image

Pembangunan Kelautan dan Perikanan yang telah dilaksanakan selama ini telah membawa hasil yang cukup menggembirakan, akan tetapi perubahan tatanan global serta nasional yang berkembang dinamis, menuntut adanya percepatan pembangunan Kelautan dan Perikanan.

Oleh karena itu, dengan mengedepankan empat pilar strategi pembangunan sosial-ekonomi, yaitu :
– peningkatan produksi,
– menekan angka kemiskinan
– menciptakan lapangan kerja
– menjaga kelestarian lingkungan,

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan kebijakan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan.

“Industrialisasi dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan, sekaligus meningkatkan daya saing yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian yang diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo,

Untuk mendukung kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan, terdapat 7 (tujuh) kegiatan yang harus dilakukan. Yaitu:

1. Peningkatan nilai tambah produk perikanan, dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

2. Peningkatan daya saing produk perikanan, melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi.

3. Kodernisasi sistem produksi hulu dan hilir, dengan memperhatikan seluruh rantai nilai (value chain).

4. Memperkuatan pelaku industri perikanan, melalui peningkatan jumlah dan kualitas industri perikanan serta pembinaan hubungan antar entitas sesama industri maupun industri dengan konsumen.

5. Meliputi kegiatan yang berbasis komoditas, wilayah dan sistem manajemen, karena industrialisasi difokuskan pada komoditas unggulan sesuai dengan permintaan pasar. Sementara basis wilayah dan sistem manajemen dilakukan agar pelaksanaan program industrialisasi dapat terintegrasi, sesuai dengan sebaran sumberdaya alam yang ada.

6. Masalah keberkelanjutan, dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumberdaya perikanan secara optimal disatu sisi dan perlindungan terhadap sumberdaya perikanan dan lingkungan disisi lain.

7. Transformasi sosial, terjadi karena adanya perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri yang modern, baik dalam berfikir maupun berprilaku sesuai karakteristik masyarakat industri,” paparnya.

Sumber : inilah.com