Archive for December, 2013

Pembenihan Black Ghost

I.          PENDAHULUAN

Ikan Black Ghost ( Afteronotus albifrons, Linneaus ) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.

Black Ghost Fish

Black Ghost Fish

” Black Ghost ” berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.

Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ‘ Soft ‘ ( lunak ) dan cenderung asam, walaupun demikian ‘ Black Ghost ‘ relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.

II. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan ” Black Ghost ” adalah :

1. Wadah pemeliharaan & perlengkapan

~ Akuarium ukuran ( 40 x 40 x 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.

~ Akuarium ukuran ( 60 x 40 x 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.

~ Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi.

~ Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, soope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat,dll)

2. Pakan

~ ‘Blood worm’ yang digunakan sebagai pakan induk.

~ Cacing rambut yang digunakan sebagai pakan ikan mulai umur + 2 minggu sampai dewasa.

~ Artemia, yang digunakan untuk pakan larva.

III. Kegiatan Operasional

1. Pembenihan

Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk dan calon induk, pemijahan serta perawatan larva.

1.1. Pemeliharaan Induk

Perbedaan jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa, terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk Black Ghost dapat matang telur setelah berumur sekitar satu tahun dengan panjang + 15 cm.

Induk betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium berukuran ( 80 x 40 x 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa ‘Blood Warm’ yang diberikan dengan frekuensi 3 kali/hari secara (ad libitum).

Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.

1.2. Pemijahan

Pemijahan dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah 2 : 1. Pada wadah pemijahan tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 30x20x7 )cm yang diisi dengan batu sebagai tempat penempelan telur dan pada bagian tengah baki ditutup dengan baki berlubang (20x15x10) cm untuk melindungi telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran (80 x 60 x 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5 ekor jantan.

Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black Ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam hari. Menjelang terbit matahari, tempat penempelan telur berupa baki harus segera diambil dan dipindahkan ke tempat penetasan, untuk menghindari pemangsaan telur tersebut oleh induknya. Telur yang dipanen dari baki pemijahan + 200 butir/hari.

1.3. Penetasan telur dan perawatan larva

Penetasan telur dilakukan di akuarium, dan akan menetas pada hari ketiga. Makanan berupa naupli artemia mulai diberikan pada hari ke-10 setelah penetasan dan selanjutnya diberi cacing rambut secara ad libitum.

1.4. Pendederan dan Pembesaran

Kegiatan pendederan dilakukan setelah larva dapat memakan cacing rambut, yaitu + berumur 2 minggu, sampai ikan mencapai ukuran + 1 inchi dengan lama pemeliharaan 1 – 15 bulan sedangkan kegiatan pembesaran ikan Black Ghost dilakukan untuk mencapai ukuran komersial, yaitu 2-3 inchi. Wadah yang digunakan dapat berupa akuarium atau bak dengan padat tebar 2 – 5 ekor / l. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah cacing rambut secara ad libitum. Ikan Black Ghost dengan ukuran 2 inchi dapat dicapai dalam waktu dua bulan. Sedangkan ukuran 3 inchi dapat dicapai dengan menambah waktu pemeliharaan selama tiga minggu. Penyiphonan untuk membuang kotoran harus dilakukan setiap hari agar kualitas media tetap terjaga.

 

Sumber: http://bbat-sukabumi.tripod.com/blackghost.html

Vaksin perikanan dari PT Caprifarmindo Laboratories

Bibit Patin Kepadatan Tinggi Rawan Terjangkit Penyakit

Bibit Patin Kepadatan Tinggi Rawan Terjangkit Penyakit

PT Caprifarmindo Laboratories mendapatkan sertifikat Biosavety Level 3 (BSL-3) Vaksin Unggas dari Asia Pasific Biosafety Association (APBA). Anak usaha PT Sanbe Farma tersebut merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas untuk memproduksi vaksin yang berstandar internasional.

Tak tanggung-tanggung, Caprifarmindo telah menggelontorkan dana hingga US$ 15 juta atau setara Rp 148 miliar triliun demi memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa meraih sertifikat pengakuan dari APBA.

“Total untuk memenuhi fasilitas yang standar internasional ini, kami telah menghabiskan dana sekitar US$ 15 juta, sedangkan untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri dananya lebih dari US$ 100 ribu,”ungkap Chairman PT Caprifarmindo Jahja Santoso saat berbincang dengan Liputan6.com. di kompleks pabrik perusahaan di Bandung, Sabtu (15/6/2013).

Jahja menuturkan, pengalokasian yang paling banyak menyerap anggaran yaitu pembangunan gedung dan pengadaan alat-alat yang memiliki teknologi tinggi.

“Kami telah membangun empat gedung pengembangan, dan itu telah berdiri semenjak empat tahun yang lalu.
Jadi memang baru setelah empat tahun, kami baru mengajukan sertifikat itu, karena kami nilai ini memang pantas,” imbuh Jahja.

Mengenai persiapan pengajuan sertifikat, Jahja mengatakan hal itu dilakukan dalam waktu satu tahun. “Jadi selama satu tahun itu kita sering datangkan auditor dari Amerika Serikat yang biayanya juga tidak sedikit,”kata dia.

Diperolehnya sertifikasi oleh Caprifarmindo tersebut dibuktikan dengan berhasilnya perusahaan menciptakan tiga jenis vaksin ikan yang juga merupakan vaksin pertama di Indonesia.

Tiga Vaksin tersebut adalah
– Caprivac AERO-L yang mampu mencegah penyakit Motile Aeromonas Septicaemina (MAS),
– Caprivac VIBRO-L yang mempunyai kemampuan cross protection terhadap serangan penyakit jenis Vibrio sp pada ikan air laut,
– Caprivac ICTA yang melindungi terhadap serangan penyakit Enteric Septicemia of Catfish (ESC) pada ikan air tawar.

(Yas/Ndw)

Berita Terkait:
Kematian Diatas 80% Akibat Bakteri Edward Siella Ictaluri

Sumber berita:
http://bisnis.liputan6.com

Uji Kejujuran

Oleh : Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz

image

Berkawan dengan seseorang yang jujur itu sangat menyenangkan.Bukan hanya terbatas pada kawan saja, kejujuran akan menjadi anugrah indah yang melekat seorang tetangga, pegawai, pimpinan, anak, suami, istri, murid, guru, relasi bisnis atau siapa saja yang berinteraksi dengan kita…Marilah bersama melatih diri untuk bersikap jujur…

Dahulu kala…
Abul Hasan An Najjar –seorang ulama di masa itu- bertetangga dengan seseorang yang dikenal dermawan. Kita sebut saja tetangga beliau dengan Si Fulan. Dalam sebuah kesempatan di malam hari, seorang buta melintas di depan rumah Si Fulan. Orang buta itu belum pernah dikenal sebelumnya oleh Si Fulan. Rasa iba yang berdasar dari sikap dermawannya, mendorong Si Fulan ingin berbagi dengan cara bersedekah.

Apa yang ia lakukan?

Ada dua kantong uang yang selalu dibawa oleh Si Fulan kemanapun ia pergi. Satu kantong berisi uang dinar, kantong lainnya berisi uang dirham. Ketika itu, Si Fulan hendak bersedekah sebesar satu dirham..akan tetapi ia keliru memilih kantong sehingga justru sekeping uang dinar yang malah berpindah tangan ke orang buta tersebut.

Senang sekali orang yang buta itu!

Keesokan harinya…si buta berangkat menuju sebuah toko kelontong yang berada tak jauh dari rumahnya untuk sekadar berbelanja..Ia berjalan dengan penuh keyakinan, sekeping uang pemberian dari Si Fulan adalah sekeping uang dirham.. “Silahkan Anda menerima sekeping dirham ini…Untuk membayar barang belanjaanku,maka sisanya adalah sekian”, kata orang buta itu kepada si penjual setelah memilih barang-barang belanjaan.

Si penjual terheran-heran dengan kejadian tersebut,” He…darimana kamu mempunyai uang dinar ini????!!!”

“Tadi malam aku diberi oleh Si Fulan”,jawab si buta. Kata si penjual menerangkan,”Uang yang engkau bayarkan bukan sekeping dirham..Uang ini adalah sekeping dinar”

Tahukah Anda berapa besaran uang dinar dan dirham???

Sekeping dinar adalah uang emas dengan berat 4,25 gr…sementara sekeping dirham adalah uang perak dengan berat 2,975 gr…

Hari berikutnya…si buta berusaha menemui kembali Si Fulan yang telah bersedekah untuknya.Setelah bertemu,sambil menyerahkan sekeping dinar itu…

“Anda kemarin bersedekah untukku dengan uang ini. Saya berpikir ; sebenarnya Anda ingin bersedekah dengan sekeping dirham, namun Anda keliru mengambil. Dan saya tidak ingin menerima pemberian yang keliru semacam ini…Silahkan Anda mengambil kembali sekeping dinar ini”,kata si buta kepada Si Fulan.

 Mendengar kejujuran luar biasa semacam itu, Si Fulan langsung menyatakan,

“Kalau begitu,uang dinar ini aku berikan untuk Anda saja..Kemudian, silahkan Anda datang menemui saya di setiap awal bulan agar saya bisa membalas kejujuran Anda”

Sejak hari itu…setiap awal bulan si buta datang menemui Si Fulan untuk menerima lima keping dirham sebagai pemberian darinya.

Subhaanallah! Sangat…dan sangat-sangat luar biasa sekali!

Si buta mampu mengendapkan rasanya untuk tidak terseret oleh arus “mengejar kesempatan”…ia bisa mengendapkan rasanya untuk tidak terbawa oleh gelombang “menangkap peluang”…Dengan tenang dan indahnya ia mengatur perasaan agar berjalan dan bersikap di atas kejujuran…Padahal bisa saja ia bersukacita karena telah memperoleh sekeping dinar.. Namun, ia tidak ingin bersukacita dengan cara semacam itu.

 Begitupun sang penjual…Sebenarnya ia memiliki kesempatan untuk menipu orang buta.Ia cukup mengiyakan jika uang itu memang benar-benar sekeping dirham sebagaimana keyakinan dan pengakuan si buta.Sejatinya ia mempunyai peluang untuk memperoleh untung besar dalam waktu sepersekian menit hanya dengan bersikap diam tanpa perlu menjelaskan bahwa uang yang dibawa si buta adalah sekeping uang dinar.

Namun….sang penjual sangat pandai mengendapkan rasa..

Jika saja hal di atas terjadi pada diri kita..kira-kira bagaimana perasaan kita???

Mungkin nafas menjadi naik turun tidak teratur,pandangan mata berbinar-binar dan gejolak-gejolak perasaan lainnya. Bayangkan jika Anda menjadi si buta! Bayangkan jika Anda menjadi si penjual !

Dan bagaimanakah sikap dengan keputusan Anda jika Anda menjadi Si Fulan???

Abul Hasan An Najjar mengatakan, “Aku belum pernah menemui kejadian yang lebih menakjubkan dari kejujuran si penjual dan orang buta itu.Seandainya hal semacam ini ada di zaman kita,pasti akan terjadi yang sebaliknya”