syam. Pada waktu berdagang, ia ditemani oleh Maisarah, budak Siti Khadijah.

Tips Berdagang Cara Nabi Muhammad SAW

✩ Jujur
✩ Amanah
✩ Ramah bersahaja
✩ Sopan santun

Jika barang dagangannya dijual jelek maka dikatakan jelek. Begitu pun sebaliknya, jika barang-barang itu baik dikatakan baik. Beliau tidak menyembunyikan barang-barang yang jelek di balik barang-barang yang baik. (sanggup bro …. ?)

Biliau membawa barang dagangan orang lain, Siti Khadijah (tidak membayar tunai barang dagangan yang beliau bawa). Harga yang ditawarkan kepada pembeli sesuai dengan yang disepakati Siti Khadijah. Ia tidak mengambil untung diluar yang disepakati. Oleh karena itu, banyak pembeli yang terkesan dan tertarik cara berdagang beliau.

Sumber:
https://thetruthislamicreligion.wordpress.com

Budidaya Ikan Patin Pada Keramba Apung

image

Karamba Jaring Apung

Dalam melakukan usaha budidaya ikan Patin, petani harus mengetahui dan mengerti apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan. Apabila petani sudah mengetahui teknik dan hal-hal dalam pembudidayaan ikan Patin dengan baik khususnya pada media keramba, kegiatan budidaya tidak akan terlalu rumit.  

Hal-hal yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan usaha tani ikan ini adalah pengetahuan mengenai syarat lokasi budidaya, penyiapan sarana dan prasarana seperti media budidaya, dan peralatan-peralatan pendukung.   Media yang biasa digunakan dalam budidaya ikan ini adalah kolam, jaring apung, dan keramba.

1. Persiapan Wadah dan Media Pemeliharaan
Persiapan wadah dan media merupakan salah satu kegiatan yang menunjang keberhasilan pembesaran.  Keramba adalah salah satu wadah yang dapat digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan Patin.  Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan keramba terdiri dari balok kayu dan bambu.  Balok kayu berfungsi sebagai rangka dan bambu sebagai dinding dan penutup yang diikatkan dengan tali nilon pada rangka kayu.  Bentuk keramba adalah kotak segi empat yang pada bagian bawahnya terbuka dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter. Penempatan keramba adalah 2/3 di dalam air dan 1/3 diatas permukaan air. Pada bagian tengah penutup keramba dibuat lubang terbuka berukuran 0,5 x 0,5 meter yang berfungsi sebagai tempat pemberian pakan dan pengontrolan ikan.
Di bagian dalam karamba dimasukkan jaring yang diikat pada dinding keramba, sebagai wadah penampung ikan patin yang dipelihara.  Ukuran mata jaringnya lebih kecil dari ukuran benih ikan patin yang ditebar.  Jaring ukuran tersebut sudah tersedia dan mudah dibeli di pasaran.
Karamba ditempatkan di pinggir sungai secara berkelompok dan setiap kelompok terdapat 20 – 40 karamba.  Penempatannya secara berpasangan dan diantara pasangan karamba ditempatkan bambu bulat yang berfungsi sebagai tempat pengikat, sekaligus sebagai pelampung karamba.  Di antara tiap karamba dibuat jalan penghubung dari papan kayu.  Kedua ujung bambu tersebut di ikat pada tiang yang ditancapkan kedasar sungai sebagai penahan agar karamba tidak terbawa arus air sungai.  Untuk setiap kelompok, diatas bambu pelampung dibuat pondok ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 meter sebagai tempat berteduh bagi petugas yang jaga di malam hari. Rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dari bambu dan atap dari daun rumbia atau nipah

2. Penebaran Benih
Setelah wadah dan media siap, maka dilakukan penebaran benih. Sebelum dilakukan penebaran, dilakukan aklimatisasi agar benih tidak stress.  Proses aklimatisasi ini dengan cara menambahkan sedikit demi sekit air kolam pemeliharaan ke bak atau kantong benih agar kualitas airnya sama.  Benih yang digunakan untuk pembesaran adalah benih yang memiliki berat antara 50 – 100g/ekor dengan kepadatan 100 – 200 ekor/m3. Penebaran benih ikan sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pagi hari saat kondisi perairan tidak terlalu panas. Agar ikan tidak stress, sebelum ikan di tebarkan, perlu dilakukan aklimatisasi (penyesuaian kondisi lingkungan) sekitar 5-10 menit.

image

3. Pengelolaan Pakan
Pakan merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ikan. Pemberian pakan pada ikan Patin dibedakan sesuai ukuran ikan.  Pada umur ikan satu bulan pertama diberikan pakan berupa pakan dengan butiran halus dan selanjutnya pakan dengan butiran yang agak besar dan kemudian butiran yang besar yang telah disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.
Jumlah pakan yang diberikan dapat dilihat pada tabel berikut.

image

4. Kualitas air
Kualitas air merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan.  Adapun parameter kualitas air meliputi
a) Suhu.
Suhu air pada umumnya ditentukan oleh suhu udara, sedangkan suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian lokasi dari muka laut. Semakin tinggi lokasi di atas muka laut semakin rendah suhu udaranya dan sebaliknya).  Suhu air merupakan salah satu sifat fisika yang dapat mempengaruhi nafsu makan ikan dan pertumbuhan badan ikan.  Perubahan suhu yang mendadak menyebabkan ikan mati, meskipun
kondisi lingkungan lainnya optimal (Purnamawati, 2002).  Suhu untuk pemeliharaan ikan patin yang optimal yaitu 25-33°C.
b) Kecerahan. 
Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan, yang ditentukan secara visual dengan menggunakan Secchi disk. Secchi disk dikembangkan oleh profesor Secci pada sekitar abad 19, yang berusaha menghitung tingkat kekeruhan air secara kuantitatif.  Tingkat kekeruhan air tersebut dinyatakan dengan suatu nilai yang dikenal dengan kecerahan Secchi disk.  Perairan yang aman bagi ikan Patin adalah perairan yang dapat ditembus oleh sinar matahari hingga kedalaman lebih dari 40 cm.

image

Cara membuat Secchi Disk

c) Derajat keasaman (pH).
Derajat keasaman atau pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen yang menunjukkan suasana asam atau basa suatu perairan. Derajat keasaman suatu perairan dipengaruhi oleh konsentrasi CO2 dan senyawa yang bersifat asam.  Ikan Patin mempunyai toleransi yang panjang terhadap derajat keasaman yaitu antara 5,0-9,0 dan derajat keasaman yang optimum adalah 7,0.   pH antara 6,5-9 merupakan kadar optimum untuk pertumbuhan ikan dan pH 11 merupakan titik mati basa.
d) Oksigen terlarut (DO).  Kandungan oksigen yang optimal untuk pemeliharaan ikan patin yaitu antara 5-6 ppm.   Peningkatan kandungan oksigen dalam air dapat dilakukan dengan aerasi, filter mekanis dan penambahan bahan penyegar. Dengan aerasi berarti oksigen atau udara bebas dialirkan ke dalam air sehingga dapat menempati rongga-rongga yang ditinggalkan oleh gas yang lebih ringan yang terusir.
Dengan filter mekanis berarti mengurangi kandungan bahan organik dan koloid dalam air sehingga memungkinkan oksigen atau udara bebas memasuki rongga dalam air. Dengan penambahan bahan penyegar berarti memasukkan bahan yang dapat mengikat gas-gas dalam air sehingga rongga yang ditinggalkan dapat
diisi oleh oksigen atau udara bebas.
e) Laju/Kecepatan Arus Air.
Laju/kecepatan (rate) pertukaran air di dalam sebuah keramba berbanding langsung dengan laju aliran air dan jarak linier yang melintasi keramba; oleh karenanya, semakin kecil keramba semakin besar laju pertukaran air potensialnya. Laju aliran air sebesar 1 m/menit akan berganti air satu kali dalam satu menit dalam keramba dengan lebar sisi 1-m (1-m3), tetapi hanya satu kali dalam tujuh menit dalam keramba dengan lebar sisi 7-m (98-m3). Kecepatan arus yang ideal untuk pembesaran adalah antara 15-30 cm/detik.

5. Hama dan Penyakit
Penyakit ikan adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan pada ikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.  Gangguan terhadap ikan dapat disebabkan oleh organisme lain, pakan maupun kondisi lingkungan yang kurang menunjang kehidupan ikan.  Jadi timbulnya serangan penyakit ikan di bak merupakan hasil interaksi yang tidak serasi antara ikan, kondisi lingkungan dan organisme penyakit.

a) Bintik Putih (White spot)
Penyakit bintik putih biasa menyerang benih ikan Patin. Penyakit bintik putih dapat diketahui dengan gejala seperti benih berenang di permukaan kolam.  Apabila diperhatikan, badan benih ikan patin terdapat bintik-bintik putih dan nafsu makan berkurang.  Cara mengatasi penyakit ini dengan menyurutkan air kolam sampai setengah, kemudian di beri garam sampai salinitas 3 ppt (30 garam/10 liter) disertai peningkatan suhu air media sampai 31℃.

b) Bakteri
Penyakit bakteri yang dapat menyerang ikan Patin adalah Aeromonas sp. dan Pseudomonas sp. Bakteri ini menyerang bagian perut, dada dan pangkal sirip sehingga menimbulkan pendarahan dan lendir di tubuh berkurang yang dicirikan dengan kulit ikan terasa kasap ketika diraba.  Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan merendam ikan ke dalam :
✩ Larutan PK (Kalium Permangnat) 10-20 ppm selama 30-60 menit, atau
✩ Larutan Nitrofuran 5-10 ppm selama 12-24 jam, atau
✩ Larutan Oksiterrasiklin 5 ppm selama 24 jam.

c) Jamur.
Jamur datang karena adanya luka-luka di bagian badan ikan. Penyebab luka dikarenakan penanganan yang kurang baik pada saat pemanenan atau pengangkutan. Jamur yang menyerang ikan patin dari golongan Achlya sp. dan Saprolegnia sp.

image

Ikan yang diserang Saprolegnia sp.

Ciri-ciri ikan yang terkena jamur adalah bagian tubuh terluka, terutama pada tutup insan, sirip dan bagian punggung ditumbuhi benang-benang halus, seperti kapas yang berwarna putih hingga kecoklatan.  Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air sesuai kebutuhan ikan dan menjaga agar ikan tidak mengalami luka-luka pada bagian tubuh seperti tutup insang, sirip dan bagian punggung.  Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan merendamnya ke dalam larutan Malachyte Green Oxalate (MGO) dengan dosis 2-3 g/m3 air selama 30 menit.  Pengobatan dilakukuan hingga tiga hari berturut-turut agar ikan patin benar-benar sembuh.

image

Achlya sp. (Esporangios)

6. Panen
Pemanenan adalah saat yang ditunggu pada budi daya ikan patin.  Meski terlihat sederhana pemanenan juga perlu memperhatikan beberapa aspek agar ikan tidak mengalami kerusakan, kematian, cacat saat dipanen.  Untuk pemanenan ikan di keramba, dilakukan dengan menggunakan serok atau alat tangkap lainnya.
Penanganan saat pemanenan harus hati-hati dan menghindari adanya luka karena dapat menurunkan mutu dan harga jual ikan.  Penangkapan langsung menggunakan tangan sebaiknya tidak dilakukan karena tangan bisa terluka terkena patil atau duri sirip ikan.  Untuk menjaga mutu ikan yang dipanen, sehari sebelum dipanen biasanya pemberian pakan dihentikan (diberokan). Ikan patin yang dipanen dimasukkan dalam wadah yang telah diisi dengan air jernih sehingga ikan tetap hidup dan tidak stress.
Untuk pemanenan pada pemeliharaan di kolam tanah, dilakukan dengan cara mengeringkan kolam hingga air yang tersisa hanya di kemalir saja. Ikan yang berada di kemalir diambil dengan menggunakan jarring. Ikan digiring ke arah saluran pembuangan kemudian diangkat dan ditampung pada tempat penampungan.  Penangkapan ikan dengan menggunakan jala sebaiknya tidak dilakukan karena akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka.

7. Pasca Panen
Penanganan pascapanen ikan patin dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.