Archive for February, 2015

Jual-Beli Berkah

Sebuah akad/transaksi dalam jual beli akan sah bila terpenuhi padanya syarat-syarat pada tiga rukunnya. Tiga rukun itu adalah pelaksana akad, barang yang diperjualbelikan, serta ijab dan qabul dalam akad jual beli.

image

Rukun pertama: Pelaksana akad.

Dipersyaratkan pada pelaksana akad beberapa hal:

a. Saling ridha antara keduanya, sehingga jual beli tidak sah bila salah satunya melangsungkan akad jual beli karena dipaksa. Sebab Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka (saling ridha) di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’: 29)

Nabi juga bersabda:

إِنَّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ

“Hanyalah jual beli itu (sah) bila saling ridha di antara kalian.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi)

Lain halnya bila pemaksaan itu dengan cara dan alasan yang benar maka jual beli tetap sah. Semisal bila pemerintah/hakim memaksa seseorang untuk menjual hartanya untuk membayar utangnya, maka itu adalah bentuk pemaksaan yang benar.

b. Disyaratkan pada dua belah pihak, pelaksana akad adalah seorang yang boleh secara syar’i untuk ber-tasharruf (bertransaksi), yaitu seorang yang merdeka bukan budak, mukallaf (di sini bermakna baligh dan berakal), dan rasyid, yakni mampu membelanjakan harta dengan benar. Sehingga tidak sah transaksi oleh anak kecil yang sudah mumayyiz (kecuali pada barang yang sepele), safih (lawan dari rasyid), atau orang gila, juga seorang budak yang tanpa seizin tuannya.

c. Pelaksana akad harus seseorang yang memiliki barang yang diperjualbelikan, atau sebagai wakil darinya. Karena Nabi berkata kepada Hakim bin Hizam :

لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

”Jangan kamu jual sesuatu yang bukan milikmu.”

Al-Wazir mengatakan: ”Para ulama sepakat bahwa seseorang tidak boleh menjual barang yang tidak berada dalam kekuasaannya dan bukan miliknya. Bila dia langsungkan penjualan dan orangpun membelinya, maka batal dan tidak sah.”
 

Rukun kedua: barang yang diperjualbelikan atau uang/alat tukarnya.

Dipersyaratkan padanya tiga hal:

a. Sebagaimana sesuatu yang dibolehkan untuk dimanfaatkan secara mutlak menurut syariat, maka tidak sah jual beli yang diharamkan untuk dimanfaatkan. Karena Nabi bersabda:

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ بَيْعَ الْمَيْتَةِ والْخَمْرِ وَالْأَصْنَامِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan jual beli bangkai, khamr (minuman keras), dan berhala.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dalam hadits yang lain:

وَإِنَّ اللهَ إذا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْءٍ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ

”Sesungguhnya bila Allah haramkan atas sebuah kaum suatu makanan maka Allah haramkan juga harganya.” (HR. Abu Dawud no. 3488, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Di antara yang diharamkan untuk diperjualbelikan adalah khamr atau minuman keras, bangkai, babi, patung, anjing, darah, air mani pejantan dan segala yang haram. Demikian secara global, adapun perinciannya maka dibahas dalam bab hukum jual beli.

b. Barang atau uang/alat tukarnya adalah sesuatu yang berada dalam kekuasaan pelaksana akad. Bila tidak, maka hal itu serupa dengan sesuatu yang tidak ada wujudnya. Atas dasar itu tidak sah jual beli unta yang lari, burung di udara, atau yang semakna dengan itu.

c. Barang atau uang/alat tukar adalah sesuatu yang diketahui kadarnya oleh kedua belah pihak. Karena ketidaktahuan adalah bagian dari gharar (ketidakpastian) dan hal itu dilarang dalam agama. Sehingga tidak boleh jual beli sesuatu yang tidak dapat dilihat atau sudah dilihat namun belum dapat diketahui benar.

Rukun ketiga: ijab dan qabul dalam akad/transaksi jual beli.

Ijab adalah lafadz yang diucapkan penjual semacam mengatakan: ”Saya jual barang ini.”

Qabul adalah lafadz yang diucapkan pembeli, semacam mengatakan: ”Saya beli barang ini.”

Namun terkadang ijab qabul ini bisa dilakukan dengan perbuatan, yaitu pedagang memberikan barang dan pembeli memberikan uang, walaupun tanpa bicara. Atau terkadang dengan ucapan dan perbuatan sekaligus.

Sumber : http://www.asysyariah.com

Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Patin

FB Upload -indoor hatchery
Ikan patin (Pangasius spp.) merupakan salah satu komoditi perikanan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Permintaan lokal dan ekspor ikan patin semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat, dan gurih. Ikan ini dinilai lebih aman untuk kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging ternak. Keunggulan ini menjadikan patin sebagai salah satu primadona perikanan tawar.

Ikan patin adalah ikan perairan tawar yang termasuk ke dalam famili pangasidae dengan nama umum adalah catfish. Populasi di alam ditemukan di sungai-sungai besar di daerah Sumatera, Kalimantan, dan sebagian di Jawa. Di daerah penyebarannya tersebut di Indonesia, terdapat sekitar 14 jenis ikan patin, termasuk ikan patin siam (Slembrouck et al., 2005). Selain di Indonesia, ikan patin juga banyak ditemukan di kawasan Asia seperti di Vietnam, Thailand, dan China. Diantara beberapa jenis patin tersebut, yang telah berhasil dibudidayakan, baik dalam pembenihan maupun pembesaran dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah adalah 2 spesies, yakni ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus; nama latin sebelumnya adalah P. sutchi) dan patin jambal (Pangasius djambal).

Patin siam mulai berhasil dipijahkan di Indonesia pada tahun 1981, sedangkan patin jambal pada tahun 1997. Di samping itu terdapat patin hasil persilangan (hibrida) antara patin siam betina dengan patin jambal jantan, yang dilakukan oleh Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar (LRPTBPAT) dan dikenal dengan “patin pasupati” (Pangasius sp.). Ketiga jenis ikan patin tersebut mempunyai beberapa kelebihan dan kendala tersendiri dalam budidaya, baik dari kegiatan pembenihan maupun pembesaran. Kendala yang relatif besar dihadapi dalam pembenihan ikan adalah terhadap ikan patin jambal.

FB Upload -Pasir Gaok Animasi 3

Sumber : Bank Indonesia, Direktorat Kredit, BPR dan UMKM

Pengapuran dan Prinsip dalam Aquaculture

dolomit
Pengaruh menguntungkan dari pengapuran pada ikan / udang / produksi udang di pertambakan maupun kolam perairan basa dan asam telah dikaitkan dengan beberapa efek pada kualitas air. Dengan demikian Pengapuran meningkatkan pH lumpur bawah dan meningkatkan ketersediaan fosfor ditambahkan dengan pupuk. Pengapuran meningkatkan produksi bentik pada pemupukan kolam, tampaknya melalui ketersediaan hara yang  meningkat dan juga pengapuran menguntungkan dalam meningkat aktivitas mikroba dalam lumpur melalui peningkatan pH.Keuntungan dari pengapuran adalah:

  • Untuk membunuh mikroorganisme kebanyakan, terutama parasit, karena reaksi kaustiknya.
  • Untuk menaikkan pH air yang  asam ke nilai netral atau sedikit basa.
  • Untuk meningkatkan cadangan alkali dalam air dan lumpur yang mencegah perubahan pH yang ekstrim.
  • Untuk meningkatkan produktivitas biologi, karena meningkatkan pemecahan zat organik oleh bakteri,  menciptakan peningkatan oksigen dan cadangan karbon.
  • Untuk mempercepat pemecahan atau pelarutan bahan organik.
  • Untuk mengurangi kebutuhan oksigen biologis (BOD).
  • Untuk meningkatkan penetrasi cahaya.
  • Untuk meningkatkan nitrifikasi karena kebutuhan kalsium dengan nitrifikasiorganisme.
  • Untuk menetralisir aksi berbahaya dari zat tertentu seperti sulfida dan asam.
  • Untuk secara tidak langsung meningkatkan tekstur tanah dasar di atas materi organik.
    Pengapuran meningkatkan alkalinitas air sehingga meningkatkan ketersediaan karbondioksida untuk fotosintesis. Alkalinitas tinggi setelah pengapuran juga buffer air terhadap perubahan drastic pH umum dalam kolam eutrofik dengan air lunak. PH pagi akan lebih tinggi setelah pengapuran, namun, karena penyangga oleh bikarbonat, Sore nilai pH tidak akan setinggi sebelum aplikasi kapur. Pengapuran meningkatkanTotal hardness dengan menambahkan alkali (kalsium dan magnesium – PearlSpar-Aqua). Dengan perlakuan kapur, air dapat dibersihkan dari noda humat yang bersal dari vegetatif, yang membatasi penetrasi cahaya. Efek bersih dari perubahan pengapuran kualitas air berikut ini untuk meningkatkan produktivitas fitoplankton, yang pada gilirannya, menyebabkan peningkatanikan / udang / produksi udang.
Sebenarnya, alkalinitas total adalah indikator yang lebih handal dari kebutuhan untuk pengapuran dari total hardness karena beberapa kolam mungkin memiliki total kesadahan rendah dan kebasaan tinggi atau sebaliknya. Total Kesadahan lebih mudah untuk mengukur, khususnya di lapangan, dari pada alkalinitas.
Banyak sekali, kebutuhan kapur yang pertama kali diusulkan pada saat pemupukan anorganik gagal menghasilkan pertumbuhan plankton yang memadai. Namun demikian, total hardness atau analisis alkalinitas harus dibuat dan kemungkinan alasan lain untuk kegagalan pupuk untuk menghasilkan berkembang plankton  ditentukan sebelum menggunakan kapur.
Jenis Bahan Pengapuran
Sejumlah zat yang berbeda digunakan sebagai bahan pengapuran, bahan kimia yang digunakan untuk pengapuran tanah dan air adalah oksida, hidroksida dan kalsium silikat atau magnesium, karena ini yang mampu mengurangi keasaman. Unsur dari jenis kapur meliputi:
Kalsium (CaCO3) dan Dolomit (Kalsium-Magnesium Karbonat) [CaMg (CO3) 2]
Karbonat terjadi secara luas di alam. Di antara bentuk-bentuk umum yang dapat dimanfaatkan sebagai zat pengapuran yang kapur calcitic yang merupakan kalsium karbonat murni dan kapur dolomit yang merupakan kalsium karbonat-magnesium dengan proporsi yang berbeda-beda kalsium dan magnesiumnya. Kalsium karbonat komersial dikenal sebagai kapur pertanian. Karbonat adalah reaktif setidaknya dari tiga zat pengapuran. Sekarang, terutama dianjurkan untuk menggunakan dolomit [CaMg (CO3) 2] selama periode kultur.
Kalsium Oksida (CaO)
Ini adalah satu-satunya senyawa yang kapur istilah dapat diterapkan dengan benar. Kalsiumoksida adalah dikenal sebagai kapur unsulated, kapur terbakar dan kapur cepat. Sekarang diproduksi oleh kapur calcitic dipanggang di tungku. Oksida kalsium dan kaustik higroskopis dan sering dianjurkan untuk menerapkan kapur ini untuk tanah asam saja.
Kalsium Hidroksida (Ca (OH)2)
    Kalsium hidroksida dikenal sebagai kapur dipipihkan, kapur terhidrasi atau kapur pembangun. Sekarang disiapkan oleh hydrating kalsium oksida. Semuanya adalah serbuk putih keabu-abuan. Bahan pengapuran yang berbeda dalam kemampuan untuk menetralkan asam.CaCO3 Murni adalah ukuran standar bahan pengapuran terhadap yang lainnya. Nilai penetralan CaCO3 adalah 100 persen dan untuk sampel murni dari bahan lain adalah sebagai berikut: CaMg (CO3)2, 109 persen;Ca (OH)2, 136 persen, dan CaO, 179 persen.
Tapi dolomit (‘Neosparks PearlSpar-Aqua) adalah contoh yang baik untuk didiskusikan. Karbondioksida dalam air bereaksi dengan dolomit sebagai berikut:

CaMg (CO3)2 + H2O + CO2 «Ca2+ + Mg2+ + 2HCO3- + CO32-
Reaksi ini menunjukkan dolomit yang akan bersaing dengan fitoplankton untuk CO2 dan mungkin mengurangi tingkat fotosintesis. Selain menghapus semua CO2 bebas awalnya di air, CaCO3 bereaksi dengan CO2 dilepaskan dari dekomposisi bahan organik dan dengan CO2 yang berdifusi ke dalam air. Hasil akhirnya adalah bahwa beberapa hari setelah pengapuran, kesetimbangan konsentrasi CO2 lebih tinggi dari sebelumnya. Ini terjadi karena dolomit mengikat CO2 yang akan dinyatakan telah hilang ke atmosfer. Dolomit akan memberikan jumlah kontribusi setara kation dan anion sehingga peningkatan kesadahan total dan alkalinitas pengapuran berikut total akan sama.
Mungkin menyimpulkan bahwa jumlah dolomit yang diperlukan untuk meningkatkan kesadahan total kolam ke tingkat tertentu bisa langsung dihitung. Menggunakan logika tersebut, jumlahd olomit diperlukan untuk meningkatkan kesadahan total dari kolam 1 hektar x 1 meter yang mendalam dari 5 sampai 20 mg / liter akan menjadi 15 mg untuk setiap liter air atau 15 gram untuk setiap meter kubik. Karena kolam berisi 10.000 m3, total 150 kg dolomit akan diperlukan.
Kapur memberikan dua tujuan – Koreksi pH air dan pH tanah dasar. Ketika koreksi pH air adalah tujuannya, kapur dapat dibuat menjadi bubur dan baik ditambahkan ke air masuk atau diterapkan di depan aerator. Jika pH koreksi dasar tambak adalah kapur objektif perlu bertebaran seperti pakan. Perhatian perlu dilaksanakan saat memilih kapur. Kapur pertanian yang paling tersedia di negara kita adalah granular tidak bubuk dan memiliki jumlah yang berlebihan dari kelembaban. Hal ini sangat merekomendasikan bahwa kapur harus mampu melewati 100 persen melalui mesh 60.
Karena kalsium merupakan bagian utama dari tulang dan exuvia ikan dan udang / udang masing membutuhkan tingkat asupan kalsium tinggi, terutama setelah molting pada udang / udang. Persyaratan ini dipenuhi terutama oleh menyerap Ca tersedia dalam air laut.Kandungan kalsium dari kutikula selama tahap inter-moult adalah antara 12% dan19% pada udang dan kehilangan sekitar 23% dari total kalsium tubuh dengan molting. Namun,jumlah mineral yang hilang dalam proses molting lebih tinggi dari ini karena exuvia termasuk mineral lainnya dalam bentuk kalsium dan garam magnesium.

Teknik Pengapuran:

  1. Untuk memperbaiki kondisi dasar tambak selama persiapan kolam pembesaran. Setelah melakukan budidaya, tanah dasar dapat menjadi sangat tercemar dan asam karena akumulasi humus zat organik. Pengapuran bahan yang dapat digunakan untuk menetralkan asam organik dibebaskan dari humus substansi dan meningkatkan nilai pH tanah dasar dan untuk meningkatkan degradasizat organik, sehingga zat organik humus dapat kembali digunakan sebagai pupuk selama budidaya berikutnya.
  2. Bahan pengapuran juga memiliki properti desinfektan dan karena itu berfungsi sebagai disinfektan bila diterapkan dalam persiapan kolam pembesaran.
  3. Selama periode budidaya, saat pH air tambak turun di bawah kisaran normal untuk udang budidaya (di bawah pH 7,2), bahan pengapuran dapat digunakan untuk meningkatkan nilai pH ke tingkat optimal. Dosis didasarkan pada pH tanah dasar dan jenis bahan kapur yang digunakan.

Dolomit Khusus Neosparks’untuk Budidaya-PearlSpar-Aqua

Pearl Spar-Aqua mengurangi keasaman tanah dan air di kolam Budidaya, menstabilkan fitoplankton, meminimalkan fluktuasi pH dengan menstabilkan alkalinitas, sehingga meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang, udang dan ikan.PearlSpar-Aqua mengandung Kalsium Oksida, Oksida Magnesium, Silikon Dioksida,Aluminium Oksida dalam rasio yang tepat bersama dengan Cobalt dan Kalium.
Untuk rincian lengkap silahkan kunjungi – PearlSpar-Aqua dan GeoMix.
(Water Quality Enhancing Formulations – Powders).
Pentingnya Pengapuran Untuk Pengendalian Kualitas Air Di Tambak Udang
Kegunaan kapur termasuk untuk mengurangi keasaman tanah dan membunuh sebagian besar organisme,terutama parasit, selama persiapan kolam dan mengurangi pH air selamaperiode budaya. Umumnya, pengapuran tidak hanya mengurangi keasaman tanah dan air, yang sangatmempengaruhi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang, tetapi juga menstabilkan pH air danmempromosikan produktivitas biologi. Seperti pH air adalah salah satu bahan kimia yang paling pentingparameter untuk budidaya udang. Kisaran pH optimum air di tambak udang adalah 7.4-8,5. Hal ini penting untuk menstabilkan pH dalam kisaran ini. Nilai pH dalam airbiasanya terendah di pagi hari dan tertinggi di sore hari. Untuk kualitasair terbaik, fluktuasi pH maksimum tidak boleh melebihi 0,5. Faktor utamayang mempengaruhi variasi pH dalam air adalah alkalinitas.
Totalalkalinitas didefinisikan sebagai konsentrasi total basis titrable dalam air.Basis utama dalam air adalahIon HCO3- Dan CO3-. Alkalinitas total telahtradisional mengungkapkan sebagai miligram per liter (ppm) dari kalsium karbonat setara(CaCO3). Umumnya, alkalinitas bervariasi dari situs ke situs. Dalam air laut, alkalinitas biasanya lebih tinggi dari 100 ppm, tetapi di daerah air tawar, alkalinitas sering rendah,terutama selama musim hujan. Rendah alkalinitas dalam air tawar atau daerahsalinitas rendahakan mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup dan molting udang.
Kapur dapat digunakan untuk mengurangi keasaman dalam air. Dalam hal pH air naik turun secara drastispada siang hari, kapur juga dapat digunakan untuk meningkatkan alkalinitas dalam air untuk menstabilkanpH air. Di daerah, di mana pengaruh air tawar yang lebih, terutama selama hujanmusim, penurunan salinitasair serta alkalinitas. Ketika salinitas menjadi rendah danalkalinitas lebih rendah dari 50 ppm. Nilai pH juga tetes, sehingga moulting dariudang menjadi tertekan dan mortalitas berat terjadi. CaMg (CO3)2 diterapkan setiaphari sampai nilai alkalinitas mencapai 70-90 ppm. PH tidak akan berfluktuasisangat, warna air akan meningkatkan dan udang akan menjadi normal.
Di sisi lain, di beberapa daerah alkalinitas adalah 90-100 ppm tapi warna air dan pHsangat berfluktuasi sepanjang hari. pengapuran harus diterapkan setiap hari sampainilai pHmenjadi lebih stabil dan tidak bervariasi lebih dari 0,5.
Karena kalsium merupakan bagian utama dari exuvia, udang membutuhkan tingkatasupan kalsiumtinggi, terutama setelah molting. Persyaratan ini dipenuhi terutama oleh menyerapanCatersedia dalam air laut. Kandungan kalsium dari kutikula selama tahap inter-moult adalahantara 12% dan 19% pada udang dan kehilangan sekitar 23% dari kalsium tubuh totalmolting. Namun, jumlah mineral yang hilang dalam proses molting lebih tinggi dariini karena exuvia meliputi mineral lainnya dalam bentuk kalsium dan garam magnesium.
Selain itu, air laut memiliki magnesium lebih tinggi dari kandungan kalsium, sementara dipayau konten kalsium lebih tinggi dari magnesium. Magnesium adalah salah satuelemen yang paling penting untuk organisme laut. Peran meliputi pengendaliansistem saraf atau fungsi otot dan merupakan komponen utama dari klorofil.Hal ini dapat diamati setelah 2-3 bulan dari budaya bahwa fitoplankton di air kolammenjadi sangat padat dan nilai Magnesium dalam air berkurang sampai batas tertentudan bisa jatuh ke nol. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan, molting dan akhirnya tingkat kelangsungan hidupudang. Namun, masalah alkalinitas rendah dan kandungan Mg dapat diselesaikanmelalui penerapan kapur, terutama dolomit. Pengapuranberlebihan, bagaimanapun, akan dapatmerusak karena menurunkan ketersediaan fosfor melalui pengendapanlarut kalsium atau magnesium fosfat.
Dalam prakteknya, bahan pengapuran tidak senyawa murni dan nilai menetralkan mereka harusditentukan dengan analisis kimia.Kapur Pertanian adalah bahan pengapuran daripilihan untuk kolam ikan. Jika digunakan dalam jumlah yang cukup, Ca (OH)2 atauCaO dapat meninggikanpH air sehingga ikan bisa mati. Jika ikan tidak ada dalam kolam, Ca (OH)2 danCaO dapat digunakan sebagai bahan pengapuran disediakan cukup waktuuntuk pHmenurun ke tingkat yang ditoleransi sebelum ikan ditebar.Pengobatan dengan kapur memiliki beberapa efek yang tidak diinginkan langsungpada kualitas air. Palingbahan pengapuran tidak larut sekaligus dan, karena mengendap melalui airkolom, fosfat bereaksi dengan itu dan hilang dari larutan. The pH naik dan cukupCO2 bebas tidak dapat terjadi di dalam air untuk proses fotosintesis. Namun, dalambeberapa minggu,bahan pengapuran bereaksi dengan lumpur untuk meningkatkan pH lumpur dan meningkatkan ketersediaanpupuk fosfat dan dengan karbon dioksida untuk meningkatkan alkalinitas dan karbondioksida cadangan dan karenanya produksi primer.Metode Aplikasi. Kolam baru terbaik dapat dikapur sebelum awal mengisi. Itukebutuhan kapur tanah dari dasar kolam baru harus ditentukan padasampel, yangmerupakan perwakilan dari dasar tambak. Jumlah yang diperlukan kapuryangkemudian menyebar secara merata di atas dasar tambak kering. Dalam kolam tua,yang mengandung air,Hasil terbaik diperoleh dengan menyebarkan bahan pengapuran di atas permukaankolam seluruh.
Pedoman Untuk Pengapuran SelamaPeriode Budidaya
Status    Kegiatan

  1. Selama bulan pertama budaya ketika tidak ada pertukaran air dan jika pH nilai normal 7,5-7,8 di pagi hari.Dolomit harus dilakukan setiap 2-3 hari dilaju 150-200 kg / ha
  2. .Nilai pH normal 7,5-8,0 dalam pagi dan tidak meningkat lebih dari 0,5 di sore hari, tapi ada perkembangan fitoplankton. Menggunakan dolomit sebesar 200-250 kg / hasetiap 2-3 hari selama siang hari.
  3. Nilai pH di pagi hari lebih rendah dari 7,5. Menggunakan penebaran dolomit sebesar 150kg / ha / hari pengukuran pH pada pagi berikutnya, ulangi pengapuran sekali sehari sampai nilai pH meningkat hingga 7,5.
  4. PH air di pagi hari adalah sekitar 8,tetapi meningkat lebih dari 0,5 di sore (seperti 8,8 atau 9) danwarna air adalah normal.Menggunakan dolomit 200 kg / ha / hari di pagi hari,ulangi aplikasi setiap hari sampai pH tidak bervariasi dan pH air tidak begitu tinggidi pagi hari.
  5. Udang berukuran 1 atau 2 bulan sebelum panen. Air berwarna gelap atauselama tidak ada pertukaran air, air mungkin memiliki gelembung. Nilai pH air pada pagi dan sore hari bervariasi.Menggunakan dolomit sebesar 200 kg / ha / waktu dimalam atau dini hari. Frekuensi pengapuran tergantung pada warna air dan pertukaran air.Disarankan bahwa pengapuran harus dilakukan setiap hari. Namun,tergantung pada warna air kolam dan pH
  6. .Sebelum pertukaran air jika tidak yakin dengan kualitas airnya.Penenbaran dolomit 200 kg / ha untuk mencegahperubahan kualitas air secara tiba-tiba.

 

Penulis:

MEMONITOR DAN MEREKONDISI KIMIA AIR

24 Februari 2015, dapat kiriman JBL TESTLAB dengan spesifikasi

JBL pH Test-Set 3,0-10,0
JBL pH Test-Set 6,0-7,6
JBL GH-Test
JBL KH-Test
JBL Phosphate TestSet PO4
JBL Ammonium TestSet NH4
JBL Nitrite TestSet NO2
JBL Nitrate TestSet NO3
JBL Iron Test-Set Fe

testlab JBL

Langkah selanjutnya adalah memahami kimia air seperti berikut

Kekerasan Air / Total Hardness (gH)
Saran monitor : Mingguan atau pada saat penggantian air.
Nilai ideal : 6 – 16 dGH
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : memberikan kondisioner untuk menurunkan kekerasan air atau mengganti air secara parsial dengan air yang lebih lunak.
o menaikan : memberikan kondisioner untuk menaikan kekerasan air.

Kekerasan Karbon / Carbonate Hardess (kH)
Saran monitor : Mingguan
Nilai ideal : 5 – 10 dKH
Nilai ideal : 8 – 12 dKH
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : memberikan kondisioner untuk menurunkan kekerasan air atau mengganti air secara parsial dengan air yang lebih lunak.
o menaikan : memberikan kondisioner untuk menaikan kekerasan air.

Ke – asam / basa -an Air (pH)
Saran monitor : Mingguan
Nilai ideal : 6 – 8 ( untuk kebanyakan ikan ), 7.5 – 8.5 untuk jenis ikan Cichlid yang berasal dari Malawi & Tanganyika
Nilai ideal untuk akuarium air laut : 8.2 – 8.4
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : menambahkan karbondioksida (CO2 ) untuk air tawar, mengganti air secara parsial dengan air yang lebih asam, memberikan kondisioner untuk menurunkan pH air (pH Down)
o menaikan : memberikan kondisioner untuk menaikan pH air, mengganti air secara parsial dengan air yang lebih basa

Ammonium / Ammonia (NH4 / NH3)
Saran monitor : Mingguan atau pada saat diperlukan seperti ada gejala / gerakan yang tidak normal pada ikan.
Nilai ideal : 0.0 mg/l (ppm)
Nilai bahaya : 0.02 mg/l (ppm) – tergantung nilai pH
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan :

– mengganti air secara parsial dan memeriksa pH air
– dalam keadaan yang akut ammonium/ammonia dapat diturunkan dengan memberikan kondisioner penurun nilai pH
– memberikan kondisioner untuk menurunkan jumlah kandungan ammonium/ammonia pada air.
– memeriksa biofilter filter
– mengurangi populasi ikan dan tidak memberikan makanan ikan yang berlebihan
– menambah jumlah tanaman

Nitrit / Nitrite (NO2)
Saran monitor : Mingguan atau pada saat diperlukan seperti ada gejala ikan sakit.
Nilai ideal  : 0.0 mg/l (ppm)
Nilai cukup bahaya : 0.3 – 0.9 mg/l (ppm)
Nilai bahaya : 0.9 mg/l (ppm)
Nilai sangat bahaya : 3.3 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan :

– memberikan kondisioner untuk menurunkan kadar Nitrit
– memeriksa filter – biofilter
– mengurangi populasi ikan dan pemberian makanan ikan yang berlebihan
– periksa apakah ada ikan yang hilang (mati)
– memeriksa penyebab yang berasal dari polutan lainnya
– mengganti 30% air secara parsial, ulangi penggantian air ini setelah 12-24 jam

Nitrat / Nitrate (NO3)
Saran monitor : Mingguan atau pada saat diperlukan seperti adanya pertumbuhan lumut (algae)
Nilai ideal : 20 mg/l (ppm)
Nilai cukup : 20 mg/l (ppm)
Nilai bahaya : 100 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan :

– memberikan kondisioner untuk menurunkan kadar nitrat
– menambah tanaman air yang cepat tumbuh pada akuarium air tawar / kolam, atau
– menambah makro-alga pada akuarium air laut
– mengganti air secara parsial dengan yang rendah nitrat
– mengurangi jumlah / populasi ikan
– mengurangi penggunaan makanan ikan yang berlebihan
– mengganti 30% air secepatnya, dan kemudian diberikan kondisioner kembali

Besi / Iron (Fe)
Saran monitor : Mingguan atau pada saat diperlukan seperti adanya pertumbuhan lumut (algae) dan penurunan perkembangan tanaman air.
Nilai ideal .: 0.5 – 1.0 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : memberikan kondisioner untuk menurunkan kadar besi, dan mengganti air secara parsial
o menaikan : memberikan kondisioner untuk meningkatkan kadar besi, dan memberi pupuk tanaman yang mengandung besi

Oksigen / Oxygen (O2)
Saran monitor : dua mingguan pada pagi dan sore hari, kadar oksigen pada pagi hari lebih rendah dari sore hari adalah normal , atau ada gerakan tidak normal pada ikan seperti kesulitan bernafas / megap-megap pada permukaan air.
Nilai ideal : 4 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menaikan :

– meningkatkan kadar oksigen dengan tambahan kondisioner
– memberi tambahan aerasi
– memeriksa apa yang menjadi penyebab turunnya kadar oksigen, dan segera perbaiki

Karbondioksida / Carbon dioxide (CO2)
Saran monitor : setiap hari
Nilai ideal : 10 – 40 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : mengurangi (penggunaan) karbondioksida
o menaikan : menambahkan kondisioner penambah CO2

Tembaga / Copper (Cu)
Saran monitor : setiap penggantian air, terutama penggunaan dengan air ledeng (PAM)
Nilai ideal : 0.0 mg/l (ppm), diatas 0.3 mg/l (ppm) fatal untuk jenis keong dan invertebrata, diatas 1.0 mg/l (ppm) fatal bagi kehidupan air tawar, kolam, dan laut.
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : mengganti sebagian besar air dengan air yang bebas tembaga.

Fosfat / Phosphate (PO4)
Saran monitor : mingguan atau adanya pertumbuhan lumut (algae)
Nilai ideal : 1.0 mg/l (ppm)
Nilai ideal : 0.1 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan :

– mengganti air secara mingguan (10-30%)
– menambah tanaman air yang cepat tumbuh
– mengurangi jumlah populasi ikan dan pemberian makanan yang berlebihan

Klorin / Chlorine (Cl)
Saran monitor : setiap penggantian air, terutama penggunaan dengan air ledeng (PAM)
Nilai ideal : dibawah 0.02 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : memberikan kondisioner penurun klorin dan meng-aerasi-kan air dengan baik

Kalsium / Calsium (Ca)
Saran monitor : mingguan atau ada gejala pertumbuhan koral yang lambat / melambat
Nilai ideal untuk akuarium air laut : 400 – 450 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : mengganti air secara parsial
o menaikan : memberikan kondisioner penambah kalsium

Magnesium (Mg)
Saran monitor : mingguan atau ada gejala pertumbuhan invertebrata dan alga merah melambat
Nilai ideal untuk akuarium air laut : sekitar 1300 mg/l (ppm)
Kegiatan untuk merekondisi air :
o menurunkan : mengganti air secara parsial
o menaikan : memberikan kondisioner penambah kalsium

Catatan :
1. Dalam penggunaan air untuk memelihara ikan hias dan tanaman air sebaiknya air diendapkan dahulu     selama sehari.
2. Dalam keadaan tertentu dapat didahulukan penggunaan air tersebut, terutama air yang berasal dari
air ledeng (PAM) dengan penambahan kondisioner untuk mengatasi kandungan berbahaya pada air     tersebut, seperti klorin, tembaga, dll.
3. Oleh karena hal tersebut diatas, sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap air yang akan     digunakan.
4. Untuk mengetahui kondisioner mana yang sesuai kebutuhan, ada beberapa referensi yang dapat     digunakan, silahkan klik ” Produk Kondisioner Air ” .
5. Dalam memilih dan membeli kondisioner air perlu diperhatikan baik-baik tanggal kadaluarsanya, tabel     tester (jika ada), penggunaannya apakah untuk air tawar, kolam atau laut.
6. Kegiatan untuk merekondisi, baik untuk kegiatan menurunkan dan menaikan berurut mulai dari tindakan     untuk mengatasi kondisi yang ringan sampai ke berat.

Sumber: http://www.jelambaraquaticlife.com

VAKSINASI IKAN

pale skin with patches1

Koi Herpes Virus

Peningkatan produksi perikanan adalah impian dari setiap pembudidaya. Hal ini juga didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mencanangkan program bahwa pada tahun 2015, Indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan sebesar 353 %. Program ini dapat diartikan sebagai tekad dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa Indonesia semaksimal mungkin mampu meningkatkan produksinya di bidang perikanan.

Serangan Motile Aeromonas Septicemia (MAS)

Serangan Motile Aeromonas Septicemia (MAS)

Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana caranya agar produksi ikan di Indonesia bisa meningkat?” Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah melakukan beberapa hal yang dapat dilakukan agar produksi perikanan dapat meningkat. Salah satunya yaitu melalui Pengendalian Penyakit Ikan dengan Cara Vaksinasi. Hal ini diharapkan mampu mengurangi tingkat mortalitas atau kematian pada ikan-ikan konsumsi yang dibudidayakan oleh para pembudidaya ikan. Ini merupakan suatu langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah agar indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan sebesar 353 % pada tahun 2015.

Serangan Streptococcus

Streptococcus iniae pada ikan Nila

Vaksin merupakan suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme yang dilemahkan, dimatikan atau direkayasa genetika sehingga berguna untuk merangsang kekebalan tubuh secara aktif. Dapat diartikan bahwa fungsi dari vaksinasi itu sendiri yaitu untuk meningkatkan kekebalan atau sistem imun pada ikan, sehingga apabila suatu saat ikan itu terkena penyakit atau mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan infeksi pada ikan, ikan tersebut mampu melawan infeksi tersebut.Vaksinasi ini dilakukan bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menyerang ikan. Seperti yang kita ketahui, pencegahan sejak dini merupakan cara yang paling ideal untuk pengendalian penyakit pada ikan.

Penggunaan vaksinasi  telah terbukti memiliki kontribusi postif pada dunia perikanan. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan industri salmon dan trout di Eropa yang terus meningkat. Keberhasilan penggunaan vaksinasi ini diyakini akan memiliki dampak pada produksi khususnya perikanan budidaya. Dampak yang dapat terjadi pada keberhasilan vaksinasi ini diantaranya: 1) menurunnya penggunaan zat-zat antibiotik pada ikan, 2) tingkat Mortalitas atau kematian pada ikan yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme patogen akan menurun. Kesemua hal diatas pada akhirnya akan menyebabkan meningkatnya produksi perikanan budidaya.

hydrovac-vaksin-KHVJenis-jenis Vaksin

Secara umum vaksin dapat digolongkan kedalam 5 jenis yaitu :

  1. Vaksin In-aktif : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang dimatikan. Cara kerja vaksin ini yaitu dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
  2. Vaksin Hidup/dilemahkan : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan. Vaksisn ini menstimulasi sebagian (sel perantara) atau seluruh sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
  3. Vaksin toxoid : vaksin yang mengandung unsur toksik (ekstar cellular product) dari mikroorganisme patogen yang telah diinaktivkan, sehinggatidak akan mampu lagi menimbulkan penyakit pada ikan.
  4. Vaksin sub-unit : vaksin yang mengandung sebagian kecil epitop atau locus dari sel utuh mikroorganisme patogen yang digandakan atau diproduksi secara massal melalui perantara mikroorganisme lain yang dilemahkan sehingga tidak mampu menimbulkanpenyakit.
  5. Vaksin DNA : vaksin yang mengandung sebagian materi genetik dari mikroorganisme patogen. Vaksin ini dapat menstimulasi kekebalan tubuh spesifik secara terus menerus.

Vaksin yang Terdaftar di Indonesia

No Nama Vaksin Manfaat No. Registrasi
1. Aquavac Garvetil Pencegah bakteri Streptococcus iniae DKP RI. No. I 0703071 VKC
2. Aquavac Garvetil Oral Pencegah bakteri Streptococcus iniae DKP RI. No. I 0703070 VKC
3. Norvax Strep Si Pencegah bakteri Streptococcus iniae DKP RI. No. I 060641 VKC
4. Himmvac Agilban S – Plus Pencegah bakteri Streptococcus iniae KKP RI. No. I 1105165 VKC
5. Aquavac Strep Sa Pencegah bakteri Streptococcus agalactiae KKP RI. No. I 1105166 VKC
6. KV3 Pencegah bakteri Koi Herpes Virus KKP RI. No. I 1101152 VKC
7. Caprivac Aero – L Pencegah bakteri Aeromonas hydrophila KKP RI. No. D 1206201 BKC
8. Caprivac Vibrio – L Pencegah bakteri Vibrio sp. KKP RI. No. D 1206202 BKC
9. HydroVac Pencegah bakteri Aeromonas hydropilla KKP RI. No. D 1206203 BKC
10. Caprivac Vibrio Pencegah bakteri Vibrio sp KKP RI. No.  D 1207206 BKC
11. Aquavac ® Irido-V Pencegah Iridovirus KKP RI. No. D 1211221 BKC
12 Caprivac ICTA Pencegah bakteri Edwardsiela ictaluri KKP RI. No. D 1212222 BKC

Sumber : Direktorat  Jenderal Perikanan Budidaya, 2013


Aplikasi vaksin pada ikan

Melalui perendaman

Perendaman dapat dilakukan di dalam fiberglass, akuarium atau ember. Kepadatan ikan di dalam bak sekitar 100-200 gr/liter air. Dosis faksin disesuaikan dengan jenis vaksin. Biasanya tertera didalam kemasan vaksin. Contoh : untuk vaksin KV3 dosisnya yaitu 100 ml vaksin : 1000 liter air (1ml vaksin : 10 liter air). Selama proses perendaman sebaiknya diberikan aerasi dan dilakukan pemantauan. Apabila ada ikan yang terlihat aneh, segera pindahkan ke air segar.

Melalui penyuntikan

Cara pemberian vaksin melalui suntikan lebih tepat untuk ikan-ikan yang berukuran relatif besar, jumlahnya tidak terlalu banyak, misalnya induk ikan. Keuntungan pemberian vaksin melalui penyuntikan adalah 100% vaksin dapat masuk ke dalam tubuh ikan. Cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukkan ke rongga perut (intra peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra muscular) dengan sudut kemiringan jarum suntik (needle) kira-kira 30o.

Melalui oral (dicampur dengan pakan)

Teknik ini lebih sesuai untuk ikan-ikan yang sudah dipelihara dalam kolam pemeliharaan ataupun sebagai upaya vaksinasi ulang (booster). Dosis vaksin yang digunakan untuk teknik ini sesuai dengan dosis yang direkomendasikan (sebagai contoh untuk vaksin HydroVac adalah 3-5 ml/kg bobot tubuh ikan) dan pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5 – 7 hari berturut-turut.

Tulisan terkait:

Vaksin perikanan dari PT Caprifarmindo Laboratories

Kematian Diatas 80% akibat Bakteri Edwardsiella Ictaluri

Sumber: POS Penyuluhan Korwil V Regional Kalimantan

Mangan Zeolit

image

Mangan Zeolit

Fungsi Mangan Zeolit adalah Untuk menghilangkan kandungan Mangan (Mn2+), dan lapisan atas berminyak di dalam air minum atau air tanah atau air PDAM atau air gunung. Kandungan mangan dalam air bisa ditest dengan sederhana yaitu melalui pemberian teh ke dalam air tersebut maka warna air akan berubah warna menjadi biru dan bukannya coklat atau kuning seperti warna teh pada umumnya, hal ini disebabkan oleh adanya kandungan mangan yang cukup tinggi dalam air tersebut. Zat besi atau mangan dalam air umumnya berada dalam bentuk ion Fe2+ atau Mn2+ bentuk senyawa yang larut dalam air dan tidak berwarna. Jika air tersebut berhubungan dengan udara maka ion Fe2+ atau ion Mn2+ secara perlahan akan teroksidasi menjadi betuk senyawa ferri (Fe3+) atau senyawa mangandioksida (Mn4+) yang tak larut dalam air. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat dan dapat menimbulkan bau dan rasa yang kurang enak. Banyak cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air. Salah satu cara yang sederhana yaitu dengan cara menggabungkan proses aerasi dan penyaringan dengan media filter pasir silika, mangan zeolit dan karbon aktif, atau dengan media mangan zeolit dan karbon aktif. Dengan menggunakan filter mangan zoelit dan filter karbon aktif yang dilengkapi dengan filter cartridge dan sterilisator Ultra Violet, dapat menghasilkan air olahan yang dapat langsung diminum. 

Baik besi maupun mangan, dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk kolloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik. Oleh karena itu cara pengolahannyapun harus disesuaikan dengan bentuk senyawa besi dan mangan dalam air yang akan diolah. Ada beberapa cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air salah satu diantarannya yakni dengan cara oksidasi, dengan cara koagulasi, cara elektrolitik, cara pertukaran ion, cara filtrasi kontak, proses soda lime, pengolahan dengan bakteri besi dan cara lainnya. Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yakni oksidasi dengan udara atau aerasi, oksidasi dengan khlorine (khlorinasi) dan oksidasi dengan kalium permanganat. Selain dengan cara oksidasi, penghilangan senyawa besi dan mangan dalam air yang umum digunakan khususnya untuk skala rumah tangga yakni dengan mengalirkan ke suatu filter dengan media mangan zeolit. 
Zeolite merupakan jenis batuan alkali yang mempunyai pori – pori yang sangat luas dan banyak, terdiri dari Makro pori, Medium pori, Mikro pori. Dengan adanya pori -pori yang beragam serta kemampuan zeolite untuk menangkap ion + dan ion -, sehingga zeolite dapat dikatakan mempunyai kemampuan menukarkan ion – ion, kapasitas tukar ion / Ion exchange. Zeolite juga dikatakan sebagai resin alami. Zeolite mempunyai kemampuan pengikatan terhadap unsur – unsur kimia antara lain : Logam – logam berat Fe 2+, Mn 2+, Al, Cr , dan lain – lain, Kimia Organik (KMnO4), Kimia AnOrganik(NH4, NO3, NO2). Zeolit adalah senyawa zat kimia alumino-silikat berhidrat dengan kation natrium, kalium dan barium. Secara umum, Zeolit memiliki melekular sruktur yang unik, dimana atom silikon dikelilingi oleh 4 atom oksigen sehingga membentuk semacam jaringan dengan pola yang teratur. Di beberapa tempat di jaringan ini, atom Silicon digantikan degan atom Aluminium, yang hanya terkoordinasi dengan 3 atom Oksigen. Atom Aluminium ini hanya memiliki muatan 3+, sedangkan Silicon sendiri memiliki muatan 4+. Keberadaan atom Aluminium ini secara keseluruhan akan menyebababkan Zeolit memiliki muatan negatif. Muatan negatif inilah yang menyebabkan Zeolit mampu mengikat kation. Zeolit juga sering disebut sebagai ‘molecular sieve’ / ‘molecular mesh’ (saringan molekuler) karena zeolit memiliki pori-pori berukuran melekuler sehingga mampu memisahkan/menyaring molekul dengan ukuran tertentu. Zeolit mempunyai beberapa sifat antara lain : mudah melepas air akibat pemanasan, tetapi juga mudah mengikat kembali molekul air dalam udara lembap. Oleh sebab sifatnya tersebut maka zeolit banyak digunakan sebagai bahan pengering. Disamping itu zeolit juga mudah melepas kation dan diganti dengan kation lainnya, misal zeolit melepas natrium dan digantikan dengan mengikat kalsium atau magnesium. Sifat ini pula menyebabkan zeolit dimanfaatkan untuk melunakkan air (sebagai softener). Zeolit dengan ukuran rongga tertentu digunakan pula sebagai katalis untuk mengubah alkohol menjadi hidrokarbon sehingga alkohol dapat digunakan sebagai bensin. 

Sumber: http://www.purewatercare.com

Jamu Ikan : Mr. FishProBio

image

MANFAAT

Merangsang nafsu makanMembantu pencernaan karena dilengkapi dengan bakteri Thermophilic bacillus yang mampu menghasilkan enzim (proteasae, Amilase, selulose)Menekan penggunaan pakan (FCR)membentuk daging yang berkwalitas dan berbobotMeningkatkan daya tahan ikan terhadap serangan penyakit akibat perubahan lingkunganMengkilapkan tubuh ikan terutama untuk ikan hiasMenjaga permeabilitas membran sel dan keseimbangan ion dalam darahMemelihara keseimbangan asam basa tubuhEfektif membunuh aspergilus flafus, niger dan brown aspergillusBisa menjadi anti jamur pada pakan dan memperpanjang waktu pemakaian pakan.Dapat membunuh bakteri gram positif dan negatif secara menyeluruhDapat digunakan sebagai antibiotik alami dalam pakan dan meningkatkan palability dari pakanBebas dari cross resisten terhadap obat lainEfektif mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur

 

ATURAN PAKAI

Campurkan kedalam pakan dengan dosis terendah terlebih dahulu ± 3-7 hari, setelah itu silahkan memakai dosis diantara yang sudah ditentukan pada table dosis:

Pemberian 1-2 hari sekali dan lebih baik diberikan sore hari.(lebih optimal digunakan setiap hari secara terus menerus sepanjang pemeliharaan)

Dengan pemakaian Mr.FISHprobio, tidak perlu lagi memakai ANTIBIOTIK

TABLE DOSIS:

Lele, Patin  Dosis 100 – 500 gram/ton pakan
Nila, Mas    Dosis 100 – 300 gram/ton pakan
Kura-kura   Dosis   50 – 100 gram/ton pakan
Udang         Dosis   50 – 700 gram/ton pakan

Untuk pemakaian dosis maksimal dari table diatas hanya pada saat pengobatan saja.

KOMPOSISI

Mr. FISH probio merupakan imunostimulan dan suplemen herbal yang terdiri dari: Ekstrak Bawang Putih, Kunyit, Temulawak, Biji Rumput Teki Dan Kencur yang dilengkapi Thermophilic bacillus (local isolate) dan diolah dengan suhu diatas 115°C

Sumber: http://www.TokoLele.com