Produsen fillet Patin

 

Vietnam sebagai produsen fillet Patin terbesar dunia pada awal tahun 2012 mengalami penurunan karena beberapa permasalahan antara lain meningkatnya biaya produksi, serangan penyakit, bunga pinjaman yang tinggi. Akibatnya bank di Vietnam menolak atau memperketat pembiayaan sektor perikanan.

pangafeb2011

Pada tahun 2011, pasar patin dalam negeri (Indonesia) kian tergerus oleh produk impor ilegal patin. Pengusaha pengolahan patin mengeluhkan belum adanya tindakan optimal untuk membendung masuknya impor patin ilegal asal Vietnam itu. Direktur PT Indomaguro Tunas Unggul, Tachmid Widiasto Pusoro, di Jakarta, Jumat (28/10/2011), mengemukakan, perusahaan itu menghadapi hambatan dalam memproduksi daging irisan (fillet) ikan patin. Hal itu dipicu merebaknya impor ilegal ikan patin. Saat ini, harga daging irisan patin local dengan segmen pasar kelas menengah Rp 40.000-Rp 42.000 per kilogram (kg), sedangkan harga daging irisan patin impor kualitas premium Rp 50.000-Rp 53.000 per kg. Harga ikan patin impor ilegal Rp 43.000 per kg, dengan kualitas bagus, daging lebih putih, dan tidak bau lumpur.

Tachmid menambahkan, kapasitas terpakai perusahaan itu untuk bahan baku ikan patin lokal kini hanya sekitar 5 ton per hari dari total kapasitas terpasang 20 ton per hari. Kuota impor daging irisan ikan patin berkisar 500 ton per enam bulan. Kuota itu baru terpakai sekitar 25 ton.

Kebutuhan impor daging irisan ikan patin impor untuk konsumsi hotel dan restoran 100 ton per bulan. Ikan patin yang diolah menjadi daging irisan menjadi tinggal 35 persen dari bobot awal. Limbah selebihnya, produk kepala dan tulang, laku dijual untuk bahan baku pakan ikan.

Pada  tahun yang sama, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan impor untuk menjamin kualitas ikan yang diimpor dan untuk mengekang penipuan perdagangan. Hal ini terutama untuk mendorong industri dalam negeri untuk menggunakan ikan lokal.

ScreenHunter_04-Feb.-28-07.40

Prospek cerah budidaya ikan Patin

Kebijakan pemerintah yang memperketat impor ikan membuat pasar ritel modern mengalihkan pasokan produk khususnya untuk ikan patin ke produk lokal. Sebelumnya, hampir sebagian besar produk-produk ikan patin didatangkan dari Vietnam. Hal tersebut seperti diungkapkan Senior Merchendiser Manager Fresh Food Lotte Mart Widya Sulaksono

Ia menuturkan bahwa minat konsumen terhadap ikan patin cukup besar. Dalam sebulan, pihaknya mengaku telah berhasil menjual 400 kg fillet patin. “Ikan patin memang belum termasuk 5 besar produk fresh good yang digemari masyarakat. Namun selalu ada peningkatan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu distributor untuk produk fresh good yaitu PT Adib Food Supplies memastikan bahwa pihaknya telah siap untuk mendistribusikan fillet ikan patin untuk pasar-pasar ritel. Saat ini, pihaknya telah mendistribusikan beberapa produk segar seperti ikan patin, ikan lele, dan gurame kepada beberapa pasar ritel seperti Hypermart, Hero, Giant, Carefour dan Ranch Market.

General Manager PT Adib Food Supplies Ahmad Shodiq mengaku kapasitas produksi perusahaannya bisa mencapai 5 ton sehari. Namun, hingga saat ini baru mencapai 1,5 ton. “Dengan bisa memasok ke Lotte Mart, tentunya akan bertambah lagi produksinya,” katanya.

Hingga kini, pihaknya masih mengandalkan pasokan ikan patin dari Balai Layanan Umum Perikanan Budidaya (BLUPBB) Kerawang. Hal itu lantaran kualitas ikan dari tambak BLUPBB sudah terjamin. Bahkan pihaknya sudah merencanakan untuk mengekspor menyusul serangan virus yang telah melanda salah satu negara ekportir terbesar ikan patin yaitu Vietnam.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menuturkan bahwa saat ini produksi ikan patin nasional bisa mencapai 1 juta ton. Namun, pada triwulan I, pihaknya mendapatkan laporan baru mencapai 250 ribu ton. “Dengan diperketat impor dan serangan virus di Vietnam merupakan hal yang positif bagi produsen ikan patin nasional untuk bisa memproduksi lebih banyak sehingga bisa menjadi raja di rumah sendiri,” ucapnya. Lebih lanjut lagi, jenis daging patin Indonesia tidak ada masalah dan menunjukkan performance yang bagus. “Ini yang saya kira menjadi kesempatan ke depan untuk diekspor. Kabar baiknya Amerika Serikat saat ini menerima daging putih, dengan distopnya impor Vietnam,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan masih rendahnya serapan pasar dunia akan patin dan produk olahan Indonesia, ia mengakui masih kurang ada industrialisasi atau hilirisasi patin. (8/7/2013, Neraca.co.id)

Menjaga kuwalitas produk perikanan,

Untuk mendapatkan produk perikanan yang dapat diterima di Amerikan dan Eropa, maka sedini mungkin pembudidaya menghidari pengobatan dengan antibiotik. Guna mendukung kemajuan perikanan Indonesia, setiap pembudidaya seyogyanya mengacu pada KEPUTUSAN MENTERI NOMOR KEP. 02/MEN/2007 tentang CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK.

Jayalah perikanan budidaya Indonesia.

Sumber: KKP.go.id, Neraca.co.id, Kompas.Com, Globefish.org, foodandwaterwatch.org

 

Advertisements

Silakan Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s