Archive for December, 2013

Meningkatkan SR larva Patin: Gelap, Redup atau Terang ?

Sebuah penelitian yang baru saja direlease secara online pada tanggal 11 Desember 2013 yang dilakukan oleh Yukinori Mukai, Nai Han Tan dan Tian Leong Seng Lim.

Larva Patin Menetas Sudah Bergigi

Mendapatkan kesimpulan bahwa tingkat kelangsungan hidup larva Patin menjadi tiga kali lebih tinggi dalam kondisi cahaya ruangan redup 0,1 lux (kira-kira redup bulan purnama dengan langit mendung) dari pada larva yang dibudidaya didalam ruangan dengan intensitas cahaya 100 lux (kira-kira kondisi siang hari langit mendung sangat gelap).

Cahaya Redup

Cahaya Redup

Dalam studi ini , perilaku larva ikan patin sutchi diperiksa dalam berbagai intensitas cahaya ( <0,01, 0,1, 1, 10 dan 100 lux ) menggunakan kamera khusus (CCD – Charge-Coupled Device) untuk mengetahui variasi tingkat kelangsungan hidup dibawah intensitas cahaya yang berbeda pada larva patin berusia dibawah 5 hari.
Dari penelitian tersebut dicatat bahwa dengan intensitas cahaya dibawah 1 lux larva Patin berenang normal, sedangkan dengan intensitas cahaya 10 dan 100 lux larva Patin menunjukan prilaku yang lebih agresif.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi diamati tergantung pada frekuensi yang lebih rendah dari perilaku agresif dalam kondisi gelap atau redup . Oleh karena itu disarankan agar pemeliharaan larva dari ikan Patin dilakukan di bawah kondisi cahaya redup ( kurang dari 1 lux ).

Cahaya Terang

Cahaya Terang

Source: http://onlinelibrary.wiley.com

Bijaksana dalam menerapkan sebuah penelitian sangatlah menentukan keberhasilan dalam memproduksi bibit patin dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Tulisan diatas hanyalah ringkasan dari sebuah penelitian yang tidak disebutkan kepadatan larva yang diteliti.

Tulisan terkait: Apakah Larva Patin Kanibal ?

 

Contoh kondisi cahaya

Illuminance Surfaces illuminated by
0.0001 lux Moonless, overcast night sky (starlight)
0.002 lux Moonless clear night sky with airglow
0.27–1.0 lux Full moon on a clear night
3.4 lux Dark limit of civil twilight under a clear sky
50 lux Family living room lights (Australia, 1998)
80 lux Office building hallway/toilet lighting
100 lux Very dark overcast day
320–500 lux Office lighting
400 lux Sunrise or sunset on a clear day.
1000 lux Overcast day; typical TV studio lighting
10000–25000 lux Full daylight (not direct sun)
32000–130000 lux Direct sunlight

DIY Project: Down flow water filter

Bahan yang dibutuhkan
– Multi-port valve head 3″, memiliki fungsi Backwash dan Rinse.
image

image

– Pipa PVC 8″, tinggi 130cm
– Dop 8″ 2 buah
– Clean Out (CO) 3″ 1 buah
image

– Pipa PVC 3/4″
– Sock Drat luar (valve) 1″ 3 buah
image

– Tee drat dalem + tutup 3/4″ 1 b.uah
image

– Lem pipa
– Mur anti karat.
– Media filter arang aktiv, silika, zeolit, pecahan marmer

Total sekian 1/2 dari harga pasaran filter jadi.

Produksi Bibit Patin Desember 2013

Bismillahi Ar-Rahmani Ar-RahimProduksi patin periode Desember 2013 untuk mengisi Farm-II

15 Desember 2013:

telah dipijahkan 10 ekor induk ikan patin dengan berat total 34 Kg. Dari 10 ekor indukan, 7 ekor stripping normal, 2 ekor stripping agak keras, 1 ekor mampet sulit mengeluarkan telur. Telur yang sudah dicampur sperma dan dibuahi ditebar kedalam 34 aquarium ukuran 200×100 cm.

Proses Pengeluaran Telur Ikan Patin

Proses Pengeluaran Telur Ikan Patin

16 Desember 2013:

Larva menetas dengan total keseluruhan diperkirakan diatas 2,5 juta ekor.

FAO : seekor induk Patin dewasa dengan bobot 10 Kg dapat mengeluarkan lebih dari 1 juta ekor telur. Dengan demikian per 1 kilogram induk dapat mengeluarkan 100.000 butir telur.

Michael V. McGee, Ph.D. (Caribe Fisheries Inc.): setiap 1 kilogram bobot induk patin dapat mengeluarkan telur sekitar 60.000 butir, dengan HR (Hatching rate) bervariasi antara 20% – 80% tergantung dari kualitas terlur dan FR (Fertilization Rate).

TheFishSite: Induk Patin mengandung 60.000 telur per kilogram berat induk.

iucnredlist.org: Induk Patin berusia diatas 4 tahun dapat menghasilkan 112.000 sampai 138.000 telur per kilogram berat Induk. Induk Patin mencapai tingkat kedewasaan penuh setelah berusia 10 tahun, diperkirakan mencapai tidak lebih dari 2 juta telur per induk (Khanh, 1996).

Dengan demikian apa yang telah Pasir Gaok Fish Farm produksi pada periode Desember ini adalah dengan 9 ekor induk dengan berat total 30.6 Kg induk Patin mendapatkan 2.500.000. Berarti per kilogram induk rata-rata menghasilkan 81.700 ekor larva patin.

Bila diasumsikan HR 80% maka jumlah telur yang dihasilkan 102.125 butir, telur yang tidak menetas 20.425 butir.

Perhitungan diatas didasari dengan asumsi satu sendok makan agak cekung bersisi 10.000 ekor larva. Asumsi ini belum pernah kami uji kebenarannya.

Alhamdulillah atas segala karunia, semoga dimusim penghujan seperti sekarang ini kami dapat mempertahankan SR 55% yang biasa kami capai sampai waktu panen bibit 3/4″ 17 hari kedepan.

Sukses untuk semua ABF.

Bogor, 16 Desember 2013

Akhlaq Terhadap Sesama

Para ulama, di antaranya Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa akhlaq yang baik terhadap mahluk berputar pada tiga perkara, yaitu:

Pertama: Menahan dari gangguan (Kafful Adzzaa)

Dirty-ThunderstormMaknanya adalah bahwa seseorang menahan dirinya dari mengganggu orang atau lingkungan, baik itu gangguan yang berhubungan dengan harta, jiwa, maupun kehormatan. Orang yang tidak bisa menahan dirinya dari mengganggu orang dan lingkungan, maka ia tidak mempunyai akhlaq yang baik.

Jika seseorang berbuat aniaya kepada manusia dengan melakukan pengkhianatan, atau berbuat aniaya dengan memukul, dan kejahatan, atau berbuat aniaya kepada manusia dalam kehormatannya, atau mencela, atau ghibah, maka hal ini tidak termasuk berakhlaq baik kepada manusia, karena ia tidak menahan diri dari mengganggu orang lain. Dan dosanya semakin besar manakala perbuatan aniaya itu dilakukan kepada seseorang yang mempunyai hak paling besar dari Anda.

Misalnya jika seseorang berbuat jahat kepada kedua orangtua, maka dosanya lebih besar, dan akan lebih besar daripada dosa perbuatan jahat kepada selain mereka. Perbuatan jahat kepada karib kerabat lebih besar dosanya daripada dosa perbuatan jahat kepada orang yang lebih jauh hubungan kekerabatannya. Perbuatan jahat kepada tetangga lebih besar dosanya dari perbuatan jahat kepada selain tetangga. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَاللهِ لاَ يُؤْمِن، وَاللهِ لاَ يُؤْمِن ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِن

“Demi Allah, tidaklah beriman! Demi Allah, tidaklah beriman! Demi Allah, tidaklah beriman!”

Para sahabat bertanya, “Siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بِوَائِقِهِ

“Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya”.

2. Suka Membantu/Dermawan (Badzlun Nada)

rescuekitten_1753783cMakna “Badzlun Nada” adalah bersikap dermawan dan suka membantu. Kedermawanan di sini tidaklah seperti yang dipahami oleh sebagian orang bahwa terbatas pada harta saja. Tapi yang dimaksud kedermawanan di sini adalah mendermakan jiwa, kedudukan, dan harta.  Jika kita melihat seseorang memenuhi kebutuhan manusia, membantu mereka, menyebarkan ilmu di antara manusia, mendermakan hartanya kepada manusia, maka kita pun akan mensifati orang tersebut sebagai orang yang berakhlaq baik, karena ia adalah seorang yang dermawan dan suka menolong. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Bertaqwalah kepada Allah di manapun engkau berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskan perbuatan jelek. Dan bergaul-lah dengan manusia dengan akhlaq yang baik.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ad Darimi)

Dan termasuk dalam sifat ini adalah jika Anda dianiaya atau dipergauli dengan perbuatan buruk, maka Anda pun memberi maaf. Sungguh Allah telah memuji orang-orang yang memaafkan kesalahan manusia, Allah berfirman tentang penghuni surga,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran:134)

Allah ta’ala berfirman,

وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

“Dan jika kalian memaafkan maka itu lebih dekat kepada takwa.” (Al Baqarah: 237)

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (An Nur: 22)

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah” (Asy Syuura: 40)

Dalam berhubungan dengan sesama manusia, seseorang pasti akan mengalami suatu gangguan. Maka dalam menghadapi menghadapi seperti ini, hendaknya dia memaafkan dan berlapang dada. Dan hendaknya ia berkeyakinan kuat bahwa sikap pemaaf dan lapang dada serta berharap untuk mendapatkan balasan kebaikan kelak di akhirat bisa merubah permusuhan antara dia dengan saudaranya menjadi kasih sayang dan persaudaraan.

Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman setia.” (Al Fushilat: 34)

Ketiga: Wajah yang Berseri (Thalaqatul Wajh)

Senyumlah

Senyumlah

Yaitu seseorang selalu berwajah ceria, tidak bermuka masam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا تَحْقِرنَّ مِنَ المَعرُوفِ شَيئاً وَلَوْ أنْ تَلقَى أخَاكَ بِوَجْهٍ طَليقٍ

“Janganlah meremehkan sesuatu kebaikan sekecil apapun, walaupun engkau berjumpa dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya tentang apa itu kebaikan. Beliau menjawab, “Kebaikan itu adalah wajah yang ceria dan lisan yang lembut.”

Berwajah ceria akan memasukkan kegembiraan pada manusia, mendatangkan rasa kasih sayang dan cinta, mendatangkan kelapangan dalam hati, bahkan mendatangkan rasa lapang dada bagi Anda sendiri dan orang-orang yang Anda temui. Sebaliknya, jika Anda bermuka masam, maka manusia akan menjauh dari diri Anda. Mereka tidak akan suka untuk duduk bersama dan bicara dengan Anda. Dan bisa jadi karena ini Anda ditimpa stress dan tekanan jiwa. Wajah yang ceria dan berseri adalah obat yang mencegah dari penyakit stress atau tekanan jiwa.

Tahukah Anda kalau para dokter menasehati orang yang ditimpa penyakit stress untuk untuk menjauhi dari perkara-perkara yang bisa memicu amarah, karena amarah hanya akan menambah tekanan jiwanya?

Sebaliknya wajah yang ceria akan mengobati penyakit ini, karena orang-orang di sekitar Anda akan mencintai Anda dan Anda menjadi mulia di sisi mereka.

Ditulis oleh: Abu Umar Al Bankawy
Referensi:
– Makaarimul Akhlaq karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Hujan Asam: Mengganggu Kelangsungan Hidup Larva Ikan Patin

Memasuki bulan November 2013 ditandai dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, hingga memenuhi sungai-sungai yang berada disepanjang jalur sungai Ciliwung dan Cisadane. Akibatnya para pencari cacing tangkapan alam kesulitan mendapatkan nafkah. Hal ini berdampak pada pembudidaya ikan Patin yang sangat bergantung pada keberadan cacing setelah larva berumur diatas 5 hari. Kelangkaan cacing tidak begitu menjadi masalah bagi pembudidaya, karena bias digantikan dengan pakan alami lain seperti kutu air.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah turunnya kwalitas air sumur akibat hujan asam yang turun pada awal musim penghujan. Air sumur yang biasanya memiliki pH normal 7 dapat turun menjadi asam dikisaran 5.5 sampai 6. Dengan pH yang cenderung asam ini sangat mengganggu kelangsungan hidup larva ikan Patin.

Hujan asam terjadi akibat polutan udara, khususnya gas Sulfur Oksida (SO2) dan gas Nitrogen Oksida (NOx). Polutan ini bersumber dari alam maupun dari aktivitas manusia seperti asap industri, kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Ait hujan secara alami bersifat asam mencapai pH 5,65. akibat larutnya gas CO2 dalam air di atmosfir pada konsentrasi 350 ppm (Manahan, 2005). Dengan adanya polutan udara tersebut di atmosfir bereaksi dengan uap air membentuk Asam Sulfat dan Asam Nitrat sehingga menyebabkan pH air hujan rendah <5,65 dan disebut hujan asam (Menz dan Hans, 2004; Manahan, 2005). Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan tanaman, kerusakan bangunan, pengasaman tanah dan air tanah, pengasaman air danau serta mempengaruhi makhluk hidup dalam air, dan dapat berpengaruh terhadap kualitas air sumur.

Image

Kualitas air sumur dapat terpengaruh oleh kualitas air hujan terutama pada wilayah yang mengalami hujan asam secara terus menerus. Faktor-faktor lain seperti kondisi tanah juga ikut berpengaruh terhadap kualitas air sumur.

Wilayah Kabupaten Bogor memilki peluang cukup besar untuk mengalami hujan asam, karena Kabupaten Bogor berdekatan dengan Kota padat kendaraan bermotor Jakarta dan beberapa daerah industri seperti Tangerang dan Cibinong yang telah memilki intensitas hujan asam yang tinggi. Rata-rata pH air hujan di kedua kota ini cenderung menurun dari tahun ke tahun dan mencapai pH 4,63 pada tahun 2008 (Eanet, 2009). Selain dari itu aktivitas industri dan transportasi di wilayah Kabupaten Bogor memungkinkan menghasilkan polutan udara cukup tinggi yang dapat menyebabkan hujan asam.

Cibinong-Citeureup Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa hujan asam terjadi dengan intensitas tinggi yaitu pH 4,7 terkonsentrasi pada daerah sekitar pusat industri dengan radius beberapa km, dan intensitas hujan asam semakin menurun dengan semakin jauh jarak dari pusat hujan asam sampai radius 10 km kemudian kembali normal (pH>5,6) (Sutanto et al., 2002). Hujan asam telah terjadi di Cisarua-Bogor dengan pH< 5,6 sejak 1989-2004 dengan frekuensi kejadian sebanyak 72% (Budiwati et al., 2006). Pengamatan air hujan di berbagai tempat di daerah Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa kualitas air hujan memiliki pH rata-rata 5,09 (Diapari, 2009) artinya daerah Bogor cenderung mengalami hujan asam secara terus-menerus.

Hujan asam secara terus menerus akan menyebabkan peningkatan kadar polutan dalam air khususnya kadar nitrat. Penurunan kualitas air sumur dapat terus berlanjut hingga melebihi ambang batas yang dipersyaratkan dan akan membahayakan kesehatan.

🙂

Pembenihan Black Ghost

I.          PENDAHULUAN

Ikan Black Ghost ( Afteronotus albifrons, Linneaus ) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.

Black Ghost Fish

Black Ghost Fish

” Black Ghost ” berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.

Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ‘ Soft ‘ ( lunak ) dan cenderung asam, walaupun demikian ‘ Black Ghost ‘ relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.

II. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan ” Black Ghost ” adalah :

1. Wadah pemeliharaan & perlengkapan

~ Akuarium ukuran ( 40 x 40 x 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.

~ Akuarium ukuran ( 60 x 40 x 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.

~ Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi.

~ Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, soope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat,dll)

2. Pakan

~ ‘Blood worm’ yang digunakan sebagai pakan induk.

~ Cacing rambut yang digunakan sebagai pakan ikan mulai umur + 2 minggu sampai dewasa.

~ Artemia, yang digunakan untuk pakan larva.

III. Kegiatan Operasional

1. Pembenihan

Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk dan calon induk, pemijahan serta perawatan larva.

1.1. Pemeliharaan Induk

Perbedaan jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina. Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa, terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk Black Ghost dapat matang telur setelah berumur sekitar satu tahun dengan panjang + 15 cm.

Induk betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium berukuran ( 80 x 40 x 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa ‘Blood Warm’ yang diberikan dengan frekuensi 3 kali/hari secara (ad libitum).

Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.

1.2. Pemijahan

Pemijahan dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah 2 : 1. Pada wadah pemijahan tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 30x20x7 )cm yang diisi dengan batu sebagai tempat penempelan telur dan pada bagian tengah baki ditutup dengan baki berlubang (20x15x10) cm untuk melindungi telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran (80 x 60 x 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5 ekor jantan.

Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black Ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam hari. Menjelang terbit matahari, tempat penempelan telur berupa baki harus segera diambil dan dipindahkan ke tempat penetasan, untuk menghindari pemangsaan telur tersebut oleh induknya. Telur yang dipanen dari baki pemijahan + 200 butir/hari.

1.3. Penetasan telur dan perawatan larva

Penetasan telur dilakukan di akuarium, dan akan menetas pada hari ketiga. Makanan berupa naupli artemia mulai diberikan pada hari ke-10 setelah penetasan dan selanjutnya diberi cacing rambut secara ad libitum.

1.4. Pendederan dan Pembesaran

Kegiatan pendederan dilakukan setelah larva dapat memakan cacing rambut, yaitu + berumur 2 minggu, sampai ikan mencapai ukuran + 1 inchi dengan lama pemeliharaan 1 – 15 bulan sedangkan kegiatan pembesaran ikan Black Ghost dilakukan untuk mencapai ukuran komersial, yaitu 2-3 inchi. Wadah yang digunakan dapat berupa akuarium atau bak dengan padat tebar 2 – 5 ekor / l. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah cacing rambut secara ad libitum. Ikan Black Ghost dengan ukuran 2 inchi dapat dicapai dalam waktu dua bulan. Sedangkan ukuran 3 inchi dapat dicapai dengan menambah waktu pemeliharaan selama tiga minggu. Penyiphonan untuk membuang kotoran harus dilakukan setiap hari agar kualitas media tetap terjaga.

 

Sumber: http://bbat-sukabumi.tripod.com/blackghost.html

Vaksin perikanan dari PT Caprifarmindo Laboratories

Bibit Patin Kepadatan Tinggi Rawan Terjangkit Penyakit

Bibit Patin Kepadatan Tinggi Rawan Terjangkit Penyakit

PT Caprifarmindo Laboratories mendapatkan sertifikat Biosavety Level 3 (BSL-3) Vaksin Unggas dari Asia Pasific Biosafety Association (APBA). Anak usaha PT Sanbe Farma tersebut merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas untuk memproduksi vaksin yang berstandar internasional.

Tak tanggung-tanggung, Caprifarmindo telah menggelontorkan dana hingga US$ 15 juta atau setara Rp 148 miliar triliun demi memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa meraih sertifikat pengakuan dari APBA.

“Total untuk memenuhi fasilitas yang standar internasional ini, kami telah menghabiskan dana sekitar US$ 15 juta, sedangkan untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri dananya lebih dari US$ 100 ribu,”ungkap Chairman PT Caprifarmindo Jahja Santoso saat berbincang dengan Liputan6.com. di kompleks pabrik perusahaan di Bandung, Sabtu (15/6/2013).

Jahja menuturkan, pengalokasian yang paling banyak menyerap anggaran yaitu pembangunan gedung dan pengadaan alat-alat yang memiliki teknologi tinggi.

“Kami telah membangun empat gedung pengembangan, dan itu telah berdiri semenjak empat tahun yang lalu.
Jadi memang baru setelah empat tahun, kami baru mengajukan sertifikat itu, karena kami nilai ini memang pantas,” imbuh Jahja.

Mengenai persiapan pengajuan sertifikat, Jahja mengatakan hal itu dilakukan dalam waktu satu tahun. “Jadi selama satu tahun itu kita sering datangkan auditor dari Amerika Serikat yang biayanya juga tidak sedikit,”kata dia.

Diperolehnya sertifikasi oleh Caprifarmindo tersebut dibuktikan dengan berhasilnya perusahaan menciptakan tiga jenis vaksin ikan yang juga merupakan vaksin pertama di Indonesia.

Tiga Vaksin tersebut adalah
– Caprivac AERO-L yang mampu mencegah penyakit Motile Aeromonas Septicaemina (MAS),
– Caprivac VIBRO-L yang mempunyai kemampuan cross protection terhadap serangan penyakit jenis Vibrio sp pada ikan air laut,
– Caprivac ICTA yang melindungi terhadap serangan penyakit Enteric Septicemia of Catfish (ESC) pada ikan air tawar.

(Yas/Ndw)

Berita Terkait:
Kematian Diatas 80% Akibat Bakteri Edward Siella Ictaluri

Sumber berita:
http://bisnis.liputan6.com