Amonia

Source : - http://elmhcx9_elmhurst_edu

Picture source : – http://elmhcx9_elmhurst_edu

Amonia adalah senyawa kimia yang terdiri dari satu atom Nitrogen dan tiga atom Hidrogen terikat erat, dengan simbol kimia NH3. Amonia dapat berbentuk cairan atau gas yang berbau tajam. Senyawa kimia ini berbahaya, dalam konsentrasi rendah sekalipun, menghirup atau terkena kulit mungkin dapat mengakibatkan kematian, terbakar atau pingsan.

Pada budidaya ikan, terutama disegmen pembibitan, Amonia adalah produk limbah utama ikan, dikeluarkan terutama melalui jaringan insang, dan juga pada tingkat yang lebih rendah dikeluarkan melalui ginjal. Amonia juga dapat menumpuk dari pembusukan jaringan ikan, makanan dan sampah organik lainnya yang berasal dari protein. Akumulasi amonia menyebabkan kemerahan pada kulit dan kerusakan insang yang disebabkan oleh efek pemanasan pada permukaan kulit ikan. Ikan akan kepayahan bila kandungan ammonia dalam air tinggi, ikan tidak merasa nyaman, mengisolasi diri, berbaring di bagian bawah, penjepit sirip mereka, mengeluarkan lendir berlebih, dan akan lebih mudah terjangkit infeksi parasit dan bactrerial.

Kepadatan ikan yang tinggi

Kepadatan ikan yang tinggi

Meningkatkan DO dalam Air

Meningkatkan DO dalam Air

Amonia adalah masalah besar dalam akuarium baru karena bakteri baik yang secara alami mengurai kandungan amonia dalam air belum stabil. Bahkan dalam lingkungan yang sudah stabil pun, amonia dapat terakumulasi dimusim penghujan ketika air dingin, saat ikan sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh.
Air dengan pH dibawah 7.4 akan mengurai Amonia menjadi Amonium, dalam kondisi ini penguraian Amonia tidak membahayakan untuk ikan. Sedang bila pH 8,0 atau lebih amonia lebih mudah terurai, sehingga menjadi lebih beracun.

 

Sangat penting dalam budidaya ikan segmen pembibitan untuk menjagakestabilan pH air agar terhidar dari kerugian karena kematian masal akibat keracunan Amonia. Jika pH turun drastic, maka segera naikan pH dikisaran 7, sehingga bakteri baik pengurai amonia dapat tumbuh untuk menurunkan kadar amonia dalam air.

Thermometer air raksa lebih akurat

Thermometer air raksa lebih akurat memantau suhu air

Parameter seperti air yang hangat, pH yang tinggi atau kekurangan oksigen akan meningkatkan kadar racun ketika ammonia terakumulasi. Ini semua adalah pertimbangan penting ketika kita mencoba untuk menafsirkan tanda-tanda klinis yang bervariasi dari ikan pada tingkat amonia yang sama, tetapi terpengaruh sangat berbeda.

Hal yang wajib dilakukan untuk menjaga kadar Amonia yang normal dalam akuarium adalah

–        Lakukan penyiponan secara berkala atau apabila banyak sisa pakan atau fases didasar akuarium,

–        Jangan berlebihan memberikan pakan, pemberian pakan terbaik adalah sedikit tapi terjadwal dan sering,

–        Jaga kestabilan pH disekitar 6.5 sampai dengan 7.5

–        Bila air akuarium tercium bau, kurangi air 40% nya, tambahkan dengan air baru. Usahakan suhu dan kadar oksigen terlarut air baru dan air lama mendekati sama.

Semoga berguna.

 

Advertisements

Silakan Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s