Archive for May, 2013

I have a dream that one day…

Martin Luther King Jr. seorang yang berani bermimpi bahwa satu yang sulit diwujudkan, akan mudah bila hati tetap memiliki keinginan walau hanya dalam mimpi.

Mimpi kami adalah mewujudkan Recirculating Aquaculture System terpasang baik pada 2 unit farm kami.

EmpangQQ - RAS

Recirculation Aquaculture System (RAS)

Khayalan, satu meja terpasang 15 unit aquarium yang semuanya diberi satu lubang diameter 1 inci, sehingga dapat mengalirkan air yang sudah dipasang saringan.

Masing-masing lubang akan terhubung satu sama lain dengan pipa peralon 2 inci.

Air yang keluar dari pipa akan masuk ke filter air yang berisi kerikil, ijuk, arang aktif dan batu zeolit.

 

image

Arang Aktif

Arang Aktif

Tinggi permukaan filter harus sama tinggi dengan tinggi permukaan aquarium. Ini untuk mencegah bila aliran listrik mati, aquarium tidak kehabisan air.

Filter tersebut bisa dibuat dari drum plastik kapasitas 100 liter.

Filter

Filter

Jangan lupa buat lubang dibawah drum plastik untuk menguras atau mengganti air, sambil membilas/ membersihkan filter. Cukup buat lubang 2 inci yang dilengkapi stop kran.

image

Air yg sudah bersih keluar dari filter drum plastik, akan mengalir secara gravitasi, melewati instalasi lampu UV menuju filter kedua yang terbuat dari kaca 10mm, dengan 3 sekat ruang filter.

Lampu UV

Lampu UV

Air yang sudah bersih dari filter kaca, disedon dengan pompa ke waterheater ukuran 15 liter bertenaga gas LPG, didistribusikan ke 15 aquarium ukuran 50x100x200cm, melalui pipa pvc diameter 3/4 inci.

Dengan instalasi RAS tersebut diharapkan akan memberikan manfaat banyak, antara lain:
1. Konsumsi LPG berkurang, biasanya untuk memanaskan air dalam aquarium, yang dipanaskan ruangannya, perlu 4, 6 atau 8 kompor, tergantung cuaca. Dengan system ini hanya dibutuhkan 3 LPG saja. Karena yang dihangatkan airnya bukan ruangan.

2. Ramah lingkungan, hemat air. Selama 15 hari masa budidaya, diperkirakan ganti air 3 sampai 5 kali saja.

3. Hemat waktu dan tenaga.

4. Kesehatan ikan dan pembudidaya meningkat, sehingga kwalitas ikan semakin baik.

tank syphon

Farm pertama pernah produksi sampai 1,7 juta ekor bibit ukuran 3/4 inci pada bulan Mei 2013.

Dengan adanya Farm kedua, kami bermimpi Insya Allah tersedia minimum 1 juta bibit patin ukuran 3/4 inci setiap 15 hari.

Tujuan bukan yang paling utama,
karena keberhasilan atau kegagalan adalah kehendak Yang Maha Kuasa.
Yang terpenting adalah proses dalam mencapai tujuan.

Menghasilkan Bibit Berkwalitas

Alhamdulillah, segala pujian hanyalah milik Allah Ta’al, hanya dengan izin-Nya kami diberikan kesempatan untuk berusaha dan berkarya di desa Pasir Gaok Tengah, kecamatan Rancabungur, kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Lapisan tanah yang kami tempati hanya setinggi 4 sampai 10 meter saja. Dibawah lapisan tanah tersebut adalah batu cadas. Melakukan pengeboran di tempat kami adalah kesia-sia.

Mendapatkan air bersih yang tidak terkontaminasi kotoran atau bakteri, yang biasa digunakan adalah sumur bor dengan kedalaman lebih dari 50 meter. Memiliki sumur dalam adalah keinginan kami sebelum mendirikan farm, namun sulit mendapatkannya.

Ada beberapa pembudidaya mengatakan, air untuk budidaya ikan harus lah bersih, bening dan pH normal. Untuk mendapatkan kondisi ideal tersebut sulit bagi kami. Yang bisa kami lakukan adalah merekayasa air yang ada agar mendekati kondisi air ideal.

Alhamdulillah, sampai dengan hari ini kami tidak pernah mendapatkan sesuatu yg menarik sehingga kami harus belajar lebih banyak lagi. Misalkan, bibit Patin yang kami budidaya terkena bakteri atau parasit yang menyebabkan kematian masal.

Alhamdulillah, sampai dengan saat itu, kustomer kami dari Palembang, Lampung, Leuwiliang Bogor, Cikarang, Cililin Cirata dan terakhir dari Pakan Baru, menurut mereka bibit Patin kami berkwalitas dengan harga yang kompetitif.

image

Adalah menjadi tantangan bagi kami beberapa masukan dari seorang kustomer yang kritis dan kreatif menjadi bahan bagi kami untuk belajar dan berfikir lebih keras lagi.

Semoga kami terus dapat mempertahankan apa yang telah kami capai dan akan terus meningkatkan produksi bibit kami bukan hanya kwantitas tapi juga kwalitas.

Terimakasih kepada semua pelanggan dan solo agen kami di Lampung dan Pakan Baru, semoga kita dapat selalu menjaga amanah (komitmen) sehingga dapat terus berbagi kesuksesan.

Amien

Pasir Gaok Fish Farm

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam.

Atas pertolongan-Nya sajak bulan Oktober 2012 Pasir Gaok Fish Farm sudah memproduksi bibit ikan patin (Pangasius Pangasius, Hamilton, 1822) yang berkwalitas. Pada awal produksi (tahun 2012) kami sudah mampu memproduksi 500 ribu sampai 1 juta ekor bibit ikan patin ukuran 3/4 inci perbulan. Pada awal tahun 2013 produksi kami meningkat diatas 1 juta ekor perbulan.

Dengan respon pasar yang baik, kami dituntut untuk dapat memproduksi bibit yang lebih banyak lagi. Dengan farm yang ada saat ini, dengan 40 unit aquarium ukuran 200x100x50cm, kami hanya mampu memprodiksi bibit ukuran 3/4 inci maximum 2 juta ekor perbulan. Sedang permintaan pasar sangat banyak dan menginginkan suplay bibit 2 minggu sekali.

Dengan perkembangan yang begitu pesat, kami optimis untuk membangun farm baru dilahan seluas 9.5 x 20 m2 dengan kapasitas 45 unit aquarium ukuran 200x100x50cm.

IMG00097-20130514-1721

Dalam rangka optimalisasi tenaga kerja dan menjaga kwalitas bibit yang diproduksi kami akan menggunakan teknik Recirculating Aquaculture Systems (RAS) dan penggunaan biological filter yang dilengkapi lampu UV per 15 unit aquarium.

Pembangunan saat ini baru tahap pasangan bata.

IMG00093-20130514-1720 Banguan Farm-II, Backgound Villa

 

Menggunakan Baja Ringan,IMG00147-20130525-1316

IMG00150-20130525-1330

 

Bila farm yang kedua ini sudah beroperasi, harapan kami dapat memproduksi minimal 1.5 juta ekor bibit patin ukuran 3/4 inci setiap 2 minggu sekali.

Mei 2013 – Alhamdulillah

Alhamdulillah, dengan seizin-Nya produk kami sudah habis terpesan,

Terimakasih untuk para pelanggan setia kami, Lampung, Leuwiliang, Pakan Baru, kepercayaan anda akan kami jaga dan simpan dengan baik. Semoga dimasa yang akan datang terjalin kerjasama yang lebih besar lagi. Insya Allah.

Juga kepada mas Salim yang telah memberi banyak pelajaran pada kami tentang pengiriman bibit patin via udara, dari bandara ke bandara.

Sampai tanggal 24 Mei 2013, Alhamdulillah 1.125.000 ekor bibit sudah terjual.

Kiriman Bibit Patin ke Pakan Baru

Alhamdulillah,

Untuk panen bibit patin 3/4″ dan 1″ pada bulan Mei 2013 sudah dapat menambah pengalaman baru bagi kami.

Kepada pelanggan baru kami di Pakan Baru kami memberi jaminan bila bibit diterima pelanggan mati dalam jumlah banyak, kami akan menggantinya dipengiriman berikutnya. Cukup dengan memberikan bukti berupa foto kantong ikan yang belum dibuka segelnya.

Besar harapan kami bila ada pelanggan diseluruh negeri ini yang berminat memesan bibit patin ukuran 3/4″ atau 1″, minimal pemesanan hanya satu box styrofoam isi 6000 ekor bibit patin ukuran 3/4″.

Semoga target pemerintah untuk meningkatkan produksi filet ikan patin pada tahun 2014 terpenuhi.

Salam.

Farm II

Alhamdulillah,

Segala puji adalah milik Allah Ta’ala, atas pertolongan-Nya kami dapat mulai membangun farm ikan patin yang kedua.

Farm pertama dengan 40 set aquarium ukuran 50x100x200cm dapat memproduksi bibit patin ukuran 3/4 inci sampai dengan 2 juta ekor per bulan.

IMG00083-20130514-1653

Quality Control

Panen tanggal 18 Mei 2013

Panen tanggal 18 Mei 2013

IMG00082-20130514-1653

Feeding time per 3 hours

Pembangunan farm kedua saat ini

IMG00087-20130514-1719

IMG00086-20130514-1719

IMG00091-20130514-1720

IMG00093-20130514-1720

Pada farm yang kedua ini akan dilengkapi dengan

– 45 unit aquarium ukuran 50x100x200 cm

– Penerapan Recirculating Aquaculture Systems (RAS)

– 3 unit biological filter, 1 unit per 15 aquarium

– 3 unit lampu UV

– 2 unit air blower

Dengan demikian bila dua unit farm sudah beroperasi kami berharap dapat memproduksi bibit ikan patin ukuran 3/4 inci yang berkwalitas sampai dengan 2 juta ekor per dua minggu.

Salam,

Indonesia bisa menyamai budidaya patin Vietnam

 
 
JAKARTA. Budidaya ikan di Indonesia masih banyak tertinggal dari negara-negara lain, contohnya untuk budidaya ikan patin. Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan sungai yang jauh lebih besar dari Vietnam, tapi tidak ada yang mengoptimalkan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana memanfaatkan serta menghidupkan kembali lahan budidaya patin yang mangkrak.
 
Vietnam saat ini adalah negara penghasil dan pengekspor ikan patin terbesar di dunia. Bahkan saat ini konsumsi patin di Eropa yang mencapai 25% berasal dari Vietnam. Budidaya ikan patin Vietnam dilakukan di Karamba dan delta Sungai Mekong. Luas lahan budidaya Vietnam pada tahun 2009 saja sudah mencapai 1,1 juta hektare.
Dibutuhkan Bibit Berkwalitas

Dukungan Bibit Berkwalitas

Rahasia kesuksesan budidaya ikan patinVietnam ternyata berasal dari keberhasilan memanfaatkan kondisi pasang surut Sungai Mekong dengan baik. Di sepanjang pinggiran Sungai Mekong, budi daya ikan patin tumbuh subur. Kondisi pasang surut yang bagus sangat penting bagi perkembangan kualitasdaging ikan patin. “Jadi kenapa ikan patin Vietnam berdaging putih dan tebal, karena sirkulasi air bagus yang diakibatkan pasang surut yang bagus,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat diwawancarai Kontan, Selasa (7/5). kunjungan kerja di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (3/5).
 
Melihat kondisi geografis Indonesia yang lebih luas serta memiliki sumber daya perairan yang amat kaya seperti sungai, danau, waduk maupun perkolaman diyakini menjadi modal penting agar budidaya Patin bisa menyamai Vietnam. Indonesia memiliki banyak sekali sungai besar dengan tingkat pasang surut yang tinggi seperti Sungai Barito, Sungai Kapuas, Sungai Batanghari, Sungai Musi.
Bahkan sungai-sungai di Pulau Jawa sekalipun meski kecil bisa dibudidayakan ikan patin karena memiliki tingkat pasang surut yang tinggi. “Yang terpenting adalah tingkat pasang surut. Karena itu yang menentukan kualitas sirkulasi air yang menjadi penentu utama perkembangan kualitas daging ikan patin itu,” jelas Slamet.
 
Selain memanfaatkan sungai, KKP dalam waktu dekat akan mengoptimalkan berbagai lahan budi daya ikan patin yang selama ini mangkrak. Salah satunya di Provinsi Jambi. KKP akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Selama ini banyak lahan budidaya patin yang terbengkalai karena pasar untuk menjual produk ikan patin tidak ada. Infrastruktur pengolahan ikan patin belum ada. “Kondisi inilah yang dulu membuat pembudidaya ikan patin banyak yang berhenti,” kata Slamet.
 
Untuk itulah, Slamet menegaskan Pemerintah provinsi Jambi berencana untuk membangun pabrik pakan, khususnya untuk mendukung budidaya Patin di wilayah Jambi. Kerjasama pembangunan pabrik pakan ini akan melibatkan pemerintah pusat maupun daerah, Asosiasi Pembudidaya Patin Jambi (AP2J), Swasta serta dukungan perbankan. “Nantinya ini juga akan dikembangkan ke daerah lain,” pungkas Slamet.
 
 
Sumber: KONTAN.CO.ID Tanggal 07 Mei 2013 Hal.1