image

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo meluncurkan kartu Aquacard. Aquacard merupakan kartu pembudidaya ikan yang diberikan kepada pembudidaya yang sudah memiliki sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) atau Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).

Kartu ini harus dimiliki oleh empat golongan yang terlibat dalam budi daya ikan di antaranya pembudidaya, pembenih, teknisi, dan auditor di bidang pembenihan dan pembudidayaan.

Dengan adanya kartu ini, para pembudidaya akan mendapatkan kepastian pembinaan dan bimbingan baik dari pemerintah melalui penyuluh maupun teknisi. Pembudidaya juga akan mendapatkan kemudahan dalam pemasaran hasil produksinya.

“Aquacard diharapkan daya saing produk perikanan budidaya semakin kompetitif di pasar regional dan global. Karena pembudidaya didorong untuk menghasilkan produk yang aman dikonsumsi serta tertelusur,” kata Sharif dalam acara “Aquaculture for Business and Food Security” di Jakarta, Selasa (26/8).

Sementara itu, dalam rangkaian acara tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginisiasi kerja sama baik dengan dunia perbankan maupun badan pangan dunia. Hasilnya, KKP melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan kerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO).

Kegiatan “Indonesian Aquaculture” tahun ini mempunyai nilai strategis dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Selain sebagai media untuk memaparkan berbagai hasil pembangunan perikanan budidaya lima tahun kebelakang, juga dapat memberi berbagai inspirasi untuk merancang pengembangan perikanan budidaya kedepan.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruhstakeholder dibidang perikanan serta mengajak stakeholder lainnya untuk mengambil peluang dalam usaha budidaya melalui event ini, serta mendukung suksesnya penyelenggaraan ‘Indonesian Aquaculture 2014’,” jelasnya.

“Indonesian Aquaculture” merupakan kegiatan yang secara rutin dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, yang merupakan forum penyatuan visi dan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, pembudidaya ikan dan stakeholder lainnya dalam industrialisasi perikanan budidaya, sekaligus menjadi ajang promosi berbagai peluang pengembangan usaha perikanan budidaya melalui seminar dan temu Bisnis serta Pameran.

Serta kegiatan pendukung lainnya berupa lomba cipta lagu mars Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Pada tahun ini, penyelenggaraan “Indonesian Aquaculture” terintegrasi dalam kegiatan besar KKP yakni “Marine and Fisheries Expo 2014” yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 27 – 29 Agustus 2014.

C-07/EPR

Sumber: BeritaSatu