Catfish Fabrication

Home » Bibit » Warna Kulit tak Bersih, Jepang Tolak Ikan Patin Indonesia

Warna Kulit tak Bersih, Jepang Tolak Ikan Patin Indonesia

Katagori

Harga Bibit Patin

TUJUAN 3/4" 1"
AMBON 208 253
AMPENEN 173 208
BANDA ACEH 188 227
BALIKPAPAN 187 225
BANJARMASIN 175 210
BATAM 171 204
BENGKULU 172 205
BIAK 241 297
DENPASAR 156 197
GORONTALO 206 251
JAMBI 169 202
JAYAPURA 243 290
KENDARI 208 253
KUPANG 206 251
LAMPUNG 164 195
MAKASAR 187 225
MALANG 166 197
MANADO 208 253
MEDAN 174 209
PADANG 171 204
PALANGKARAYA 175 210
PALEMBANG 164 195
PALU 215 262
PANGKAL PINANG 169 202
PANGKALANBUN 195 237
PAKANBARU 173 206
PONTIANAK 175 210
SAMPIT 192 232
SEMARANG 162 192
SOLO 160 190
SORONG 267 332
SURABAYA 162 192
TANJUNG PANDAN 178 213
TANJUNG PINANG 178 213
TARAKAN 213 260
TERNATE 206 251
TIMIKA 307 368
KETENTUAN: Jarak antara bandara ke kolam kurang dari 3 jam. Kapasitas Produksi 3 Juta Ekor per Bulan

Pemesanan Bibit Hubungi

0813-8030-3274
0878-7714-4003
EmpangQQ
E-mail:EmpangQQ

Klik Pada Peta Untuk memperbesar Peta Lokasi EmpangQQ

Budidaya Ikan Patin

Pangasius Farms Standards Guidelines

Fish Hatchery Management

Comments on BAP Standards Pangasius Farm Standards

Aquaculture Facility Certification Finfish and Crustacean Farms

Fish to 2030 Prospects for Fisheries and Aquaculture

FAO Aquaculture Department

ASC Pangasius Standards

FB Upload -IMG00364-20130625-2108
Selasa, 23 September 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akibat warna kulit tak bersih, Jepang menolak ikan patin asal Indonesia. Pasar Jepang lebih memilih ikan patin dari Vietnam yang warna kulitnya lebih bersih dan putih ketimbang ikan patin Indonesia.

Menurut penuturan peneliti dari Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Kelautan IPB, Yon Vitner ikan patin di Indonesia memang berwarna kekuningan. “Ini karena sistem budidaya belum baik dan airnya kurang bersih,” kata Yon, Senin (22/9).

Padahal, lanjutnya, menurut penelitian kandungan protein ikan patin Indonesia lebih tinggi ketimbang ikan patin Vietnam. Yon mengatakan kualitas budidaya harus diperbaiki agar kulit ikan patin lebih cerah.

Ketersediaan air bersih mutlak diperlukan untuk menjaga mutu ikan. Dengan demikian Indonesia mampu menghasilkan produk yang bisa diterima pasar lokal maupun internasional.

Selama ini rerata harga jual ikan patin sangat murah yaitu Rp 12 ribu per kilogram. “Padahal jika dihitung BEP ikan patin tercapai kalau harga jualnya Rp 14 ribu per kilogram,” imbuh Yon.

Kurangnya minat masyarakat Indonesia mengonsumsi ikan patin menjadi alasan rendahnya harga jenis ikan tersebut. Sementara itu di pasar internasional permintaan ikan patin sangat tinggi. Peluang ini seharusnya menjadi celah yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.

Yon mengatakan para peneliti di litbang IPB pernah melakukan percobaan dengan memotong ikan patin dan membersihkan darahnya. Setelah bersih, ikan diletakkan dalam lemari pendingin. Percobaan tersebut akhirnya dapat mengubah kulit yang tadinya kuning menjadi berwarna putih.

Tetapi Yon mengungkapkan percobaan itu belum dapat dilakukan untuk produksi massal. Karena, pemerintah belum dapat menyediakan infrastruktur dasar berupa listrik dan air bersih yang memadai.

Sumber: Repiblika.co.id

 

Advertisements

Silakan Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender

September 2014
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jadwal Shalat

Pasir Gaok Fish Farm

Flag Counter

Info Produksi Lele

Bulan Bobot
Januari 2015 1.010 kg
Desember 2014 1.020 kg
November 2014 2.100 kg
Oktober 2014 1.330 kg
September 2014 1.200 kg
Agustus 2014 400 kg
Juli 2014 2.100 kg
Juni 2014 110.000 ekor
Mei 2014 25.000 ekor
Info Produksi Bibit LELE

Mitra Budidaya Anda

Tamu

%d bloggers like this: