Archive for July, 2013

Ghibthah: lebih berfikir positif

image

Hasad, bisa jadi adalah penyakit jiwa yang paling sering menjangkiti atau setidaknya pernah mendera kita tanpa disadari. Penyakit ini sesungguhnya adalah penyakit “tertua” yang menjadikan Nabi Adam harus keluar dari Jannah, karena hasadnya makhluk yang lebih dulu menghuni Jannah tidak tunduk perintah Yang Maha Pencipta. Penyakit ini kemudian banyak diwarisi manusia hingga sekarang.

Maha Suci Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah membagi-bagi karakter uniq para hamba-Nya sebagaimana Dia telah membagi-bagi rizki di antara mereka dengan takaran dan jumlah yang berbeda. Di antara manusia ada yang dianugerahi perangai yang baik, jiwa yang bersih dan cinta terhadap saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya berupa kebaikan. Ada pula jenis manusia yang jelek perangainya, kotor jiwanya serta tidak suka terhadap kebaikan yang diperoleh saudaranya.

Hasad adalah sikap benci dan tidak senang terhadap apa yang dilihatnya berupa baiknya keadaan orang yang tidak disukainya. (Majmu’ Fatawa, Ibnu Taimiyyah rahimahullahu, 10/111)
An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat dari yang memperolehnya, baik itu nikmat dalam agama ataupun dalam perkara dunia.” (Riyadhush Shalihin, Bab Tahrimil Hasad, no. 270)

Pada dasarnya, jiwa manusia memiliki tabiat menyukai kedudukan yang terpandang, dan tidak ingin ada yang menyaingi atau lebih tinggi darinya. Jika ada yang lebih tinggi darinya, ia pun sempit dada dan tidak menyukainya, serta ingin agar nikmat itu hilang dari saudaranya. Dari sini jelaslah bahwa hasad merupakan penyakit kejiwaan. Hasad merupakan penyakit kebanyakan orang. Oleh karena itu dahulu dikatakan: “Tiada jasad yang bebas dari sifat hasad. Akan tetapi orang yang jelek akan menampakkan hasadnya, sedangkan orang yang baik akan menyembunyikannya.”

Sebab-sebab terjadinya hasad banyak sekali. Di antaranya permusuhan, takabur (sombong), bangga diri, ambisi kepemimpinan, jeleknya jiwa serta kebakhilannya.

Hasad yang ditimbulkan oleh ambisi kepemimpinan dan kedudukan. Misalnya ada orang yang tak ingin tertandingi dalam bidang tertentu. Ia ingin dikatakan sebagai satu-satunya orang yang mumpuni di bidang tersebut. Jika mendengar di pojok dunia ada yang menyamainya, ia tidak senang. Ia justru mengharapkan kehancuran orang itu serta hilangnya nikmat itu darinya. Begitu pula halnya dengan orang yang terkenal karena ahli ibadah, keberanian, kekayaan, atau yang lainnya, tidak ingin tersaingi oleh orang lain. Hal itu karena semata-mata ingin menyendiri dalam kepemimpinan dan kedudukan.

Adakah Hasad yang positif ?

Ada hasad yang positif namun tidak lagi disebut Hasad lagi, dia dinamakan dengan Ghibthah, yaitu sifat seseorang yang positif dalam berfikir,  menginginkan untuk mendapatkan sesuatu yang diperoleh orang lain, tanpa menginginkan hilangnya nikmat tersebut dari orang itu. Yang seperti ini tidak mengapa dan tidak dicela pelakunya. Jika irinya dalam hal ketaatan maka pelakunya terpuji. Jika irinya dalam perkara maksiat maka ini tercela, sedangkan bila dalam perkara-perkara yang mubah maka hukumnya juga mubah. (Lihat At-Tafsirul Qayyim, 1/167 dan Fathul Bari, 1/167)

Hasad asalnya hanyalah terjadi karena sesuatu yang diperoleh orang lain mendatangkan kepemimpinan, sebagaimana Nabi Adam diberikan kedudukan yang lebih mulia dibanding penguni lama di Jannah.

Oleh karena itu, orang yang berilmu dan beramal biasanya tidaklah dihasadi meskipun dia bernikmat-nikmat dengan makan, minum, dan lebih dari yang lain.
Orang yang berilmu akan memberi manfaat kepada manusia dengan santapan rohaninya, dan orang yang dikaruniai rizki berlebih akan memberikan manfaat kepada manusia dengan kebutuhan jasmani. Kedua orang tersebut jarang dihasadi.

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling hasad, dan janganlah kalian saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim, Kitabul Birri wash Shilah, bab no. 7, hadits no. 2559, dari jalan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

“Ya Allah, ampunilah aku, sesungguhnya aku tidak pernah membelah dada untukmengetahui isi dihati”

referensi: asy-syariah

Jalan Terang Budidaya Ikan Patin

Target produksi 1,1 Juta ton

Target produksi 1,1 Juta ton

Dalam sepuluh tahun terakhir ikan patin telah muncul sebagai produk baru budidaya ikan yang hasilnya terus meningkat di pasar dunia.

Kenaikan produksi ikan patin 100%/tahun

Kenaikan produksi ikan patin 100%/tahun

Sementara itu kehadiran filet patin sebagai alternatif konsumsi seafood juga meningkat setiap tahun.

ScreenHunter_01-Dec.-07-13.38Pasar Pangasius telah berkembang secara global, Vietnam saat ini adalah negara pengekspor fillet patin terbesar didunia.

Negara eksportir fillet Patin

Negara eksportir fillet Patin

Pangasius hypopthalmus adalah spesies catfish tropis yang dapat tumbuh maksimal 8-12 kg. dan hidup selama lebih dari 20 tahun. Dalam kondisi akuakultur spesies akan mencapai ukuran panen 1kg di sekitar 8 bulan. Ikan sangat tahan terhadap kepadatan yang tinggi dan rendahnya oksigen dan efisien mengubah pakan rendah protein. Untuk alasan tersebut banyak petani di Karamba Jaring Apung mulai ramai membudidaya ikan Patin.

Di Vietnam untuk jaring apung dengan padat tebar 100-150 ekor/m3 dapat panen 100-120 kg/m3 dengan FCR 1,5-1,8 menggunakan pakan olahan (pelet).

Perkembangan produksi budidaya ikan Patin di Indonesia menunjukkan kenaikan sangat signifikan. Pada 2006 produksi ikan Patin mencapai 31.490 ton pertahun dan pada 2012 mengalami peningkatan menjadi 651.000 ton pertahun. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memacu peningkatan produksi ikan Patin dari tahun ke tahun dengan target produksi nasional pada 2013 sebesar 1.107.000 ton.

Membandingkan potensi alam Indonesia dengan Vietnam, maka Indonesia bisa menjadi negara penghasil patin terbesar, apalagi Kementrian Kelautan dan Perikanan sudah memilih ikan patin menjadi salah satu komoditas utama dalam program industrialisasi perikanan budidaya. Komoditas tersebut akan terus dipacu peningkatan produksinya dari tahun ke tahun.

Terlebih lagi, lanjutnya, Indonesia mempunyai potensi lahan budidaya Patin lebih beragam antara lain karena melimpahnya sumber daya perairan seperti sungai, danau, waduk maupun perkolaman. Peluang ekspor patin pun masih cukup besar di pasar internasional. Demikian juga dengan pasar domestik, di mana kegemaran masyarakat yang suka mengkonsumsi ikan patin mulai meningkat.

Pasar Ritel Buru Ikan Patin Lokal Impor Diperketat

Karawang – Kebijakan pemerintah yang memperketat impor ikan membuat pasar ritel modern mengalihkan pasokan produk khususnya untuk ikan patin ke produk lokal. Sebelumnya, hampir sebagian besar produk-produk ikan patin didatangkan dari Vietnam. Hal tersebut seperti diungkapkan Senior Merchendiser Manager Fresh Food Lotte Mart Widya Sulaksono saat ditemui usai menghadiri panen Udang Vaneme Nusantara I di Kerawang, Jawa Barat, akhir pekan kemarin. Ia menuturkan bahwa minat konsumen terhadap ikan patin cukup besar. Dalam sebulan, pihaknya mengaku telah berhasil menjual 400 kg vilet patin. “Ikan patin memang belum termasuk 5 besar produk fresh good yang digemari masyarakat. Namun selalu ada peningkatan,” tuturnya.

Pada Agustus nanti, pihaknya memastikan bahwa produk vilet ikan patin lokal sudah bisa ditemui di store Lotte Mart yang tersebar di 8 Lotte Mart. “Saat ini baru ikan patin lokal yang telah kita jual. Namun kedepannya, kami juga akan menjual udang, ikan gurame, ikan nila lokal,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu distributor untuk produk fresh good yaitu PT Adib Food Supplies memastikan bahwa pihaknya telah siap untuk mendistribusikan vilet ikan patin untuk pasar-pasar ritel. Saat ini, pihaknya telah mendistribusikan beberapa produk segar seperti ikan patin, ikan lele, dan gurame kepada beberapa pasar ritel seperti Hypermart, Hero, Giant, Carefour dan Ranch Market. General Manager PT Adib Food Supplies Ahmad Shodiq mengaku kapasitas produksi perusahaannya bisa mencapai 5 ton sehari. Namun, hingga saat ini baru mencapai 1,5 ton. “Dengan bisa memasok ke Lotte Mart, tentunya akan bertambah lagi produksinya,” katanya.

Hingga kini, pihaknya masih mengandalkan pasokan ikan patin dari Balai Layanan Umum Perikanan Budidaya (BLUPBB) Kerawang. Hal itu lantaran kualitas ikan dari tambak BLUPBB sudah terjamin. Bahkan pihaknya sudah merencanakan untuk diekspor menyusul serangan virus yang telah melanda salah satu negara ekportir terbesar ikan patin yaitu Vietnam. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto membenarkan bahwa pemerintah telah memperketat impor ikan patin pada tahun ini. Bahkan, menurut Slamet, kuota impor ikan patin pada tahun ini sudah habis. Akan tetapi kuota impor pada tahun lalu masih tersisa sehingga pengusaha masih memanfaatkan sisa impor tahun lalu untuk tahun 2013. “Izin impor untuk 2013 sudah habis. Namun jatah di tahun lalu masih ada. Makanya hal itu dimanfaatkan,” lanjutnya.

Slamet menuturkan bahwa saat ini produksi ikan patin nasional bisa mencapai 1 juta ton. Namun, pada triwulan I, pihaknya mendapatkan laporan baru mencapai 250 ribu ton. “Dengan diperketat impor dan serangan virus di Vietnam merupakan hal yang positif bagi produsen ikan patin nasional untuk bisa memproduksi lebih banyak sehingga bisa menjadi raja di rumah sendiri,” ucapnya.
 
Target Produksi

Sebelumnya, Slamet juga menegaskan bahwa untuk mencapai target produksi ikan patin maka dibutuhkan pakan ikan sebesar 1,3 juta ton. Kebutuhan pakan ini terus meningkat menjadi 2,2 juta ton pada tahun 2014 karena target produksi patin juga meningkat menjadi 1,8 juta ton. Peningkatan kebutuhan pakan ikan seiring dengan peningkatan produksi ikan, tidak akan bisa dihindari. Untuk itu diperlukan adanya kerjasama antara pabrik pakan dan pemerintah, baik pusat dan daerah.

Menurut Slamet, pakan hingga saat ini masih menjadi kendala dalam budidaya perikanan. Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan, hingga mencapai 70%  hingga  80%. Untuk itu ketersediaan pakan yang berkualitas, terutama dengan pendirian pabrik pakan ikan di dekat lokasi budidaya menjadi sangat penting.

Lebih lanjut lagi, Slamet menuturkan jenis daging patin Indonesia tidak ada masalah dan menunjukkan performance yang bagus. “Ini yang saya kira menjadi kesempatan ke depan untuk diekspor. Kabar baiknya Amerika Serikat saat ini menerima daging putih, dengan distopnya impor Vietnam,” lanjut dia. Sementara itu, terkait dengan masih rendahnya serapan pasar dunia akan patin dan produk olahan Indonesia, ia mengakui masih kurang ada industrialisasi atau hilirisasi patin.

sumber: NERACA.CO.ID

Parasit Malas

Malas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi malas KBBI

Rasa malas sepertinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi parasit malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Seperti bibit ikan yang dihinggapi puluhan parasit trichodina ‘si ban truk’, sulit bergerak, susah bernafas, berdiam diri dipinggir-pinggir empang menanti kebinasaan.

a,b. Trichodina heterodentata: a, live, carp, Israel; silver impregnated, O. aureus x niloticus, Israel. c. Scanning electron microscopic (SEM) view of T. reticulata of goldfish. d,e. SEM view of O. aureus x niloticus gill infection with Tripartiella cichlidarum; f. same as d, in histology. Source: FAO.ORG

a,b. Trichodina heterodentata: a, live, carp, Israel; silver impregnated, O. aureus x niloticus, Israel. c. Scanning electron microscopic (SEM) view of T. reticulata of goldfish. d,e. SEM view of O. aureus x niloticus gill infection with Tripartiella cichlidarum; f. same as d, in histology.
Source: FAO.ORG

Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Parasit malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Celakanya, bila parasit malas pesat menghinggapi anggota tim kerja lainnya, maka akan rusak tatanan kerja dan akan menurunkan kinerja tim. Bagaimana bisa stakeholder yang malas dalam budidaya perikanan mengidentifikasi serangan parasit trichodina apabila parasit malas dalam dirinya dianggap hal biasa?

Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, bersembunyi dari pimpinan (khawatir diberi tugas atau diberi teguran) dan lain sebagainya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa malas juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas.
Dalam meraih kesuksesan harus bertekad bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya karena bersakit-sakit dahulu bersenang senang kemudian, jadi berusaha harus bersusah payah dahulu sebelum dapat meraih kesuksesan dan menggapai tujuan yang diharapkan.Semua itu tidak akan dapat dicapai hanya dengan bermalas-malasan dan duduk manis berpangku tangan, tetapi dengan usaha keras untuk meraihnya dan mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan.
lezy fish 1
Beberapa nasehat yang mungkin membantu mengusir rasa malas,
“Seseorang yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit akan menjadi kebiasaan malas untuk berpikir.” (Albert Einstein)
“Menyalahkan adalah cara orang malas untuk menciptakan kekacauan.”
“Orang malas cenderung tidak mengambil peluang, tapi mengekspresikan diri dengan menghancurkan pekerjaan lain.”
“Terbitkan suatu ambisi untuk tidak memiliki rasa ingin malas”
“Intermittent adalah perisai orang malas yang tidak tahu lagi cara berfikir positif”
“Saya seorang pemalas. Karenanya saya menemukan roda dan menciptakan sepeda, dengannya mereka tidak seperti berjalan atau membawa sesuatu.”
dolphin-leaping-out-of-water-doing-an-aerial-loop

Produsen fillet Patin

 

Vietnam sebagai produsen fillet Patin terbesar dunia pada awal tahun 2012 mengalami penurunan karena beberapa permasalahan antara lain meningkatnya biaya produksi, serangan penyakit, bunga pinjaman yang tinggi. Akibatnya bank di Vietnam menolak atau memperketat pembiayaan sektor perikanan.

pangafeb2011

Pada tahun 2011, pasar patin dalam negeri (Indonesia) kian tergerus oleh produk impor ilegal patin. Pengusaha pengolahan patin mengeluhkan belum adanya tindakan optimal untuk membendung masuknya impor patin ilegal asal Vietnam itu. Direktur PT Indomaguro Tunas Unggul, Tachmid Widiasto Pusoro, di Jakarta, Jumat (28/10/2011), mengemukakan, perusahaan itu menghadapi hambatan dalam memproduksi daging irisan (fillet) ikan patin. Hal itu dipicu merebaknya impor ilegal ikan patin. Saat ini, harga daging irisan patin local dengan segmen pasar kelas menengah Rp 40.000-Rp 42.000 per kilogram (kg), sedangkan harga daging irisan patin impor kualitas premium Rp 50.000-Rp 53.000 per kg. Harga ikan patin impor ilegal Rp 43.000 per kg, dengan kualitas bagus, daging lebih putih, dan tidak bau lumpur.

Tachmid menambahkan, kapasitas terpakai perusahaan itu untuk bahan baku ikan patin lokal kini hanya sekitar 5 ton per hari dari total kapasitas terpasang 20 ton per hari. Kuota impor daging irisan ikan patin berkisar 500 ton per enam bulan. Kuota itu baru terpakai sekitar 25 ton.

Kebutuhan impor daging irisan ikan patin impor untuk konsumsi hotel dan restoran 100 ton per bulan. Ikan patin yang diolah menjadi daging irisan menjadi tinggal 35 persen dari bobot awal. Limbah selebihnya, produk kepala dan tulang, laku dijual untuk bahan baku pakan ikan.

Pada  tahun yang sama, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan impor untuk menjamin kualitas ikan yang diimpor dan untuk mengekang penipuan perdagangan. Hal ini terutama untuk mendorong industri dalam negeri untuk menggunakan ikan lokal.

ScreenHunter_04-Feb.-28-07.40

Prospek cerah budidaya ikan Patin

Kebijakan pemerintah yang memperketat impor ikan membuat pasar ritel modern mengalihkan pasokan produk khususnya untuk ikan patin ke produk lokal. Sebelumnya, hampir sebagian besar produk-produk ikan patin didatangkan dari Vietnam. Hal tersebut seperti diungkapkan Senior Merchendiser Manager Fresh Food Lotte Mart Widya Sulaksono

Ia menuturkan bahwa minat konsumen terhadap ikan patin cukup besar. Dalam sebulan, pihaknya mengaku telah berhasil menjual 400 kg fillet patin. “Ikan patin memang belum termasuk 5 besar produk fresh good yang digemari masyarakat. Namun selalu ada peningkatan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu distributor untuk produk fresh good yaitu PT Adib Food Supplies memastikan bahwa pihaknya telah siap untuk mendistribusikan fillet ikan patin untuk pasar-pasar ritel. Saat ini, pihaknya telah mendistribusikan beberapa produk segar seperti ikan patin, ikan lele, dan gurame kepada beberapa pasar ritel seperti Hypermart, Hero, Giant, Carefour dan Ranch Market.

General Manager PT Adib Food Supplies Ahmad Shodiq mengaku kapasitas produksi perusahaannya bisa mencapai 5 ton sehari. Namun, hingga saat ini baru mencapai 1,5 ton. “Dengan bisa memasok ke Lotte Mart, tentunya akan bertambah lagi produksinya,” katanya.

Hingga kini, pihaknya masih mengandalkan pasokan ikan patin dari Balai Layanan Umum Perikanan Budidaya (BLUPBB) Kerawang. Hal itu lantaran kualitas ikan dari tambak BLUPBB sudah terjamin. Bahkan pihaknya sudah merencanakan untuk mengekspor menyusul serangan virus yang telah melanda salah satu negara ekportir terbesar ikan patin yaitu Vietnam.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menuturkan bahwa saat ini produksi ikan patin nasional bisa mencapai 1 juta ton. Namun, pada triwulan I, pihaknya mendapatkan laporan baru mencapai 250 ribu ton. “Dengan diperketat impor dan serangan virus di Vietnam merupakan hal yang positif bagi produsen ikan patin nasional untuk bisa memproduksi lebih banyak sehingga bisa menjadi raja di rumah sendiri,” ucapnya. Lebih lanjut lagi, jenis daging patin Indonesia tidak ada masalah dan menunjukkan performance yang bagus. “Ini yang saya kira menjadi kesempatan ke depan untuk diekspor. Kabar baiknya Amerika Serikat saat ini menerima daging putih, dengan distopnya impor Vietnam,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan masih rendahnya serapan pasar dunia akan patin dan produk olahan Indonesia, ia mengakui masih kurang ada industrialisasi atau hilirisasi patin. (8/7/2013, Neraca.co.id)

Menjaga kuwalitas produk perikanan,

Untuk mendapatkan produk perikanan yang dapat diterima di Amerikan dan Eropa, maka sedini mungkin pembudidaya menghidari pengobatan dengan antibiotik. Guna mendukung kemajuan perikanan Indonesia, setiap pembudidaya seyogyanya mengacu pada KEPUTUSAN MENTERI NOMOR KEP. 02/MEN/2007 tentang CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK.

Jayalah perikanan budidaya Indonesia.

Sumber: KKP.go.id, Neraca.co.id, Kompas.Com, Globefish.org, foodandwaterwatch.org