Potensi Perikanan Budidaya Belum Optimal

Selasa, 08 Januari 2013, 07:25 WIB 

Kepadatan ikan yang tinggi

Kepadatan ikan yang tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Potensi perikanan budidaya belum dimanfaatkan secara optimal. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutadjo mengatakan masih banyak sektor pengembangan perikanan budidaya di atas lahan tambak, kolam, perairan umum, sawah dan laut yang masih bisa digarap.

Tingkat pemanfaatan perikanan budidaya payau tambah baru seluas 682.857 hektar (ha) atau 23,04 persen dari potensinya sebesar 2,96 juta ha. Sementara untuk pemanfaatan budidaya laut, terhitung masih relatif rendah yaitu sekitar 117.649 hektare atau 0,94 persen dari potensi budidaya laut yang mencapai luasan 12,55 juta hektare.

Di sisi lain, menurut dia, potensi perikanan budidaya ini akan semakin besar karena terdapat potensi budidaya air tawar seperti kolam 541.100 ha. Budidaya di perairan umum mencapai 158.125 ha dan mina-padi 1,54 juta ha.

Jika ditilik, dengan pemanfaatan potensi areal budidaya perikanan tersebut, mampu menghasilkan produksi ikan sebesar 6,28 juta ton pada 2011.

Apabila potensi lahan budidaya perikanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan, maka peran dan peluang produksi perikanan di dalam pembangunan nasional untuk mensejahterakan masyarakat, menjadi semakin besar.

Sharif mengatakan peluang usaha budi daya air tawar ternyata kian menjanjikan. Misalnya untuk permintaan ikan patin. Permintaan ikan patin baik di pasar domestik maupun untuk pangsa ekspor, kata Sharif, semakin meningkat.

“Karena itu, KKP secara aktif terus mendorong pengembangan perikanan budidaya ikan air tawar, agar dapat menjadi alternatif kegiatan usaha masyarakat,” ujar Sharif, di Jakarta, Senin (7/1).

Sharif mengatakan perlu upaya nyata menekan biaya produksi serta meningkatnya kualitas mutu daging patin yang memenuhi persyaratan pasar ekspor. Ia mengatakan perlu mendorong lembaga penelitian untuk mengembangkan kajian teknologi terapan untuk menekan biaya produksi terutama penggunaan pakan dan benih unggul.

Benih Unggul

Benih Unggul

Selain itu, kata dia, langkah efisiensi budidaya patin lainnya dapat dilakukan dengan melakukan budidaya secara terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir.

Langkah tersebut dinilai mampu mengoptimalkan dari semua bagian ikan patin yang dihasilkan, untuk mendapatkan ragam produk mulai dari daging fillet patin, tepung ikan dari tulang dan kepala ikan patin, serta produk lainnya.

Sejak 2012, KKP telah menetapkan empat komoditas industrialisasi, yaitu udang, bandeng, rumput laut dan patin sebagai model percontohan industrialisasi perikanan budidaya. Kegiatan usaha budidaya patin, kata dia, telah mengalami kemajuan pesat, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Berkembangnya budidaya patin ditopang sumberdaya perairan berupa sungai, danau, waduk maupun perkolaman. Ia menargetkan capaian target produksi patin secara nasional sebesar 651 ribu ton.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (APPPPI) Thomas Darmawan mengatakan pengembangan ikan patin masih ‘maju-mundur’. Menurutnya, pengembangan ikan patin masih bisa dikembangkan lebih maksimal. Ikan patin di Indonesia, masih cukup tertinggal dibandingkan Vietnam.

Advertisements

Silakan Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s