Archive for March 18th, 2015

INVENDO – Mitra Budidaya Anda

ADE IRWAN INVENDO

HP/WA: 081297249463

PIN BBM : 5B23FAE2

Call Me

1. Artemia SUPRAME 425 gram harga hubungi 081297249463

Suprame

2. Artemia MACKAY 454 gram harga hubungi 081297249463

artemia mackay3. OVAPRIM 10 ml harga Rp. 200.000/botol

1-ovaprim4. CHORULON isi 5 pasang Rp. 450.000/set

Chorulon_tcm50-23024

5. PREGNYL 1.500iu isi 3 pasang Rp, 325.000/set

pregnyl-1500-250x2506. PREGNYL 5.000iu isi 1 pasang Rp. 250.000/set

buy_pregnyl_online_no_prescription_5000_1500_IU_HCG

7. ELBAYOU 50 gram Rp. 100.000

Elbayou

PRODUK KESEHATAN INVE UNTUK AKUAKULTUR

A. UNTUK LINGKUNGAN BUDIDAYA

1. SANOLIFE PRO W

SANOLIFE PRO W

SANOLIFE PRO W

Formulasi mikroba (bakteri) dengan performa tinggi untuk menekan keberadaan Vibrio di lingkungan dan mendekomposisikan bahan buangan. merupakan produk probiotik akuakultur yang unik dengan keistimewaan khusus untuk budi daya udang di tambak maupun ikan di kolam pembesaran lainnya. Keistimewaan strainnya dijaga pada tingkat kemurnian yang tinggi dengan spesialisasi untuk menekan bakteri-bakteri pathogen, mendekomposisikan kotoran dengan cepat. Dikemas dalam bentuk spora, praktis dan terjamin hingga 2 tahun.

Kandungan : Terdiri dari Strain-strain Bacillus subtilis dan Bacillus licheniformis dengan konsentrasi 5 x 1010 cfu/g

Penggunanan

Dosis 200 gram/Ha/3 hari. Campurkan Pro W dengan air kolam dalam wadah diamkan ± 15 menit dan tebarkan merata ke kolam

Kemasan : 500 gram/kaleng (6 kaleng/dus)

No. Registrasi DKP RI NO. I. 0606034 PBS

2. SANOCARE PUR

SANOCARE  PUR

SANOCARE PUR

Merupakan Disinfektan yang efektif untuk membunuh Pathogen (bakteri, virus dan jamur) di akuakultur. Aman untuk masa budidaya dan ramah lingkungan

Kandungan : Potassium peroxymonosulfate, Sulfamic acid, Malic acid, Sodium chloride, dan Sodium polymetaphosphate

Penggunaan

Dosis untuk kontrol rutin bakteri dan virus 0.5 ppm/15 hari, untuk kondisi bakteri tinggi 1 ppm diulang tiap hari sampai 2 hari. Pemakaian dilarutkan dalam wadah dan disebarkan merata ke kolam. Untuk persiapan kolam gunakan 1% larutan PUR (800 gram/80liter/Ha lahan) sebarkan ke dasar dan dinding kolam.

Kemasan : 800 gram/kaleng (6 kaleng/dus)

No. Registrasi DKP RI NO. I. 0511023 FTS

3. SANOLIFE AFM

SANOLIFE  AFM

SANOLIFE AFM

Merupakan extrak dari Yucca schidigera yang berfungsi untuk mengikat amoniak dan menurunkan nitrit

Penggunaan

Dosis untuk kontrol rutin 0.3 ppm/2 minggu, dan kondisi amoniak tinggi 0.3 ppm tiap hari selama 3 hari. Kocok dulu AFM sebelum digunakan, campurkan dengan air kolam 1:10 dan sebarkan merata ke dalam kolam

Kemasan : 1 liter/botol (9 botol/dus)

No. Registrasi DKP RI NO. I. 0512025 FBC

4. SANOLIFE NUTRILAKE

SANOLIFE  NUTRILAKE

SANOLIFE NUTRILAKE

Produk natural terbuat dari bahan-bahan mineral yang bisa digunakan untuk pemupukan sehingga meningkatkan produksi micro algae, suplly oksigen dan bio-regulator, mudah digunakan dan ramah lingkungan. Sumber nitrogen dan silicate untuk pertumbuhan algae dan tidak menimbulkan ammonia. Ramah lingkungan dan meningkatkan daya dukung lingkungan.

Selain untuk pemupukan sanolife Nutrilake adalah Oksidan yang kuat dan membantu kolam dalam menjaga konsentrasi oksigen terlarut di air, Oksidasi tanah kolam, memperbaiki dokomposisi bahan organik tanpa memproduksi bahan berbahaya, mengurangi beberapa komponen besi, Mangan dan H2S.

Penggunaan

Dapat diaplikasikan langsung disebarkan dalam bentuk powder atau dilarutkan dengan air kolam dan disebarkan merata

Untuk Oksidasi tanah kolam, gunakan 50Kg/Ha nutrilake sebarkan ke dasar kolam

Untuk pemupukan Dosis 35 kg/Ha

Kemasan : 10 kg/sak

B. UNTUK UDANG DAN IKAN

1. SANOLIFE PRO 2 Atau PRO F

Formulasi mikroba (bakteri) dengan performa tinggi untuk menekan keberadaan Vibrio di dalam saluran pencernaan dan memaksimalkan proses pencernaan udang untuk pertumbuhan dan menurunkan konversi pakan.

Kandungan

Terdiri dari Strain-strain Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus pumilus dengan konsentrasi 2 x 1010 cfu/g

Penggunaan

Dosis 2 gram/kg pakan, dengan air bersih campurkan Sanolife Pro 2 dengan 100 ml/kg pakan, aduk secara merata diamkan beberapa saat ( biar meresap ke dalam pakan ) dan siap digunakan.

Kemasan : 500 gram/kaleng (6 kaleng/dus)

No. Registrasi DKP RI NO. I. 0606036 PBS

2. SANOGUARD TOP S

Terdiri dari bahan-bahan alami penambah kekebalan yang spesifik β-1,3/1,6-glucans, free nucleotida, alginate dan chitosan, termasuk sudah mengandung level tinggi vitamin B-komplek, C dan E, mineral selenium, carotenoid, asam amino dan beberapa trace element

Penggunaan

Dosis 5-10 gram/kg pakan, campurkan TOP S dengan minyak ikan/cumi dengan perbandingan 1:3 secara merata diamkan sekitar 30 menit (jauhkan dari panas matahari langsung). Pemakaian secara periodik digabung dengan TOP SC, tiap hari selama 1 minggu pakai TOP S dan 1 minggu berikutnya memakai TOP SC

Kemasan : 500 gram/kaleng (6 kaleng/dus)

No. Registrasi DKP RI NO. D. 0512027 PBS

3. SANOGUARD TOP SC

Suplemen dan multivitamin level tinggi, Vit C, E, B1,2,3,5,6, Choline, Inositol, Asam amino Lysine, Methionine, trace mineral, Carotenoids.

Pemakaian dikombinasikan dengan TOP S dengan dosis yang sama

Kemasan : 500 gram/kaleng (6 kaleng/dus)

No. registrasi DKP RI NO. D. 0512028 PBS

Untuk informasi lebih lanjut

Hub. PT. INVE INDONESIA

M. Nadjib .

Email mnadjib01@gmail.com ,

HP: 08111 76808

DPR Apresiasi Minapolitan Perikanan Budidaya

Neraca.co.id – Kamis, 26/02/2015

Banjar-Pengembangan kawasan minapolitan telah mendorong peningkatan produksi secara signifikan. Kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya yang merupakan konsepsi pembangunan ekonomi yang berbasis kawasan berdasarkan prinsip – prinsip terintegrasi, efisiensi, dan percepatan pembangunan, telah memunculkan kawasan perikanan budidaya yang baru dan mendukung perekonomian daerah.

“Minapolitan perikanan budidaya telah berhasil menjadi contoh daerah lain yang memiliki potensi serupa, sehingga memberikan dampak yang positif bagi daerah lainnya,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, pada saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Cindai Alus, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan, kemarin.

Kabupaten Banjar salah satu sentra budidaya ikan Patin

Kabupaten Banjar salah satu sentra budidaya ikan Patin

Kabupaten Banjar merupakan salah satu kabupaten minapolitan berbasis perikanan budidaya dengan komoditas utama adalah patin. “Kawasan minapolitan perikanan budidaya di Kabupaten Banjar ini, mampu secara nyata mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam satu hari mampu menghasilkan 35 – 40 ton patin untuk dipasarkan ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Disamping itu, kawasan minapolitan ini telah mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” papar Slamet.

Pakan Mandiri

Gerakan Pakan Mandiri (GERPARI) yang telah dicanangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan juga telah di terapkan di kawasan budidaya patin Cindai Alus. Pabrik pakan mandiri yang di kelola oleh Bapak Suhadi telah mampu memproduksi pakan patin setiap hari secara rutin. Menurut Pak Suhadi, produksi pakan mandiri yang dia kelola, mampu memproduksi 5 ton pakan setiap hari. “Pakan yang saya produksi ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan di wilayah Cindai Alus. Tetapi dengan Pakan Mandiri ini, kami bisa menurunkan biaya produksi karena harga pakan yang kita produksi harganya lebih murah di banding dengan pakan komersil tetapi kualitasnya tidak kalah dengan pakan pabrikan. Margin yang kita dapat dari budidaya menggunakan pakan mandiri juga meningkat sampai 30 %”, ungkap Suhadi.

FB Upload -Indukan - 1 small

Produksi patin dari kolam Pak Suhadi dengan ukuran 20 x 24 m2, benih 3 inch sebanyak 40 ribu ekor, lama waktu budidaya 7 – 8 bulan, dapat dihasilkan patin ukuran > 800 gr sebanyak 40 ton dengan harga saat ini Rp. 20.000,-/kg.

Data sementara produksi Patin di Propinsi Kalimantan Selatan pada 2014 adalah 25,5 ribu ton. Volume ini setara dengan 6,3 % produksi patin nasional yang mencapai 403 ribu ton. Target produksi patin nasional pada 2015 adalah 604,7 ribu ton dengan target kontribusi produksi dari Kalimantan Selatan sebesar 48,6 ribu ton.

Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menambahkan bahwa program GERPARI adalah salah satu cara untuk mewujudkan Perikanan Budidaya yang Mandiri, berdaya Saing dan Berkelanjutan. “Dengan kemandirian dalam hal pakan, maka margin atau keuntungan pembudidaya akan meningkat dan kesejahteraannya pun akan meningkat. Melalui GERPARI akan di dorong untuk dibentuk Kelompok Pakan Mandiri yang terpisah dari Kelompok Pembudidaya. Kelompok Pakan Mandiri tugasnya adalah memproduksi pakan untuk di gunakan atau dijual ke pembudidaya. Pemerintah akan mensertifikasi pakan yang di produksi oleh Kelompok Pakan Mandiri ini sehingga kualitasnya terjaga. Ini sejakan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, untuk menjadikan pembudidaya ini menjadi pengusaha UMKM bukan hanya buruh. Sehingga upaya ini harus di dukung dan didorong untuk diwujudkan,” jelas Slamet.

Ditambahkan pula bahwa melalui GERPARI maka minat pembudidaya untuk meningkatkan produksi ikannya menjadi lebih besar karena keuntungan yang dihasilkan akan meningkat. Ini sejalan dengan target produksi perikanan budidaya yang terus di tantang untuk meningkat setiap tahunnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengatakan bahwa DPR cukup puas dengan keberhasilan pembudidaya patin di kawasan minapolitan perikanan budidaya yang berlokasi di Cindai Alus , Kab. Banjar ini.

“Produksi pakan mandiri terbukti mampu meningkatkan gairah pembudidaya untuk berbudidaya. Karena lebih menguntungkan dan terbukti menyerap tenaga kerja. Masyarakat sekitar lokasi budidaya juga lebih sejahtera. Lokasi ini dapat dijadikan contoh kawasan lain sehingga keberhasilan ini bisa di tularkan. DPR terus mendukung program pemerintah yang berpihak pada rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Titiek.

Sumber: http://www.Neraca.co.id