Catfish Fabrication

Home » Bakteri » Budidaya Ikan Patin Kolam Dalam

Budidaya Ikan Patin Kolam Dalam

Katagori

Harga Bibit Patin

TUJUAN 3/4" 1"
AMBON 208 253
AMPENEN 173 208
BANDA ACEH 188 227
BALIKPAPAN 187 225
BANJARMASIN 175 210
BATAM 171 204
BENGKULU 172 205
BIAK 241 297
DENPASAR 156 197
GORONTALO 206 251
JAMBI 169 202
JAYAPURA 243 290
KENDARI 208 253
KUPANG 206 251
LAMPUNG 164 195
MAKASAR 187 225
MALANG 166 197
MANADO 208 253
MEDAN 174 209
PADANG 171 204
PALANGKARAYA 175 210
PALEMBANG 164 195
PALU 215 262
PANGKAL PINANG 169 202
PANGKALANBUN 195 237
PAKANBARU 173 206
PONTIANAK 175 210
SAMPIT 192 232
SEMARANG 162 192
SOLO 160 190
SORONG 267 332
SURABAYA 162 192
TANJUNG PANDAN 178 213
TANJUNG PINANG 178 213
TARAKAN 213 260
TERNATE 206 251
TIMIKA 307 368
KETENTUAN: Jarak antara bandara ke kolam kurang dari 3 jam. Kapasitas Produksi 3 Juta Ekor per Bulan

Pemesanan Bibit Hubungi

0813-8030-3274
0878-7714-4003
EmpangQQ
E-mail:EmpangQQ

Klik Pada Peta Untuk memperbesar Peta Lokasi EmpangQQ

Budidaya Ikan Patin

Pangasius Farms Standards Guidelines

Fish Hatchery Management

Comments on BAP Standards Pangasius Farm Standards

Aquaculture Facility Certification Finfish and Crustacean Farms

Fish to 2030 Prospects for Fisheries and Aquaculture

FAO Aquaculture Department

ASC Pangasius Standards

FB Upload -Indukan - 3 small

1. PENDAHULUAN
Ikan patin sudah mulai populer di hampir seluruh wilayah tanah air. Ada beberapa metode budidaya pembesaran ikan patin antara lain karamba, KJA, serta di kolam tanah baik itu kolam dangkal maupun di kolam dalam.
Diantara metode-metode budidaya pembesaran ikan patin tersebut, budidaya dikolam dalam adalah yang paling unggul karena dapat meningkatkan produksi sampai 2 (dua) kali lipat serta dapat memperbaiki kualitas daging ikan patin itu sendiri, yaitu mencegah daging patin berbau lumpur mengingat sifat patin yang membawa makanannya ke dasar lumpur. Dengan kolam yang dalam, pakan langsung cepat masuk ke mulutnya. Sebaliknya apabila kolam tidak dalam, maka lumpur akan termakan ikan patin.
2. TEKNIS BUDIDAYA IKAN PATIN KOLAM DALAM

2.1. Lokasi
Penentuan lokasi pembesaran ikan patin di kolam dalam, perlu mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut :
1. Lokasi dekat dengan sumber air dan bebas banjir.
2. Tidak tercemar limbah serta jauh dari berbagai sumber polusi, seperti perumahan, industri, pertanian atau peternakan.
3. Tekstur tanah liat berpasir
4. Kemiringan lahan 1%.

2.2. Kualitas Air
Persyaratan kualitas air untuk budidaya pembesaran ikan patin adalah :
a. Suhu antara 25-32oC dengan pH 5-9;
b. Kadar ammoniak (NH3) < 0,01 mg/l;
c. Kecerahan kolam hingga 50 cm;
d. Perairan agak tenang;
e. Kadar oksigen minimum 4 mg/liter air;
f. Kandungan karbondioksida kurang dari 5 mg/liter air.

2.3. Wadah Budidaya
Kolam yang digunakan dalam perhitungan analisa keuangan adalah kolam berbentuk persegi panjang dengan luas 10.000 m2 dengan kedalaman 3 s/d 4 m.

2.4. Sarana
a. Benih
Ukuran benih yang digunakan 3 – 6 inchi, bobot 16-20 gr dengan kepadatan 33 ekor/m2.
b. Pakan
Pakan buatan dengan kandungan protein >25%.
c. Peralatan
Peralatan yang diperlukan adalah genset/tenaga listrik, pompa air, timbangan, ember, drum, hapa, scoop net/lambit, dan jaring. Sedangkan peralatan laboratorium antara lain pengukur kualitas air (termometer, DO meter, refraktometer, kertas lakmus) dan kincir air yang digunakan untuk meningkatkan oksigen di tambak .

2.5. Proses Produksi

a. Persiapan Kolam
1. Persiapan kolam dimulai dengan pengeringan selama 1 minggu sampai dasar kolam mengalami retak-retak dan diikuti dengan pembuatan kemalir/parit dan perbaikan pematang;
2. Setelah pengeringan dasar kolam, kemudian dilanjutkan dengan pengapuran pada tanah yang mempunyai pH rendah (<6) dengan kapur CaO dosis 100 gram/m2 yang bertujuan untuk meningkatkan pH dan membunuh bibit penyakit/hama;
3. Selanjutnya dilakukan pemupukan untuk meningkatkan kesuburan (merangsang pertumbuhan pakan alami) dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 250-500 gr/m2. Setelah selesai pengolahan kolam dilakukan pengisian air.
4. Pengisian air tawar, yang berasal dari saluran irigasi primer air tawar, dengan menggunakan menggunakan pompa Submersible 8 inci.

b. Penebaran Benih
Benih ditebar pada sore hari yang didahului dengan aklimatisasi antara suhu dalam kolam dengan suhu air yang ada dalam wadah benih, dengan cara kantong benih di masukkan ke dalam kolam terlebih dahulu selama ± 5-10 menit

c. Pemeliharaan
Pakan diberikan 3 kali sehari dan dosis 2-3% dari total biomassa dengan rasio konversi pakan/Food Convertion Ratio (FCR) 1:1,5 yang artinya dibutuhkan sekitar 1 kg pakan untuk 1,5 kg ikan patin yang akan dihasilkan.

d. Pengendalian Hama dan Penyakit
Dalam pembesaran ikan patin di kolam dalam, perlu dilakukan beberapa tindakan preventif (pencegahan) untuk menanggulangi munculnya hama dan penyakit. Tindakan preventif yang dilakukan dengan penerapan biosecurity dan aplikasi probiotik sedangkan untuk mendeteksi adanya serangan penyakit dilakukan secara morfologis dan Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium secara teratur.

e. Panen
Panen dilakukan setelah pemeliharaan mencapai 8 bulan (ukuran mencapai +600 gr sangat dibutuhkan untuk bahan filled). Panen dapat dilakukan dengan panen total.

3. ANALISA USAHA
Analisa usaha budidaya ikan patin di kolam dalam sangatlah bervariasi dan ini disebabkan oleh perhitungan biaya operasional yang dipengaruhi oleh besarnya unit usaha, alat dan bahan yang digunakan, serta letak lokasi usaha.

Analisa Usaha Budidaya Patin Kolam Dalam

Sumber: KKP download PDF

Advertisements

Silakan Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: